Swara Jakarta ’80s (SJ’80s) sebuah Komunitas paduan suara, kembali menghadirkan karya terbaru yang memadukan semangat nostalgia dan kecintaan terhadap budaya Betawi dengan merilis Master Song “Betawi Mashed Up”.
“Kehadiran ‘Betawi Mash Up’ menjadi bukti bahwa semangat berkarya tidak mengenal usia. Bersama Swara Jakarta ’80s, harmoni bukan hanya tentang nada, tetapi tentang persahabatan, budaya, dan semangat untuk terus berkarya,” ujar Pendiri Swara Jakarta ’80s, Herlambang Setyanto, saat konferensi pers di Aula Gedung BPH Migas, Jakarta Selatan, Minggu (8/3/20206).
Melalui peluncuran Master Song berjudul “Betawi Mashed Up”, Swara Jakarta ’80s menghadirkan aransemen segar dari dua lagu tradisional Betawi legendaris, yaitu “Kicir-Kicir” dan “Sirih Kuning.”

Karya ini diaransemen langsung oleh Pujo Herlambang, yang juga berperan sebagai Music Arranger sekaligus Vocal Director SJ’80s. Dalam komposisi ini, Pujo menyusun harmoni paduan suara dengan format enam pecahan suara, yakni Sopran, Mezzo, Alto, Tenor, Bariton, dan Bass, sehingga menghasilkan warna vokal yang kaya, dinamis, dan penuh energi.
“Betawi Mash Up” menjadi bukti bahwa lagu tradisional dapat dikemas kembali dengan pendekatan musikal yang modern tanpa kehilangan identitas budayanya. Aransemen ini menghadirkan nuansa baru yang tetap menghormati akar tradisi Betawi, namun terasa lebih segar dan mudah dinikmati oleh generasi masa kini.
SJ’80s sendiri merupakan komunitas paduan suara yang unik. Anggotanya berasal dari 48 alumni SMA di Jakarta, dengan total sekitar 130 anggota yang mayoritas merupakan generasi senior dari dekade 1980-an. Meski berasal dari latar belakang berbeda, mereka dipersatukan oleh kecintaan yang sama terhadap musik dan kebersamaan.

Ketua Swara Jakarta ’80s Raditya Padmawangsa mengatakan organisasi Swara Jakarta ’80S menjadi organisasi yang lebih baik. Dengan pelatihan oleh Coach Pujo, komunitas atau organisasi ini bisa dikenang maupun dipuja.
“Dan menerjemahkan apa yang diajarkan oleh coach (Pujo) tentang bagaimana membuat komunitas ini dikenang, dipuja, terkenal, tapi organisasinya atau orang-orang anggotanya itu, dapat dikelola dengan baik. Karenanya maka keunikan dari komunitas ini yang mungkin berbeda dengan komunitas yang lain, itu menjadi eh visi kami dalam mengemban amanah membentuk atau mengerjakan, mengelola organisasi ini,” jelasKetua Swara Jakarta ’80s ini.
Menurut Pujo Herlambang, pemilihan lagu Betawi bukan tanpa alasan. Kedua lagu tersebut merupakan lagu tradisional Betawi yang sudah sangat dikenal masyarakat luas.

Namun, menurut Pujo Herlambang, generasi muda saat ini mungkin sudah jarang mendengarkan lagu-lagu tradisional tersebut. Karena itu, SJ’80s mencoba menghadirkan kembali lagu Betawi dengan pendekatan yang lebih modern.
Melalui aransemen paduan suara yang dinamis dan energik, lagu-lagu tradisional ini diharapkan dapat kembali menarik perhatian generasi masa kini.
Pendekatan mashed up yang memadukan dua lagu sekaligus juga membuat komposisi musik terasa lebih segar dan berbeda dari versi aslinya. Ia ingin menghadirkan kembali kekayaan musik tradisional dalam bentuk yang lebih modern dan relevan.

“Lagu-lagu Betawi memiliki karakter yang sangat kuat dan penuh warna. Melalui aransemen ini kami ingin menunjukkan bahwa musik tradisional bisa terus hidup dan berkembang jika diberi sentuhan kreatif yang baru,” ujar Pujo Herlambang
Proses kreatif pembuatan lagu ini juga tidak berlangsung singkat. Para anggota SJ’80s harus melalui serangkaian tahapan mulai dari penyusunan aransemen, latihan vokal intensif per section, hingga proses rekaman yang melibatkan seluruh anggota paduan suara.
Atmosfer latihan pun disebut penuh semangat dan nostalgia. Para anggota Swara Jakarta ’80s yang sebagian besar merupakan alumni sekolah dari era 80-an itu menjadikan kegiatan bermusik sebagai ruang untuk berkumpul, berbagi cerita, sekaligus menyalurkan kreativitas.
Kini, karya “Betawi Mashed Up” sudah dapat dinikmati oleh masyarakat luas melalui berbagai platform musik digital seperti Spotify, Apple Music, dan YouTube. Kehadirannya di platform streaming diharapkan dapat memperluas jangkauan pendengar, tidak hanya bagi pecinta musik paduan suara, tetapi juga generasi muda yang mungkin baru mengenal lagu-lagu Betawi.
Tak berhenti sampai di situ, SJ’80s juga tengah mempersiapkan sebuah konser spesial yang direncanakan digelar dalam rangka perayaan Hari Ulang Tahun DKI Jakarta mendatang. Konser tersebut akan menjadi bentuk apresiasi terhadap budaya Betawi sekaligus perayaan kebersamaan para anggota komunitas.
Bagi Swara Jakarta ’80s , musik bukan sekadar hiburan. Lebih dari itu, musik menjadi ruang untuk menjaga persahabatan, merawat kenangan masa muda, serta menyalurkan semangat berkarya yang tidak pernah padam.
Peluncuran “Betawi Mashed Up” pun menjadi simbol bahwa kreativitas tidak mengenal batas usia. Selama ada semangat untuk berkarya dan mencintai budaya sendiri, harmoni akan selalu menemukan jalannya.
Melalui karya ini, SJ’80s ingin mengajak masyarakat untuk kembali menikmati kekayaan musik tradisional Indonesia dengan cara yang lebih segar, modern, dan penuh energi.
Perlu di informasikan komunitas paduan suara ini sudah memilik jaadwal perfom yang cukup padat. (EH)




