Indeks News – Perang melawan narkoba memasuki babak yang semakin menegangkan. Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) kini menyoroti organisasi masyarakat (ormas) yang diduga kuat menjadi tameng bagi peredaran barang haram tersebut.
Langkah ini diumumkan langsung oleh Sekretaris Kemenko Polkam, Letnan Jenderal TNI Mochamad Hasan, saat menghadiri pemusnahan barang bukti narkoba di kantor Badan Narkotika Nasional (BNN), Cawang, Jakarta Timur, Jumat (22/8/2025).
“Dan kita mulai menyoroti ormas-ormas yang terafiliasi dengan premanisme yang membekingi kegiatan narkoba,” tegas Hasan.
Hasan tidak menutupi fakta bahwa pemberantasan narkoba di Indonesia menghadapi tantangan luar biasa. Bukan hanya melawan jaringan internasional, tetapi juga menghadapi keterlibatan ormas, bahkan oknum aparat penegak hukum hingga lembaga pemasyarakatan.
“Inilah yang membuat pemberantasan narkotika menjadi tantangan luar biasa berat. Namun bukan mustahil untuk kita lakukan,” ujarnya penuh keyakinan.
Negara, kata Hasan, akan menggunakan seluruh instrumen kekuasaan yang sah. Tidak ada ruang bagi kompromi, sebab narkoba sudah merusak sendi-sendi kehidupan bangsa.
“Negara akan hadir dengan semua instrumen kekuasaan yang sah untuk menghancurkan sedikit narkotika sampai ke akar-akarnya,” tandasnya.
Pemusnahan Setengah Ton Narkoba
Suasana haru sekaligus tegang terasa di halaman BNN, Cawang, hari itu. Asap hitam pekat mengepul dari tumpukan barang bukti narkoba yang dimusnahkan. Jumlahnya mencengangkan: 474 kilogram lebih narkotika lenyap dibakar.
Rinciannya bukan main: 253.067 gram sabu, 218.414 gram ganja, 2.998 gram kokain, serta 94 butir ekstasi.
“Total barang bukti yang dimusnahkan adalah 474.480,68 gram atau kurang lebih hampir setengah ton,” jelas Direktur Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) Deputi Bidang Pemberantasan BNN, Budi Wibowo.
Barang bukti ini merupakan hasil dari 21 kasus pengungkapan selama Juni hingga Juli 2025. Dari operasi itu, BNN berhasil menangkap 43 tersangka di lima wilayah: Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, DKI Jakarta, dan Bali.
Pemusnahan tersebut menjadi simbol nyata bahwa negara benar-benar serius dalam memerangi narkoba. Tidak hanya menyita, tapi memastikan barang haram itu benar-benar musnah dan tidak kembali meracuni masyarakat.
Momentum ini juga menjadi alarm keras bagi ormas, kelompok preman, hingga oknum aparat yang masih mencoba bermain di wilayah hitam narkotika. Negara telah menyatakan perang.




