JAKARTA, Indeks News– Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) menyoroti sikap Presiden Prabowo Subianto yang dinilai masih tersandera dinamika politik pasca pemilu. Pengamat politik sekaligus tokoh KAMI, Rocky Gerung, meminta presiden menunjukkan kepemimpinan tegas dan mandiri dalam mengambil keputusan.
Menurut Rocky, pemilu telah selesai dan Presiden Prabowo seharusnya tidak lagi terikat pada kompromi politik masa lalu. Ia menekankan pentingnya keputusan presiden yang autentik dan berpihak pada kepentingan bangsa.
“Presiden tidak boleh tersandera oleh hasil transaksi ketika pemilu. Pemilu sudah selesai. Dia adalah presiden yang bisa mengambil keputusan,” ujar Rocky, dikutip dari kanal YouTube pribadinya, Senin malam (22/12).
Rocky menegaskan, keputusan presiden ke depan harus bebas dari praktik kompromi politik dengan partai-partai pendukung sebelumnya.
“Keputusan dia harus autentik, bukan lagi hasil dagang sapi dengan partai-partai sebelumnya. Itu yang ingin kita lihat,” tegasnya.
Dorong Langkah Radikal Selamatkan Indonesia
Akademisi yang dikenal kritis ini juga mendorong Presiden Prabowo mengambil langkah-langkah radikal untuk membawa Indonesia ke arah yang lebih rasional dan berkeadilan.
“Dengan cara itu, kita bisa bergerak menuju Indonesia yang masuk akal. Kita meninggalkan Indonesia yang dungu,” kata Rocky.
Ia menekankan, demi masa depan bangsa, Presiden Prabowo harus tampil sebagai pemimpin sejati, bukan sekadar aktor politik transaksional.
“Untuk itu, kita minta Presiden Prabowo menjadi leader, bukan sekadar dealer,” ujarnya.
Kritik Kebijakan Populis
Rocky juga menyebut KAMI akan terus mengkritisi kebijakan-kebijakan pemerintah yang dinilai hanya bersifat populis dan bertujuan menyenangkan publik, tanpa dampak struktural yang nyata.
“Kita ingin membangunkan kembali harapan dan kepercayaan publik bahwa Indonesia bisa dihasilkan ulang dengan satu radical break,” tandasnya.




