Jakarta, Indeks News – Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Gatot Nurmantyo menilai transisi kekuasaan dari Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) kepada Presiden Prabowo Subianto tidak berlangsung secara normal. Menurutnya, kondisi negara saat pergantian kepemimpinan berada dalam situasi yang tidak sehat.
Pernyataan tersebut disampaikan Nurmantyo dalam evaluasi akhir tahun KAMI yang ditayangkan di kanal YouTube Refly Harun,(16/12/2025). Ia menegaskan bahwa persoalan transisi kekuasaan tidak bisa dilepaskan dari kondisi kedaulatan negara.
Di mata Nurmantyo, Jokowi disebut tidak pernah menyerahkan kedaulatan negara secara utuh kepada Prabowo, meskipun Prabowo telah resmi menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia.
“Karena kedaulatan politik, ekonomi, hukum, dan wilayah sebagian sudah diberikan kepada oligarki,” ujar Nurmantyo.
Akibat kondisi tersebut, Gatot menilai muncul berbagai persoalan serius di Indonesia. Ia menyoroti lemahnya supremasi hukum, rusaknya etika kekuasaan, memburuknya tata kelola keamanan, hingga meningkatnya ketimpangan sosial dan kecemasan di kalangan generasi muda.
Menurut Gatot, kehancuran sebuah negara tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan melalui proses panjang yang dibiarkan secara sistemik.
“Ingat, negara tidak runtuh karena satu kebijakan keliru, melainkan oleh akumulasi pembiaran sistemik,” tegasnya.
Gatot menilai situasi inilah yang saat ini sedang dihadapi Indonesia dan perlu menjadi perhatian serius seluruh elemen bangsa agar tidak berlarut-larut.




