Kasus Pembunuhan Bocah 12 Tahun di Cilincing Gegerkan Warga, Pelaku Ternyata Tetangga Korban

Indeks News – Kasus pembunuhan sadis yang dilakukan remaja berinisial MR (15) terhadap bocah VI (12) di kawasan Cilincing, Jakarta Utara, terus menyita perhatian publik.

Fakta terbaru yang diungkap polisi menunjukkan bahwa aksi keji ini ternyata sudah diniatkan pelaku jauh sebelum peristiwa berdarah itu terjadi.

Peristiwa mengerikan ini terjadi pada Senin, 13 Oktober 2025, sekitar pukul 18.30 WIB, di rumah pelaku yang berada di kawasan Kampung Sawah, Semper Timur, Cilincing.

Menurut hasil penyidikan, MR mengajak korban ke rumahnya dengan dalih akan membelikan baju baru. Iming-iming ini sukses membuat VI menuruti ajakan pelaku.

Namun, setibanya di rumah, pelaku langsung membekap korban dan melilit lehernya dengan kabel hingga tak bernyawa.

Lebih tragis lagi, setelah memastikan korban meninggal, pelaku kemudian melakukan tindakan asusila terhadap jasad bocah malang tersebut.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara, Kompol Onkoseno Gradiarso Sukahar, menegaskan bahwa pelaku sudah memiliki niat membunuh sejak awal.

“Yang jelas adalah apa yang dilakukan oleh pelaku ini ada niatan untuk membunuh korban. Alasan membelikan baju itu hanya omongan belaka,” ujar Onkoseno, Jumat (17/10/2025).

Fakta lain terungkap saat kejadian, di mana korban sempat diikuti oleh teman-temannya hingga depan rumah pelaku.

Namun, MR berusaha menahan mereka agar tidak masuk, seolah-olah menyembunyikan sesuatu.

Hingga kini polisi masih mendalami motif sebenarnya. Namun, dari pemeriksaan awal, MR diduga nekat menghabisi korban lantaran sakit hati kepada ibu korban yang kerap menagih utang.

Menurut keterangan, MR memiliki utang untuk kebutuhan sehari-hari.

Penagihan utang yang dilakukan ibu korban disebut membuat pelaku merasa dipermalukan.

Dari situlah, timbul niat busuk untuk melampiaskan dendam dengan cara menghabisi anak dari perempuan yang menagihnya.

“Pelaku pembunuhan berutang kepada ibu korban. Angka pastinya masih kami dalami, tapi dari keterangan awal, sering ditagih dan dipermalukan hingga akhirnya muncul niat membunuh,” jelas Onkoseno.

Warga sekitar yang mendengar kabar pembunuhan itu langsung berbondong-bondong mendatangi rumah pelaku.

Amarah massa sempat tak terbendung hingga MR menjadi bulan-bulanan warga.

Beruntung, polisi segera datang ke lokasi dan mengamankan pelaku sebelum situasi semakin memanas.

Kini, MR sudah ditahan polisi dan dijerat pasal berlapis terkait pembunuhan berencana serta perbuatan cabul.

Kasus ini masih dalam penyidikan mendalam untuk memastikan motif dan kronologi utuhnya.

Tragedi Cilincing ini menjadi potret kelam kriminalitas remaja di Indonesia, di mana faktor ekonomi, dendam, dan lingkungan bisa memicu tindakan brutal di luar batas kemanusiaan.

Polisi masih terus mengusut kasus ini agar terang benderang dan memberikan keadilan bagi keluarga korban.

GoogleNews

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses