The Resonanz Children’s Choir 2026 Juara Umum di Hungaria, Avip Priatna Antar Indonesia Taklukkan Kompetisi Paduan Suara Bergengsi Eropa

Hungaria – The Resonanz Children’s Choir (TRCC) kembali membuktikan diri sebagai salah satu paduan suara anak terbaik dunia. Di bawah arahan konduktor Avip Priatna, TRCC sukses mencetak sejarah dengan menyabet Grand Prize Winner atau Juara Umum pada 30th Béla Bartók International Choir Competition 2026 yang berlangsung di Debrecen, Hungaria.

Prestasi ini semakin mengukuhkan nama The Resonanz Children’s Choir sebagai duta musik Indonesia yang konsisten meraih pengakuan di panggung internasional. Kompetisi Béla Bartók sendiri dikenal sebagai salah satu ajang paduan suara paling prestisius di Eropa yang berfokus pada repertoar musik kontemporer abad ke-20 dan ke-21.

Dalam kompetisi tersebut, The Resonanz Children’s Choir berhasil membawa pulang empat penghargaan bergengsi sekaligus, yaitu:

The Resonanz Children’s Choir
Foto: Istimewa
  • Grand Prize Winner (Juara Umum)
  • Juara 1 Kategori Children’s Choir dengan nilai 95,5
  • Juara 1 Kategori Free Program dengan nilai 98
  • Conductor Prize untuk Avip Priatna atas Outstanding Interpretation of Contemporary Pieces and Expressive Choral Sounding.

Kemenangan ini menjadi pencapaian penting karena otomatis mengantarkan The Resonanz Children’s Choir menuju babak final European Grand Prix for Choral Singing 2027 di Arezzo, Italia. Ajang tersebut mempertemukan seluruh juara umum kompetisi paduan suara paling bergengsi di Eropa dalam satu panggung.

Tantangan Musik Kontemporer Berbuah Prestasi Dunia

The Resonanz Children’s Choir
Foto: Istimewa

Berbeda dengan penampilan internasional sebelumnya yang kerap membawakan lagu-lagu tradisional Indonesia, kali ini The Resonanz Children’s Choir tampil dengan repertoar musik kontemporer sesuai regulasi kompetisi Béla Bartók yang hanya memperbolehkan karya cipta setelah tahun 1945, kecuali karya sang komposer legendaris Hungaria, Béla Bartók.

Di kategori Children’s Choir, TRCC membawakan karya O Sapientia, Laudate Pueri Dominum, Home at Night, serta Deus Ultionum.

Sementara pada kategori Free Program, mereka tampil memukau lewat Magnus Maior Maximus, Virágsirató, Spiritus Domini, hingga karya komposer muda Indonesia Fero Aldiansya Stefanus, 137 Hip-Street, yang sukses mencuri perhatian dewan juri.

The Resonanz Children’s Choir
Foto: Istimewa

Menariknya, pada kategori Free Program, The Resonanz Children’s Choir juga harus bersaing dengan sejumlah paduan suara dewasa dari berbagai negara.

Avip Priatna: Anak-anak Indonesia Mampu Menaklukkan Repertoar Tersulit

Konduktor Avip Priatna mengaku bangga atas dedikasi para penyanyi muda Indonesia yang mampu menguasai repertoar dengan tingkat kesulitan sangat tinggi.

“Membawakan repertoar musik kontemporer abad ke-20 dan ke-21 merupakan tantangan yang sangat besar. Saya sangat bangga melihat kerja keras anak-anak ini. Mereka tidak hanya berhasil mengatasi tingkat kesulitan musik yang tinggi, tetapi juga mampu menyampaikannya dengan sangat baik di panggung internasional,” ujar Avip Priatna.

Keberhasilan tersebut semakin istimewa karena kompetisi ini dikenal memiliki standar artistik yang sangat tinggi. Ketua Dewan Juri, Georg Grün dari Jerman, bahkan menilai repertoar kontemporer menjadi tantangan besar, tidak hanya bagi para penyanyi dan konduktor, tetapi juga bagi dewan juri dalam proses penilaian.

Melawan Paduan Suara Terbaik Dunia

Sebelum tampil di Hungaria, seluruh peserta wajib melewati proses seleksi ketat melalui video audisi. Pada edisi ke-30 ini, hanya sebelas paduan suara dari berbagai negara yang berhasil lolos.

Dari seluruh peserta tersebut, hanya empat grup yang berhasil melaju ke babak Grand Prize, yakni The Resonanz Children’s Choir (Indonesia), Riverside City College Chamber Singers (Amerika Serikat), Coralia – Concert Choir of the University of Puerto Rico (Puerto Rico), dan MASKA Mixed Choir (Latvia).

Pada babak final Grand Prize, TRCC tampil sebagai penampil pertama dengan membawakan tiga karya kontemporer, yaitu Hodie Christus Natus Est, Spiritus Domini, dan A Poem to the Mother of the Gods, yang akhirnya mengantarkan Indonesia meraih gelar juara umum.

Duta Besar RI Terharu Saksikan Penampilan TRCC

Keberhasilan The Resonanz Children’s Choir juga disaksikan langsung oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Hungaria, Penny Dewi Herasati.

Ia mengaku sempat membayangkan paduan suara juara akan memiliki karakter suara besar dan penuh. Namun ketika TRCC tampil, justru suara anak-anak yang ringan, jernih, presisi, dan penuh musikalitas mampu memikat perhatian.

Menurutnya, setelah menyaksikan seluruh peserta tampil, baru terlihat jelas bahwa teknik vokal, dinamika, artikulasi, hingga interpretasi musikal yang diperlihatkan TRCC jauh lebih kompleks dan menantang.

Baginya, kemenangan tersebut menjadi momen membanggakan karena sekali lagi nama Indonesia berkumandang di salah satu kompetisi paduan suara paling bergengsi di dunia.

Keberhasilan The Resonanz Children’s Choir di Hungaria kembali menegaskan bahwa kualitas musisi muda Indonesia mampu bersaing di level internasional. Kini, perhatian publik akan tertuju pada perjalanan TRCC menuju European Grand Prix for Choral Singing 2027 di Arezzo, Italia, untuk menghadapi para juara terbaik Eropa dalam perebutan gelar tertinggi dunia paduan suara. (EH).

 

GoogleNews

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses