Mataram, Indeks News –Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal menargetkan angka kemiskinan ekstrem di wilayahnya tuntas pada tahun 2029. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat kemandirian dan kesejahteraan masyarakat desa.
Berdasarkan data terbaru, tingkat kemiskinan ekstrem di NTB saat ini mencapai 2,04 persen. Untuk menekan angka tersebut, Pemprov NTB tahun ini menyasar 40 desa melalui program Desa Berdaya Transformatif dan Desa Berdaya Tematik.
“Target pendampingan sekitar 7.225 kepala keluarga. Nantinya akan ada pendamping khusus yang disiapkan, dan saat ini proses seleksinya sedang berjalan,” ujar Gubernur Iqbal dalam keterangan tertulis, Sabtu (25/10/2025).
Iqbal menegaskan bahwa akar dari berbagai persoalan sosial adalah kemiskinan, sehingga penanganan masalah ini menjadi prioritas utama pemerintahannya. Program Desa Berdaya akan dijalankan dengan dua skema, yaitu Desa Berdaya Tematik dan Desa Berdaya Transformatif.
“Kami ingin memperkuat kemandirian masyarakat desa. Tahap pertama, sebanyak 40 desa akan menjadi sasaran di tahun 2026,” jelasnya.
Untuk tahap selanjutnya, skema tematik akan diterapkan di 1.166 desa dan kelurahan di seluruh NTB, sementara program Desa Berdaya Transformatif difokuskan bagi 106 desa dengan penduduk miskin ekstrem.
Iqbal menambahkan, implementasi program bisa dilakukan melalui perangkat daerah terkait maupun langsung oleh pemerintah desa.
“Implementasinya bisa dilakukan melalui dinas, bisa juga langsung oleh kepala desa,” tutupnya.




