Ruang Kreatif Seni Pertunjukan 2026 Jadi Lahan Tumbuh Seniman Muda Indonesia

Seni pertunjukan bukan sekadar tontonan, melainkan ruang hidup bagi gagasan, tubuh, suara, dan narasi yang terus berkembang seiring zaman. Di tengah dinamika tersebut, kebutuhan akan ruang yang mampu merawat proses kreatif sekaligus memperkuat fondasi profesional menjadi semakin krusial.

Menjawab hal itu, Bakti Budaya Djarum Foundation kembali menghadirkan Ruang Kreatif Seni Pertunjukan 2026, sebuah inisiatif yang menempatkan proses, eksplorasi, dan keberlanjutan sebagai inti utama.

Program ini menjadi kelanjutan dari inisiatif yang pernah berjalan pada 2016–2019, kini hadir dengan pendekatan yang lebih kontekstual terhadap lanskap seni pertunjukan hari ini di mana batas antara tradisi dan kontemporer semakin cair, dan kolaborasi lintas disiplin menjadi keniscayaan.

Seni Pertunjukan

Lebih dari sekadar program penciptaan karya, Ruang Kreatif Seni Pertunjukan 2026 dirancang sebagai ruang inkubasi: tempat ide bertumbuh, diuji, dipertajam, hingga menemukan bentuk artistik yang utuh. Di dalamnya, para pelaku seni tidak hanya diajak untuk mencipta, tetapi juga memahami aspek manajerial, membangun jejaring, hingga merancang strategi pertemuan karya dengan audiens secara lebih luas dan terstruktur.

“Melalui program ini, kami ingin menghadirkan ruang yang tidak hanya melahirkan karya, tetapi juga memperkuat cara berpikir dan cara kerja para pelaku seni pertunjukan—dari proses kreatif hingga distribusi karya,” ujar Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation.

Tahun ini, program dibuka melalui rangkaian Bincang Kreatif Seni Pertunjukan di empat kota—Kupang, Banjarmasin, Tasikmalaya, dan Lampung sebagai ruang dialog awal antara praktisi dan komunitas. Forum ini tidak hanya menjadi ajang berbagi pengetahuan, tetapi juga membuka perspektif baru tentang bagaimana gagasan artistik dapat dikembangkan secara lebih matang dan relevan.

Seni Pertunjukan
(ki-ka) Nuya Susantono – Producer & Director Jakarta Movin, Rama Soeprapto – Creative Director & Musical Drama Theater Director, Billy Gamaliel, Community Development Manager Bakti Budaya Djarum Foundation

 

 

Ruang Kreatif Seni Pertunjukan 2026 terbuka bagi komunitas seni dari berbagai disiplin—tari, musik, teater, sastra, hingga pertunjukan kontemporer yang berakar pada nilai budaya dan kearifan lokal. Penekanan pada akar budaya ini menjadi penting, bukan sebagai batasan, melainkan sebagai sumber eksplorasi yang tak habis digali dalam konteks kekinian.

Dari ratusan proposal yang masuk, akan dipilih 13 karya terbaik untuk melalui proses pengembangan intensif, mulai dari workshop, mentoring, hingga produksi dan pementasan di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta. Proses ini menempatkan perjalanan kreatif sebagai hal yang setara pentingnya dengan hasil akhir.

Kurasi program melibatkan nama-nama seperti Keni Soeriaatmadja dan Mitae Mita, yang dikenal aktif dalam pengembangan ekosistem seni pertunjukan. Sementara pada tahap akhir, penjurian akan menghadirkan perspektif artistik dan produksi dari Garin Nugroho dan Toto Arto dua figur yang telah lama berkontribusi dalam lanskap seni dan budaya Indonesia.

Seni Pertunjukan

Menurut Keni Soeriaatmadja, inisiatif seperti ini memiliki peran penting dalam merawat keberlanjutan ekosistem seni. “Yang menarik dari program ini adalah fokusnya tidak hanya pada hasil, tetapi juga pada proses bagaimana ruang belajar yang kritis, dialog yang terbuka, dan dokumentasi berjalan beriringan. Ini yang memperkaya perjalanan seni pertunjukan kita,” ungkapnya.

Dengan pendekatan yang menyeluruh, Ruang Kreatif Seni Pertunjukan 2026 tidak hanya menjadi panggung bagi karya-karya baru, tetapi juga menjadi ruang temu bagi ide, praktik, dan jaringan. Sebuah langkah penting untuk memastikan bahwa seni pertunjukan Indonesia tidak hanya terus hidup, tetapi juga tumbuh relevan, inklusif, dan berakar kuat pada identitasnya.

 

GoogleNews

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses