Konser Tribute To 2D Kenang Dian Pramana Poetra Lewat Karya 2D

Indeks News — Nama 2D kembali mengisi panggung musik Jakarta melalui “Konser Tribute To 2D” di deConcert Room, Deheng House, Kemang, Jakarta Selatan.

Konser Tribute To 2D yang berlangsung pada malam 25 Agustus 2026 tersebut menjadi ruang untuk mengenang perjalanan duo Deddy Dhukun dan almarhum Dian Pramana Poetra. Sejumlah musisi dari generasi berbeda membawakan kembali karya-karya 2D dengan karakter masing-masing.

Acara dipersembahkan Deheng House bekerja sama dengan Bookcabin dan DMC. Pertunjukan dimulai pukul 20.00 WIB dengan Ade Andrini sebagai host.

Karya 2D Dibawakan Generasi Berikutnya

Pesona Tiga Suara menjadi penampil pembuka. Grup tersebut terdiri dari anak-anak Deddy Dhukun dan Dian Pramana Poetra.

Mereka membawakan “Jatuh Hatiku”, “Esok Kan Masih Ada”, “Sepanjang Jalan Tol”, dan “Bohong”.

Kehadiran Pesona Tiga Suara memberi dimensi berbeda pada konser Tribute To 2D. Anak-anak dari dua musisi 2D tersebut membawa lagu-lagu ayah mereka ke atas panggung dengan pendekatan generasi penerus.

Setelah Pesona Tiga Suara, Shandy Sondoro tampil dengan membawakan “Semua Jadi Satu”, “Jakarta”, dan “Aku Jadi Bingung”.

Andien kemudian mengambil bagian dengan “Aku Ini Punya Siapa”, “O Ya”, dan “Kau Seputih Melati”. Interpretasi keduanya memperlihatkan bagaimana lagu 2D dapat hadir melalui karakter vokal yang berbeda.

Audiensi Band mengiringi penampilan para penyanyi. Permainan band yang solid menjaga alur pertunjukan tetap menyatu meski setiap penampil memiliki karakter musikal masing-masing.

Tribute To 2D

Wijaya 80 Hadir Sebelum Deddy Dhukun

Wijaya 80 kemudian tampil sebelum Deddy Dhukun naik ke panggung.

Grup yang terdiri dari Ardhito Pramono, Erikson Jayanto, dan Hezky Joe tersebut membawakan “Yang Terbaik untuk Kita”, “Melati Di Atas Bukit”, “Melayang”, dan “Keraguan”.

Rangkaian penampilan itu membuat repertoar 2D terdengar dalam beberapa pendekatan musik. Lagu yang sama-sama berasal dari perjalanan 2D menjadi penghubung antara musisi lintas generasi.

Deddy Dhukun Bawa Kenangan ke Atas Panggung

Puncak konser Tribute To 2D hadir ketika Deddy Dhukun tampil.

Malam itu memiliki arti khusus bagi Deddy. Ia tampil sebagai salah satu anggota 2D yang masih aktif berkarya, sementara Dian Pramana Poetra telah berpulang.

Ketiadaan Dian menjadi bagian dari suasana penampilan Deddy. Ia kemudian membawakan “Puji Syukur”, “Biru”, “Masih Ada”, “Sebelum Aku Pergi”, “Kusadari”, hingga “Jalan Masih Panjang”.

Lagu-lagu tersebut menjadi medium untuk membawa penonton mengikuti perjalanan panjang 2D. Lirik dan musiknya berbicara tentang waktu, kehilangan, cinta, harapan, serta keteguhan untuk terus melangkah.

Deddy kemudian menutup konser Tribute To 2D bersama para penampil tamu.

Deheng House Ingin Menjadi Ruang Lintas Generasi

Direktur Utama Deheng House, Amaliah Ananda Abadi, mengatakan pihaknya ingin terus mendukung perkembangan musik Indonesia.

“Deheng House percaya bahwa musik Indonesia memiliki kekuatan yang luar biasa, bukan hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai bagian dari perjalanan budaya dan identitas kita. Karena itu, kami ingin Deheng House menjadi rumah yang terbuka bagi para musisi, kreator, dan seluruh insan yang ingin terus berkarya dan memberikan warna bagi perkembangan musik Indonesia.”

Amaliah juga menekankan pentingnya ruang yang dapat mempertemukan musisi dari berbagai generasi.

“Kami ingin membangun ruang yang berkelanjutan. Sebuah tempat di mana musisi dari berbagai generasi dapat bertemu, berkolaborasi, bereksperimen, dan memperkenalkan karya mereka kepada audiens yang lebih luas. “Konser Tribute To 2D” adalah salah satu bentuk nyata dari semangat tersebut menghormati perjalanan para legenda, sekaligus membuka jalan bagi generasi berikutnya.”

Deheng House menyatakan akan terus menghadirkan program musik dan mengambil bagian dalam perkembangan industri kreatif Indonesia.

“Kemajuan musik Indonesia adalah tanggung jawab bersama. Kami ingin mengambil peran,sekecil apa pun, untuk terus mendukung musisi dan karya-karya Indonesia. Harapannya, Deheng House dapat menjadi salah satu ruang yang mempertemukan talenta, karya, komunitas, dan penikmat musik dalam satu semangat: mencintai, menjaga, dan membawa musik Indonesia terus melangkah ke depan,” tutup Amaliah Ananda Abadi.

Melalui “Konser Tribute To 2D”, karya Deddy Dhukun dan Dian Pramana Poetra kembali dipertemukan dengan generasi musisi yang berbeda. Panggung tersebut menjadi ruang untuk mengingat perjalanan 2D sekaligus menjaga karya mereka tetap hadir di hadapan penonton.

GoogleNews

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses