Jakarta, Indeks News – Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat, Sabam Sinaga, mendesak pemerintah melakukan audit ekologi dan infrastruktur secara komprehensif pasca-bencana yang melanda Pulau Sumatra, khususnya Sumatera Utara. Dorongan ini disampaikan menyusul data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang mencatat 604 korban meninggal dunia dan sekitar 1,5 juta warga terdampak.
“Pertama-tama, saya menyampaikan duka yang mendalam atas musibah yang menimpa saudara-saudara kita di Sumatra. Angka 604 jiwa meninggal dan 1,5 juta penduduk terdampak adalah tragedi besar yang harus menjadi perhatian serius kita semua,” ujar Sabam dalam keterangan tertulis, 2 Desember 2025.
Ketua Umum Perkumpulan Kerukunan Umat Pentakosta Indonesia (Perkupi) itu menyoroti berbagai aspek kerusakan, mulai dari banyaknya kayu gelondongan yang terseret banjir, longsor masif, hingga putusnya akses jalan dan jembatan antarkabupaten.
Ia juga mempertanyakan apakah faktor selain curah hujan ekstrem turut memperparah bencana.
“Sejarah mencatat Sumatera Utara sering mengalami hujan intensitas tinggi. Namun, kompleksitas dan skala kerusakan kali ini menunjukan adanya akumulasi persoalan,” jelasnya.
Legislator dari Dapil II Sumatera Utara itu menegaskan sejumlah hal yang harus ditelaah, seperti tata kelola lingkungan terkait isu kayu gelondongan, kesiapan infrastruktur, tata ruang, serta mitigasi bencana.
“Atas nama kemanusiaan dan perlindungan rakyat di masa depan, saya mendesak dilakukan audit ekologis dan infrastruktur yang komprehensif dan independen untuk mengungkap akar penyebab bencana ini,” tegas Sabam Sinaga.
Menurutnya, audit tersebut bukan untuk mencari kambing hitam, tetapi untuk menemukan penyebab kerusakan secara ilmiah agar kebijakan ke depan lebih tepat sasaran.
“Kami di Fraksi Demokrat akan menjadikan ini agenda prioritas. Solidaritas saat tanggap darurat sangat penting, tetapi pencegahan melalui kebijakan yang cerdas dan berkelanjutan adalah bentuk tanggung jawab tertinggi kami kepada rakyat,” pungkasnya.




