Jakarta, Indek News – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) membuka layanan hotline pengaduan darurat bagi masyarakat yang mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Langkah cepat ini dilakukan untuk mempercepat penanganan medis dan mencegah risiko fatal bagi penerima manfaat program prioritas pemerintah tersebut.
Dalam pengumuman resmi di akun media sosial X (Twitter), Senin (6/10/2025), Kemenkes mengimbau masyarakat agar segera melapor bila merasakan mual, muntah, pusing, atau sesak napas usai mengonsumsi makanan dari program MBG.
“Mual, muntah, pusing, atau sesak setelah mengonsumsi MBG? Jangan tunggu parah, segera hubungi 119 atau datang ke Puskesmas terdekat untuk mendapat penanganan cepat,” tulis Kemenkes RI.
Selain nomor darurat 119 yang siaga 24 jam dan bebas pulsa, masyarakat juga dapat melapor lewat WhatsApp di nomor +62 87777591097 atau datang langsung ke puskesmas untuk pemeriksaan awal.
Kemenkes memastikan Tim Public Safety Center (PSC) akan segera menindaklanjuti setiap laporan dan menjamin penanganan cepat dan tepat bagi setiap korban.
Langkah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah melindungi kesehatan masyarakat dan menjamin keamanan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan biaya perawatan rumah sakit bagi anak-anak korban keracunan MBG ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah.
“Nanti ini ditanggung biayanya oleh pemerintah,” ujar Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers di Jakarta Selatan, Kamis (2/10).
Senada, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menjelaskan mekanisme penanggulangan kejadian luar biasa (KLB) akibat MBG dilakukan melalui dua jalur.
“Jika pemerintah kota atau kabupaten sudah menetapkan KLB, mereka bisa mengklaim pendanaan ke asuransi.
Sementara untuk daerah yang belum menetapkan KLB, seluruh biaya ditanggung oleh Badan Gizi Nasional,” terang Dadan.
Langkah sigap ini menunjukkan keseriusan pemerintah memastikan Program Makan Bergizi Gratis tetap aman, berkualitas, dan bebas dari risiko kesehatan bagi masyarakat luas.




