ZTE Global Summit & User Congress 2026 Ungkap Masa Depan AI, 6G, dan Infrastruktur Digital dari Kuala Lumpur

ZTE Global Summit & User Congress 2026 resmi digelar di Kuala Lumpur, Malaysia, dengan membawa visi besar untuk mengubah konektivitas menjadi sumber nilai digital baru. Mengusung tema “Architecting Infinity From Connectivity to Digital Value”, kongres teknologi global ke-15 yang diselenggarakan ZTE Corporation ini mempertemukan lebih dari 500 pemimpin industri, operator telekomunikasi, pejabat pemerintah, perusahaan berbasis inovasi, serta mitra ekosistem untuk membahas masa depan jaringan, kecerdasan buatan (AI), komputasi, dan ekonomi digital.

ZTE Global Summit & User Congress 2026 untuk pertama kalinya digelar bersamaan dengan GSMA M360 ASEAN, sekaligus menjadi forum tahunan internasional terbesar yang diselenggarakan ZTE di luar negeri. Agenda tersebut menyoroti bagaimana perkembangan 5G, AI, komputasi, jaringan optik, perangkat pintar, hingga teknologi 6G mulai bergerak menuju satu ekosistem digital yang semakin terintegrasi.

ZTE Global Summit & User Congress 2026 juga menempatkan transformasi dari sekadar membangun konektivitas menuju penciptaan digital value sebagai salah satu isu utama. Menteri Komunikasi Malaysia, YB Dato’ Seri Fahmi Fadzil, menegaskan bahwa fase digital berikutnya tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan infrastruktur jaringan, tetapi harus menghasilkan layanan publik yang lebih baik, bisnis yang lebih kuat, serta peluang baru bagi masyarakat.

ZTE Global Summit

ZTE Global Summit & User Congress 2026 semakin memperkuat pembahasan mengenai peran AI dalam ekonomi digital melalui pernyataan Menteri Digital Malaysia, YB Gobind Singh Deo. Menurutnya, kemampuan mengubah AI menjadi nilai ekonomi dan sosial nyata akan menjadi salah satu faktor penting bagi daya saing Malaysia. Pengembangan talenta lokal, tata kelola AI yang terpercaya, serta kemampuan inovator lokal untuk menghasilkan solusi berskala global menjadi bagian penting menuju target Malaysia sebagai AI Nation pada 2030.

Dari Connectivity Menuju Connectivity plus Computing

Salah satu gagasan utama yang diangkat ZTE dalam kongres ZTE Global Summit ini adalah strategi “Connectivity plus Computing”, yang melihat konektivitas dan komputasi sebagai dua elemen yang semakin tidak dapat dipisahkan.

ZTE Global Summit

Xie Junshi, Executive Vice President dan Chief Operating Officer ZTE, di kongres ZTE Global Summit menjelaskan bahwa perkembangan 5G terus berlangsung secara global, sementara AI kini menjadi salah satu mesin utama pertumbuhan industri. Menurutnya, tantangan berikutnya bukan hanya membangun kapasitas komputasi, tetapi juga meningkatkan pemanfaatannya agar mampu menghasilkan nilai yang lebih besar.

Dalam kongres ZTE Global Summit,  ZTE menggambarkan AI sebagai “otak”, infrastruktur komunikasi sebagai “sistem saraf”, dan perangkat sebagai penghubung dengan dunia digital. Ketika ketiganya terintegrasi, ekosistem tersebut dinilai mampu mengubah cara manusia, perangkat, kendaraan, robot, dan berbagai agen AI berinteraksi.

Sementara itu, Zhang Wanchun, Senior Vice President ZTE, melalui keynote bertajuk “A New Phase of Digital Infrastructure”, memperkenalkan empat elemen transformasi digital, yakni Vision, Volume, Value, dan Venture di ZTE Global Summit.

ZTE Global Summit

Konsep tersebut menekankan bahwa pembangunan infrastruktur digital tidak berhenti pada peningkatan kapasitas jaringan. Infrastruktur harus mampu berkembang menjadi sistem yang menghasilkan nilai ekonomi, meningkatkan efisiensi, serta memberikan dampak nyata bagi industri dan masyarakat.

ZTE AIR MAX Dorong Jaringan Menuju Era AI-Native

Dalam area inovasi jaringan, di ZTE Global Summit ZTE memperkenalkan ZTE AIR MAX, arsitektur tiga lapis yang dirancang untuk menghadapi perkembangan jaringan pada era 6G dan AI.

Solusi ini mencakup ZTE AIR RAN, ZTE AIR Net, dan ZTE AIR Core yang masing-masing dirancang untuk membawa kecerdasan AI ke berbagai lapisan jaringan.

ZTE AIR RAN mengintegrasikan kecerdasan pada site dan jaringan untuk meningkatkan pengalaman pengguna sekaligus efisiensi operasional. Solusi ini mengandalkan empat aspek utama, yaitu Experience, Spectrum, Energy, dan O&M, yang diarahkan untuk meningkatkan pendapatan operator sekaligus menekan biaya operasional.

Kemudian, ZTE AIR Net menggunakan arsitektur AI full-stack dan matriks model “1+N”, termasuk pemanfaatan large language model dan intelligent agent. Teknologi tersebut diarahkan untuk membantu operator menuju jaringan otonom tingkat tinggi, termasuk level L4 dan di atasnya.

Sementara itu, ZTE AIR Core membawa konsep jaringan dari sekadar “pipa konektivitas” menjadi layanan cerdas berbasis intent. Integrasi AI, komputasi, data, dan keamanan memungkinkan terbentuknya Agent Service Network (ASN) yang tidak hanya menghubungkan manusia dan mesin, tetapi juga berbagai entitas AI.

Konsep tersebut membuka kemungkinan baru bagi konektivitas yang melibatkan robot rumah tangga, asisten virtual, figur digital, kendaraan, dan berbagai AI agent yang diperkirakan semakin berkembang di masa depan.

Jaringan Optik AI untuk Mendukung AI Data Center

ZTE juga dalam kongres ZTE Global Summit memperlihatkan teknologi HI-NET dan AI All-Optical Network yang dirancang untuk menjawab kebutuhan transfer data berkapasitas tinggi di era AI.

Solusi HI-NET memanfaatkan teknologi Scale-Across lossless OTN yang didukung AI untuk mendukung transmisi data pelatihan dan inferensi AI antarlokasi pusat data dengan jarak ribuan kilometer.

ZTE juga memperkenalkan core router dengan kapasitas hingga 28,8 Tbps per slot, serta router akses dan agregasi berperforma tinggi 100GE/400GE. Dengan optimasi trafik berbasis AI dan pengelolaan energi dinamis, teknologi tersebut diarahkan untuk meningkatkan efisiensi infrastruktur AI Data Center (AIDC).

Di sisi jaringan akses, AI All-Optical Network menghadirkan Any PON 2.0 dengan dukungan evolusi menuju 50G-PON. ZTE juga mengembangkan integrasi kemampuan komputasi AI pada perangkat jaringan untuk memungkinkan pemrosesan di edge dan analisis kualitas jaringan secara real-time.

AI Factory dan Ekonomi Token Jadi Babak Baru Infrastruktur Digital

Selain jaringan, ZTE melihat perkembangan AI akan menciptakan kebutuhan baru terhadap AI Factory, yaitu infrastruktur yang dirancang khusus untuk memproduksi dan menjalankan beban kerja AI secara efisien.

Solusi TCO-Optimal AI Factory dari ZTE menggabungkan tiga komponen utama, yakni AI Compute, AI Storage, dan AI Network. Pendekatan ini ditujukan untuk menekan cost-per-token dan meningkatkan efisiensi total biaya kepemilikan atau Total Cost of Ownership (TCO).

Konsep tersebut juga berkaitan dengan berkembangnya ekonomi Token, di mana token AI dipandang sebagai bagian penting dari rantai produksi, distribusi, routing, tata kelola, hingga aplikasi AI.

ZTE mendorong terbentuknya ekosistem terbuka melalui kolaborasi dengan operator, perusahaan teknologi, industri, dan developer. Interkoneksi lintas domain serta akses terhadap API dinilai dapat mempercepat pengembangan dan komersialisasi aplikasi berbasis AI.

AI Masuk ke Rumah dan Perangkat Personal

Transformasi AI yang dipamerkan ZTE tidak hanya berhenti di jaringan dan data center. Perusahaan tersebut juga memperluas penerapan AI ke perangkat konsumen melalui konsep AI Home.

ZTE dalam kongres ZTE Global Summit memperkenalkan ekosistem yang menggabungkan konektivitas all-optical, AI, dan layar sebagai tiga fondasi utama. Portofolionya mencakup AI smart display, AI-powered STB, serta kamera IPC yang dapat digunakan dalam berbagai skenario, mulai dari hiburan hingga kebutuhan rumah tangga.

Di segmen perangkat personal, ZTE turut membawa strategi “AI + gaming” melalui smartphone gaming nubia Neo 5 GT dengan sistem active fan-cooling dan nubia Neo 5 Max dengan layar 7,5 inci yang diperkenalkan sebagai perangkat dalam kategori PadPhone.

ZTE juga memperkenalkan ZTE G6 Ultra, CPE 5G-A Wi-Fi 8 yang diklaim menjadi bagian dari upaya menghadirkan konektivitas generasi berikutnya.

Tidak berhenti di smartphone dan perangkat jaringan, ZTE menampilkan sejumlah perangkat AI lainnya, termasuk iMoochi, hewan peliharaan berbasis AI; ZTE TOPFLOW, hub live streaming untuk kebutuhan outdoor dan mobile productivity; serta ZTE U15S Global, perangkat pocket Wi-Fi yang dirancang untuk konektivitas lintas negara.

Membangun Infrastruktur Digital untuk Era AI

Melalui ZTE Global Summit & User Congress 2026, ZTE memperlihatkan arah perkembangan industri teknologi yang semakin bergeser dari sekadar konektivitas menuju ekosistem yang menggabungkan AI, komputasi, jaringan, cloud, perangkat pintar, dan data.

Pesan utama kongres ZTE Global Summit adalah bahwa jaringan masa depan tidak lagi hanya berfungsi sebagai jalur pertukaran data. Jaringan diproyeksikan menjadi fondasi bagi berbagai layanan cerdas, AI agent, perangkat pintar, serta model bisnis digital baru.

Dengan konsep Vision, Volume, Value, dan Venture, ZTE ingin mendorong transformasi infrastruktur digital agar tidak hanya semakin besar secara kapasitas, tetapi juga semakin efisien dan mampu menghasilkan nilai ekonomi baru.

Pada akhirnya, perjalanan menuju era AI-native dan 6G akan sangat bergantung pada kemampuan mengintegrasikan konektivitas dengan komputasi. Bagi ZTE, konektivitas merupakan fondasi, kecerdasan menjadi momentum, sementara “Infinity” menjadi cakrawala baru yang ingin dibangun bersama industri teknologi global.

 

GoogleNews

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses