Tegas! KAHMI: Negara Wajib Lindungi Guru dari Kriminalisasi!

Jakarta, Indeks News — Ketua Umum Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) Kota Jakarta Timur, Choir Syarifuddin, menegaskan pentingnya negara hadir untuk lindungi guru dari ancaman kriminalisasi dalam menjalankan tugas mendidik dan menegakkan disiplin.

Pernyataan itu menanggapi kasus demo siswa SMAN 1 Cimarga, Kabupaten Lebak, Banten, yang memprotes tindakan kepala sekolah terhadap siswa perokok. Choir menilai kasus tersebut menjadi cermin krisis arah pendidikan karakter di Indonesia.

“Kasus di Lebak ini harus menjadi refleksi nasional. Pemerintah pusat, khususnya Kemdikdasmen dan Kemendikti Saintek, mesti segera menata ulang kebijakan pendidikan karakter yang memberi ruang bagi guru untuk bersikap tegas tanpa takut dikriminalisasi,” tegas Choir di Jakarta, Jumat (17/10/2025).

Choir menegaskan bahwa guru dan kepala sekolah adalah figur moral bangsa yang seharusnya dilindungi secara hukum ketika menjalankan fungsi pembinaan dengan cara-cara mendidik. Ia menilai, banyak aparat dan masyarakat yang keliru menilai tindakan disiplin sebagai kekerasan.

“Polisi harus arif dan bijak dalam menerima laporan dari sekolah. Jangan semua persoalan pendidikan dibawa ke ranah pidana. Kalau setiap tindakan disiplin dianggap kekerasan, maka sistem pendidikan kita akan lumpuh karena guru takut bertindak,” ujarnya.

Menurut Choir, pendidikan karakter sejati lahir dari ketegasan dan kasih sayang. Ia menyebut generasi 90-an ke bawah menjadi pribadi tangguh karena dididik dengan keseimbangan antara disiplin dan empati.

“Dulu, ketika siswa melanggar norma—seperti merokok, bolos, atau bersikap tidak sopan—guru menegur keras bahkan memberi sanksi ringan. Itu bukan kekerasan, melainkan bentuk kasih sayang agar siswa sadar tanggung jawabnya,” jelas Choir.

Choir memperingatkan bahwa kriminalisasi terhadap guru dapat menciptakan krisis otoritas di dunia pendidikan. Jika guru terus dibungkam, maka siswa kehilangan teladan, dan bangsa kehilangan generasi berkarakter.

“Guru akan takut mendidik, siswa kehilangan teladan, dan bangsa kehilangan generasi yang tangguh secara moral,” pungkasnya.

GoogleNews

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses