Jakarta – AtHeart Girl group K-Pop internasional kembali mencuri perhatian lewat single terbaru mereka “SAY IT” yang resmi dirilis secara global pada 25 Juni 2026. Lagu ini langsung menjadi perbincangan di kalangan pecinta K-Pop karena menggabungkan nuansa pop modern dengan melodi legendaris “Lovefool” milik band Swedia The Cardigans melalui teknik interpolation, sehingga menghadirkan sensasi nostalgia yang terasa segar.
Dengan warna musik yang ceria, chorus yang mudah diingat, serta aransemen penuh energi musim panas, “SAY IT” memperlihatkan identitas AtHeart yang semakin matang sekaligus memperluas daya tarik mereka di pasar global.
Single ini dikerjakan oleh jajaran produser dan penulis lagu ternama, termasuk Ryan Williamson (BLACKPINK, Lisa), H.E.R., Christina Galligan (aespa), Key (SHINee), hingga Nate Cyphert yang pernah bekerja bersama Måneskin, Bebe Rexha, Nessa Barrett, dan Ava Max. Produksi musiknya ditangani K-Kov untuk KanDi bersama RyKeyz.

Kesuksesan AtHeart sendiri memang terus menanjak. Sebelumnya, lagu “Shut Up” berhasil meraih lebih dari 4 juta penayangan hanya dalam satu minggu, sementara video musik “Butterfly Doors” telah melampaui 24 juta views, membuktikan pertumbuhan fandom mereka yang semakin kuat di berbagai negara.
Beranggotakan MICHI, SEOHYEON, AURORA, KATELYN, BOME, ARIN, dan NAHYUN, AtHeart dikenal dengan konsep yang menggabungkan karakter muda, musik pop modern, dan visual sinematik. Bahkan mereka telah mendapat pengakuan dari Billboard sebagai K-Pop Rookie of the Month sekaligus salah satu Next Generation K-Pop Groups to Watch.
Nostalgia “Lovefool” Jadi Senjata Utama

Hal yang paling banyak dibicarakan tentu adalah penggunaan melodi ikonik dari “Lovefool”. Namun alih-alih terdengar seperti lagu lama yang diulang, AtHeart berhasil mengolahnya menjadi lagu baru yang tetap memiliki identitas sendiri.
Nuansa pop era 90-an dipadukan dengan beat modern, synth yang ringan, serta vokal para member menghasilkan lagu yang mudah dinikmati baik oleh penggemar lama maupun pendengar baru.
Menariknya lagi, “SAY IT” menggunakan lirik berbahasa Inggris secara penuh, sesuatu yang cukup jarang dilakukan oleh grup rookie K-Pop. Langkah ini dinilai sebagai strategi untuk menjangkau pasar internasional secara lebih luas.

Kolom Komentar YouTube Dipenuhi Pujian
Tak butuh waktu lama, video musik “SAY IT” langsung dibanjiri ribuan komentar positif dari penggemar di YouTube.
Banyak yang mengaku terkejut mendengar sentuhan “Lovefool” yang begitu menyatu dengan konsep AtHeart.
Beberapa komentar yang ramai diperbincangkan antara lain:
- “Mereka mengambil melodi Lovefool? Gila, AtHeart melakukannya lagi!”
- “1996: Lovefool. 2009: Love Me. 2026: Say It. Evolusi lagu legendaris.”
- “Visual, vokal, kualitas produksi… semuanya luar biasa.”
- “Ini lagu pertama AtHeart yang saya dengar dan langsung masuk playlist.”
- “Versi modern dari lagu klasik. AtHeart berhasil membawanya ke level baru.”
- “Liriknya full bahasa Inggris tapi nuansa K-Pop-nya tetap terasa kuat.”
- “Aurora akhirnya kembali! Senang sekali mendengar suaranya lagi.”
- “MV ini pantas viral. Salah satu video musik terbaik tahun ini.”
- “Mereka benar-benar grup rookie yang sangat diremehkan.”
- “Semoga segera mencapai 7 juta views, mereka pantas mendapat lebih banyak perhatian.”
Banyak pula komentar yang memuji koreografi kreatif, sinematografi video musik, hingga konsep unik adegan ambulans yang dianggap berbeda dibanding video musik K-Pop lainnya.
Video Musik yang Segar dan Sinematik
Dari sisi visual, “SAY IT” tampil penuh warna dengan sinematografi yang bersih tanpa penggunaan filter berlebihan.
Pengambilan gambar terasa dinamis, sementara perpaduan kostum pastel, properti yoga ball, serta adegan ambulans memberikan kesan seperti film remaja dengan sentuhan dream-pop.
Beberapa penggemar bahkan menyebut video musik ini mengingatkan mereka pada film coming-of-age karena memiliki suasana hangat, ringan, namun tetap menyimpan plot twist kecil di bagian akhir.
Koreografi AtHeart juga kembali menjadi salah satu daya tarik utama. Gerakan yang sederhana namun catchy membuat lagu ini berpotensi menjadi tantangan dance di media sosial.
AtHeart Menemukan Formula yang Tepat
“SAY IT” menjadi bukti bahwa menggunakan lagu klasik sebagai inspirasi tidak selalu berarti kehilangan identitas.
Alih-alih sekadar mengandalkan nostalgia, AtHeart berhasil menghadirkan karya yang terasa baru, modern, dan relevan bagi generasi saat ini. Interpolasi melodi “Lovefool” digunakan dengan cukup cerdas—cukup familiar untuk membangkitkan kenangan, tetapi tidak mendominasi keseluruhan komposisi lagu.
Kehadiran lirik penuh berbahasa Inggris juga membuka peluang yang lebih besar bagi AtHeart untuk memperluas pasar global, sementara kualitas produksi, vokal, serta visual video musik menunjukkan bahwa grup ini memiliki standar yang tinggi meski masih tergolong rookie.
Melihat respons positif dari komunitas internasional, tidak sedikit penggemar yang mulai menyebut AtHeart sebagai salah satu “dark horse” K-Pop generasi kelima yang berpotensi berkembang menjadi nama besar dalam beberapa tahun ke depan.
Jika mereka mampu mempertahankan kualitas musik sekaligus terus menghadirkan konsep yang kreatif seperti “SAY IT”, bukan tidak mungkin AtHeart akan menjadi salah satu grup yang paling diperhitungkan di industri K-Pop global. (EH)




