Beranda blog Halaman 235

Farell Kasela Ikuti Jejak Sang Ayah, 2025 Rilis Single Perdana “Tetaplah Kau Jadi Milikku”.

0
Farell Kasela
Foto: Istimewa
Farell Kasela atau Bernama lengkap Farell Noviandhika peyanyi muda berbakat putra kedua vokalis legendaris Radja, Ian Kasela hadir di industri musik tanah air. Bakat Farrel nama pangggilan penyanyi ini pastinya dari sang ayah. Farell resmi merilis single debut berjudul Tetaplah Kau Jadi Milikku pada tanggal 25 July 2025 lalu.

Lagu perdana dari Farell Kasela ini diciptakan oleh Moldy dan diproduseri langsung oleh Ian Kasela dibawah bendera label Kasela Musik.

Farell Kasela berbagi cerita tentang perjalanan bermusiknya dan alasan memilih Tetaplah Kau Jadi Milikku sebagai single perdana.

Farell Kasela
Foto: Istimewa

“Lagu ini bercerita tentang perasaan cinta yang tulus, tentang keinginan sederhana untuk tetap bisa bersama seseorang yang spesial. Dari awal dengar notasi lagunya, saya langsung merasa dekat dengan makna yang terkandung. Saya pikir, ini bukan cuma soal cinta romantis, tapi juga tentang bagaimana kita menghargai orang-orang yang berarti dalam hidup. Musiknya sendiri saya coba hadirkan dengan nuansa yang lebih fresh, ringan, dan relevan buat anak-anak Gen Z yang mencari lagu pop bermakna, tapi tetap easy listening,” ungkap Farell Kasela.

“Ini single pertama saya, dan sengaja saya pilih untuk rilis tepat di ulang tahun saya yang ke-18, karena saya ingin menjadikannya momen spesial. Rasanya kayak hadiah untuk diri sendiri, tapi juga bentuk persembahan untuk pendengar. Sekarang lagunya sudah tersedia di semua platform digital—Spotify, TikTok, Apple Music, YouTube Music, Deezer jadi siapa pun bisa menikmati. Saya excited banget menunggu reaksi dari teman-teman dan penikmat musik Indonesia,” kata Farell Kasela antusias.

Tak hanya sibuk didunia musik, Farell Kasela juga baru saja mengawali langkah akademisnya di Universitas Indonesia (UI).

Farell Kasela
Foto: Istimewa

“Saya bersyukur banget bisa masuk UI lewat jalur undangan. Bagi saya pendidikan tetap penting, meski passion saya di musik. Jadi sekarang saya sedang berusaha menyeimbangkan dunia akademis dan musik. Memang nggak mudah, tapi saya percaya keduanya bisa berjalan beriringan kalau kita punya komitmen,” ujarnya.

Menariknya, Farell mengaku sudah jatuh cinta pada musik sejak kecil, meski baru kini berani melangkah ke industri profesional.

“Saya sejak kecil sudah sering melihat bagaimana ayah saya berkarya, rekaman, manggung, berinteraksi dengan penggemar. Itu secara tidak langsung menular. Musik bagi saya bukan cuma hiburan, tapi cara untuk mengekspresikan diri. Setiap nada, setiap lirik, punya jiwa yang ingin saya sampaikan. Jadi meski baru debut sekarang, perjalanan ini sebenarnya sudah panjang sejak saya belajar gitar, vokal, sampai akhirnya rekaman,” tutur remaja yang kini berusia 17 tahun itu.

Farell Kasela
Foto: Istimewa

Farell juga menjelaskan alasan mengapa dirinya memilih genre Pop R&B dalam karya perdananya, berbeda dengan jejak ayahnya yang identik dengan rock.

“Kalau dulu mungkin orang lebih kenal Kasela dengan warna musik rock, kali ini saya ingin hadir dengan sesuatu yang lebih ringan, lebih dekat dengan telinga generasi saya. Tetaplah Kau Jadi Milikku adalah pop yang lembut tapi tetap punya spirit. Saya ingin musik saya bisa jadi soundtrack untuk banyak anak muda yang lagi jatuh cinta atau bahkan berjuang mempertahankan cinta,” jelasnya penuh percaya diri.

Meski lahir dari keluarga musisi, Farell menegaskan bahwa ia ingin dikenal karena karyanya sendiri, bukan semata-mata karena nama besar ayahnya.

“Saya sadar banget orang mungkin akan bilang, ‘Oh, ini anaknya Ian Kasela’. Tapi saya ingin membuktikan bahwa saya bisa berdiri dengan karya saya. Saya berusaha totalitas dari sisi vokal, interpretasi, sampai promosi. Ayah saya sebagai produser lebih banyak jadi mentor, bukan pengarah yang mendikte. Justru beliau membebaskan saya untuk menemukan suara saya sendiri,” ucap Farell.

Dengan semangat baru, Farell berharap single debutnya bisa menjadi pintu pembuka untuk karier panjang di industri musik Indonesia.

“Harapan saya sederhana, semoga lagu ini bisa menemani banyak orang di momen-momen penting hidup mereka. Kalau orang bisa merasa terhubung dengan liriknya, itu sudah jadi pencapaian besar buat saya. Ini baru awal, dan saya berjanji akan terus belajar, terus berkarya, dan semoga suatu saat bisa memberi warna baru di musik Indonesia,” pungkasnya. Dan untuk MV dari lagu Tetaplah Kau Jadi Milikku ini akan segera tayang di channel youtube Farell Kasela.

Tambahan informasi buat teman-teman bahwa Farell juga sudah beberapa kali hadir diatas panggung besar dijakarta seperti acara musik synchronize fest hingga ke negara tetangga Malaysia sebagai featuring bersama band Radja.

Kisruh Ijazah Gibran Lagi-Lagi Jokowi Singgung “Orang Besar” di Baliknya

0
Ijazah Gibran

Indeks News – Kisruh ijazah Gibran kembali mencuat ke publik. Munculnya gugatan hukum membuat perhatian publik tertuju pada sosok ayahnya, mantan Presiden Joko Widodo. Namun alih-alih gusar, Jokowi justru menanggapi dengan santai dan penuh seloroh.

“Ijazah Jokowi dimasalahkan. Ijazah Gibran dimasalahkan. Nanti sampai ijazah Jan Ethes pun dimasalahkan,” ujarnya sambil berkelakar, Jumat, 12 September 2025.

Ucapan itu membuat suasana seolah mencair, namun di balik senyum dan canda, ada nada serius ketika ia menyebut ada “orang besar” yang disebutnya membackup isu ini hingga mampu bertahan lebih dari empat tahun.

Ikuti Proses Hukum Terkait Kisruh Ijazah Gibran

Jokowi menegaskan, meski isu ini berlarut, keluarganya memilih mengikuti jalur hukum. “Ya, apapun itu, kita ikuti proses hukum yang ada. Semuanya kami layani,” katanya.

Gugatan terkait ijazah Gibran kini sedang berjalan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Penggugat bernama Subhan Palal menilai Gibran tak memiliki ijazah SMA sederajat di Indonesia, karena menggunakan sertifikat dari Orchid Park Secondary School di Singapura.

Sidang perdana yang digelar awal pekan ini terpaksa ditunda karena pihak tergugat tak hadir.

Alasan Sekolah di Singapura

Jokowi tak menampik bahwa dirinya lah yang mencarikan sekolah untuk Gibran di luar negeri. “Iya, di Orchid Park Secondary School Singapura, yang mencarikan saya. Itu saya ngerti lah,” katanya.

Ia mengaku sengaja mengirim Gibran ke luar negeri agar putra sulungnya bisa belajar mandiri. “Biar mandiri aja,” ujarnya singkat.

Deretan Gugatan Ijazah

Bukan hanya Gibran, Jokowi sendiri kembali harus menghadapi gugatan soal keabsahan ijazah. Dua alumni Universitas Gadjah Mada (UGM), Top Taufan Hakim dan Bangun Sutoto, resmi melayangkan Citizen Lawsuit (CLS) terhadap Jokowi.

Dalam gugatan itu, Jokowi menjadi tergugat utama. Selain dia, ada Rektor UGM Ova Emilia, Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran Wening Udasmoro, Kepolisian Republik Indonesia, serta pihak UGM yang masuk sebagai turut tergugat.

Pengadilan Negeri Kota Solo sudah menjadwalkan sidang perdana pada Selasa, 16 September 2025 pukul 10.00 WIB. Gugatan ini didaftarkan dengan nomor registrasi PN-SKT 28082025GIR pada 28 Agustus 2025 lalu oleh kuasa hukum Muhammad Taufiq.

Jokowi menegaskan isu ijazah bukanlah hal baru. “Kan tidak hanya sehari-dua hari. Ini sudah dari empat tahun yang lalu. Kalau yang napasnya panjang itu enggak ada yang mem-backup, kan tidak mungkin,” katanya dengan nada serius.

Pernyataan ini memunculkan spekulasi tentang siapa sosok “orang besar” yang ia maksud. Namun Jokowi tidak menyebut nama.

Kisruh ijazah kini menjadi polemik yang terus berulang dalam panggung politik Indonesia. Dari Jokowi, Gibran, hingga kemungkinan menyinggung cucunya kelak, isu ini seolah tak pernah usai.

Namun di balik hiruk pikuk gugatan, Jokowi tampak memilih jalur yang sama: menghadapi dengan tenang, sambil menyerahkan semuanya pada proses hukum.

Kapal Patroli KKP Dibakar Massa di Pesisir Selatan, 8 Petugas Selamat dari Amukan Amarah Nelayan

0
Kapal Patroli KKP

Indeks News – Suasana mencekam menyelimuti Pantai Muara, Kecamatan Linggo Sari Baganti, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, pada Jumat (12/9/2025). Sebuah kapal patroli milik Direktorat Jenderal Pengawas Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan habis dilalap api setelah dibakar massa nelayan yang tersulut emosi.

Kapal patroli berbentuk speedboat itu sebenarnya bertugas menjaga laut dari aktivitas penangkapan ikan ilegal. Namun siang itu, amarah nelayan meluap tak terbendung. Mereka menilai keberadaan patroli sebagai ancaman setelah kapal mereka dikejar karena diduga menggunakan pukat lampara dasar, alat tangkap terlarang yang sudah dilarang sejak tahun 1980.

Detik-Detik Kapal Patroli KKP Dibakar Massa

Kapten kapal PSDKP, Hakimi, menuturkan kronologi mencekam yang dialaminya. Ia bersama tujuh anggota tim tengah berpatroli ketika melihat kapal nelayan menggunakan mini trawl di perairan sekitar.

“Kami mencoba menghentikan kapal nelayan itu. Saat dikejar, mereka justru melarikan diri ke arah pantai,” ujar Hakimi dengan wajah tegang.

Namun, nasib berkata lain. Kapal patroli PSDKP kandas di perairan dangkal dekat bibir pantai. Dalam hitungan menit, ratusan massa nelayan mendekat. Situasi yang semula patroli rutin berubah menjadi kerumunan penuh amarah. Teriakan, desakan, lalu percikan api, hingga akhirnya kapal patroli yang terjebak tak bisa lagi diselamatkan.

Delapan Petugas Selamat

Meski kapal luluh lantak, nyawa delapan petugas PSDKP berhasil diselamatkan. Kapolsek Linggo Sari Baganti, AKP Welly Anofri, memastikan semua personel kini dalam kondisi aman.

“Seluruh petugas berhasil dievakuasi dan kini diamankan di Mapolsek,” tegas Welly.

Raut lega jelas terlihat dari para petugas yang baru saja lolos dari amukan massa. Asap hitam masih membumbung tinggi di belakang mereka, meninggalkan jejak pilu tentang bagaimana kapal patroli negara bisa terbakar di tangan rakyatnya sendiri.

Pukat lampara dasar atau mini trawl yang menjadi sumber masalah sesungguhnya adalah alat tangkap yang merusak ekosistem laut. Terumbu karang hancur, udang dan ikan dasar terkuras, dan laut kehilangan daya hidupnya. Karena itulah, penggunaannya dilarang keras sejak lebih dari empat dekade lalu.

Namun di lapangan, nelayan kecil tetap tergoda memakainya. Hasil tangkapan lebih banyak, meski harus mengorbankan keberlanjutan laut. Ketika patroli datang menindak, benturan pun tak terelakkan.

Kini, bukan hanya laut yang terluka, tetapi juga hubungan antara aparat penegak aturan dengan masyarakat pesisir. Kapal negara hangus, nelayan penuh amarah, sementara laut yang seharusnya dijaga tetap menghadapi ancaman eksploitasi.

Polisi Selidiki Kasus Pembakaran

Hingga malam, bara api masih terlihat di lokasi kejadian. Polisi kini tengah menyelidiki peristiwa tersebut, mencoba menelusuri siapa yang memimpin aksi pembakaran.

“Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut,” tambah AKP Welly singkat.

Kasus ini bukan hanya soal kapal yang terbakar, tetapi juga tentang kepercayaan, aturan yang ditegakkan, dan perlawanan masyarakat yang hidup bergantung pada laut.

Nikita Mirzani Terancam Lumpuh hingga Kehilangan Nyawa di Balik Tembok Rutan

0
Nikita Mirzani

Indeks News – Nikita Mirzani terancam lumpuh. Itulah kabar mengejutkan yang datang dari balik jeruji besi Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur. Aktris penuh kontroversi itu kini harus menanggung derita kesehatan serius di tengah proses hukum yang menjeratnya.

Sejak ditahan terkait kasus dugaan pemerasan terhadap Reza Gladys, kondisi tubuh Nikita Mirzani semakin memburuk. Ia menderita saraf terjepit di leher yang makin parah sejak menjalani masa tahanan. Penyakit ini bukan sekadar keluhan biasa, melainkan ancaman nyata yang bisa membuatnya kehilangan kemampuan bergerak, bahkan nyawa.

“Aku pernah operasi leher, ada pengapuran di tulang nomor 5, sudah pakai pen. Nah sekarang jadi makin parah,” ungkap Nikita lirih usai sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis 11 September 2025.

Kasur Rutan yang Jadi Mimpi Buruk Nikita Mirzani

Bagi banyak orang, kasur mungkin hanya tempat tidur. Namun bagi Nikita Mirzani, kasur di balik rutan justru jadi sumber derita. Ia mengaku alas tidur yang keras dan tidak sesuai kebutuhan membuat tulang lehernya bergeser, menimbulkan benjolan, pusing, sesak napas, hingga rasa nyeri yang menyiksa.

“Tidur di tahanan itu kasurnya nggak sesuai sama kebutuhan aku. Jadi tulang lehernya geser, terus ada benjolan,” jelasnya.

Sebelum dipindahkan ke Pondok Bambu, Nikita sudah merasakan keluhan serupa di Polda Metro Jaya. Namun, proses pengobatan terhenti akibat prosedur pemindahan. Kini, kondisinya kian mengkhawatirkan.

Dokter Sarankan Fisioterapi Intensif

Tim medis menyarankan Nikita menjalani fisioterapi enam minggu dengan frekuensi dua hingga tiga kali dalam seminggu. Jika terapi gagal, operasi besar menjadi pilihan terakhir.

“Kemarin sempat berobat, tapi harus lanjut fisioterapi 6 minggu, seminggu 2–3 kali,” ungkapnya.

Yang membuat situasi makin genting, posisi saraf di leher sangat vital karena terhubung langsung ke otak dan jantung. Nikita pun sadar betul risiko yang ia hadapi.

“Sumsum tulang leher itu ada dua kabel, satu ke otak, satu ke jantung. Kalau makin menyempit, ya naudzubillah amit-amit, bisa fatal,” ujarnya dengan wajah cemas.

Ancaman Nyata: Lumpuh atau Kehilangan Nyawa

Ucapan Nikita Mirzani seakan jadi peringatan keras. Jika penyempitan saraf tak segera ditangani, ia bisa lumpuh seumur hidup, bahkan kehilangan nyawa.

“Ya kalau makin menyempit, amit-amit ya, bisa nggak ada Nikita Mirzani lagi,” katanya pelan, menahan haru.

Menyadari bahaya yang mengintai, kuasa hukum Nikita bergerak cepat. Mereka mengajukan permohonan agar kliennya bisa menjalani pengobatan di luar rutan. Tujuannya jelas: memastikan hak Nikita atas perawatan medis tetap terjamin, sekaligus mencegah risiko yang lebih parah.

Kondisi ini tak hanya mengguncang keluarga, tetapi juga mengundang simpati publik. Meski dikenal penuh kontroversi, banyak yang berharap Nikita segera mendapat penanganan layak.

Kini, kasus hukum yang membelitnya seakan bergeser. Sorotan publik lebih banyak tertuju pada keselamatan dan kesehatan Nikita Mirzani. Masyarakat menanti, apakah pihak berwenang akan memberi ruang bagi pengobatan medis yang pantas, ataukah Nikita harus tetap berjuang di balik tembok rutan dengan risiko hidup yang terus menghantui.

Koleksi UNIQLO: C Fall/Winter 2025, Inspirasi Styling ala Sheila Dara hingga Pesona Yuri SNSD.

0
UNIQLO
UNIQLO dengan bangga mempersembahkan koleksi UNIQLO: C Fall/Winter 2025, koleksi spesial hasil kolaborasi dengan desainer ternama Clare Waight Keller. Terkenal dengan tailoring yang refined dan kepekaan desain yang halus, Clare meramu elemen khasnya ke dalam rangkaian pakaian yang sleek, versatile, dan modern.

Koleksi UNIQLO: C Fall/Winter 2025 ini menafsirkan ulang filosofi LifeWear dengan pendekatan baru, yaitu menghadirkan keanggunan instan lewat potongan yang clean, detail yang dirancang cermat, serta penggunaan palet warna yang sophisticated dan mudah dipadupadankan.

Lebih dari sekedar busana musiman, koleksi UNIQLO: C Fall/Winter 2025 dirancang untuk menjadi bagian dari ritme kehidupan sehari-hari. Setiap item lahir dari gagasan bahwa pakaian tidak hanya selalu harus nyaman, tetapi juga mampu mengangkat rasa percaya diri pemakainya. Dengan siluet streamlined, material lembut, dan desain yang thoughtful, koleksi ini menunjukkan bagaimana LifeWear bisa tampil lebih elevated dan penuh karakter untuk menemani berbagai aktivitas sehari-hari.

UNIQLO

“Koleksi UNIQLO : C menghadirkan modernitas yang mengalir, menyatu dengan ritme kehidupan sehari-hari. Setiap item dirancang untuk memberi sentuhan elegan sekaligus fungsional, sehingga memudahkan siapa pun tampil refined dalam berbagai kesempatan, dari momen kasual hingga suasana yang lebih formal,” ungkap Evy Christina Setiawan, Senior Marketing Manager UNIQLO Indonesia.

Styling Inspiration: UNIQLO : C dalam Kehidupan Sehari-hari

Setiap orang punya gaya khas dalam mengekspresikan dirinya, dan koleksi UNIQLO : C hadir sebagai kanvas untuk berkreasi sesuai karakter masing-masing. Dari tampilan kasual, outfit nyaman untuk perjalanan, hingga gaya sleek dengan nuansa senada, para selebriti dan influencer tanah air menghadirkan interpretasi segar yang membuktikan bahwa instant elegance bisa dengan mudah diaplikasikan untuk tampilan sehari-hari.

UNIQLO

1. Polished Everyday Look

Dengan potongan yang versatile dan siluet clean, koleksi UNIQLO: C membuktikan bahwa outfit harian pun bisa dibuat elegan. Pilihan layering sederhana mampu memberi kesan modern dan chic dengan instan.

Sheila Dara menampilkan gaya preppy chic yang rapi sekaligus fun. Ia memadukan Jaket Kemeja Katun Kerah Tegak Lengan Panjang yang dilapis dengan Rompi Pendek Kasmir Kerah Bulat dan Rok Panjang Lipit.

UNIQLO

Kombinasi ini menciptakan nuansa feminin sekaligus polished, mencerminkan karakter Sheila yang dinamis dan menyukai tampilan sederhana.

Tiqasya menghadirkan interpretasi berbeda dari polished daily look melalui pilihan warna gelap yang sleek. Paduan Mantel Panjang yang di-layer di atas HEATTECH Ekstra Hangat T-Shirt Kasmir Campuran Kerah Bulat dengan Celana Rileks Tapered Lebar menciptakan kesan edgy. Aksesori minimalis seperti kacamata hitam menambahkan sentuhan kontemporer, menyempurnakan look ini untuk aktivitas harian yang padat.

Gaya ini menampilkan keseimbangan antara playful dan refined. Pemilihan palet warna netral membuat look Tiqasya terasa kontemporer sekaligus chic, mencerminkan gaya berpakaian yang ringan namun tetap berkarakter.

2. Effortless On-the-Go

Mobilitas tinggi menuntut outfit yang praktis namun tetap gaya. Koleksi UNIQLO : C menghadirkan pilihan travel-friendly yang simpel, nyaman, namun tetap memberi penampilan yang berkesan.

Baskara Mahendra tampil dengan gaya maskulin yang santai sekaligus praktis. Ia mengenakan BLOCKTECH Jaket Parka warna hijau tua yang dilapis diatas Sweater Oversize abu-abu dan Celana Fit Lebar Sweat, menciptakan layering yang nyaman sekaligus hangat untuk bepergian.

Penampilan ini semakin sempurna dengan sneakers putih, menambah kesan sporty yang clean. Look Baskara memancarkan nuansa effortless sekaligus fungsional, menunjukkan bahwa kenyamanan tidak harus mengorbankan gaya. Pilihan outer relaxed yang dipadukan dengan warna hijau yang pop cukup membuat tampilan Baskara stand out walaupun dalam tampilan sederhana. Pairing ini dapat menjadi pilihan go-to untuk hangout maupun airport look.

Bagi Harumi PS yang kerap bepergian untuk berbagai agenda, outfit ideal harus bisa menjembatani dua hal: kenyamanan maksimal dan sentuhan gaya yang tetap on point. Karakternya yang karismatik dan selalu tampil anggun tercermin lewat pilihan palet earthy yang timeless memberi kesan elegan bak old money look yang tak lekang oleh tren. Dengan paduan Sweater Oversize dan Celana Fit Lebar Sweat berwarna senada, yang ia kenakan dengan PUFFTECH Jaket ini menggambarkan go-to Harumi yang tak hanya travel-friendly, tetapi juga anggun, seolah effortless namun tetap penuh wibawa. Koleksi UNIQLO : C menegaskan bahwa fungsionalitas bisa berjalan seiring dengan gaya, menjadikannya pilihan sempurna bagi perempuan modern yang aktif.

Aqsa Aswar & Jeje Soekarno menampilkan kekompakan gaya lewat palet warna earthy yang hangat sekaligus maskulin. Jeje mengenakan padanan Jaket Rajut cokelat tua dengan Kemeja Broadcloth Oversize hijau tua dan celana Kulot, menampilkan nuansa refined dalam balutan siluet rileks yang nyaman.

Sementara itu, Aqsa memilih Cardigan Ritsleting Kerah Bulat yang dipadukan dengan Celana Curve Katun Ankle, memberi kesan tampilan maskulin yang tegas sekaligus berkarakter.

Pilihan outfit keduanya memancarkan harmoni visual yang menarik: satu menghadirkan look yang terkesan laid-back dan berwibawa, sementara satunya menonjolkan struktur rapi. Kontras ini menunjukkan bagaimana koleksi UNIQLO : C mampu merangkul kepribadian yang berbeda, memberi ruang bagi ekspresi dan style personal masing-masing individu sembari memberikan kesan elegan yang effortless.

Sebagai mompreneur dengan rutinitas yang padat, Tyna Dwi Jayanti memilih gaya praktis, namun pilihan styling ini tetap mampu memancarkan aura feminin Tyna yang natural. Ia tampil dalam Kemeja Cocoon Katun Lengan Panjang biru yang dilapis dengan Rompi Pendek Kasmir Kerah Bulat berwarna senada, dan dipadukan dengan Celana Curve Katun Ankle warna beige yang lembut. Siluet panjang memberikan kesan rapi, sementara pemilihan padanan warna ini membuat tampilannya terasa harmonis dan modern. Styling ini menjadi contoh bagaimana seorang perempuan aktif dapat tetap terlihat chic, tanpa mengorbankan kenyamanan dalam kesehariannya.

3. Tone-on-Tone Elegance

Amanda Rawles menghadirkan interpretasi gaya urban sekaligus edgy. Ia memilih Jaket Tailored Double Breasted warna abu-abu yang dipadukan dengan Rok Model Celana Flare hitam dan Sweater Rileks Kasmir Kerah V (Syal) abu-abu, menghasilkan look tone-on-tone yang sleek. Permainan layering ini semakin berkarakter dengan tambahan Sepatu Bot Pendek Bertali (Lace Up) hitam yang memperkuat statement, menciptakan kontras antara klasik dan edgy.

Look Amanda membuktikan bahwa outfit dengan nuansa monokrom tak selalu kaku, tetapi justru bisa menghasilkan statement look yang bold, powerful, sekaligus nyaman untuk dikenakan dalam berbagai kesempatan.

Dua bersaudari April dan Summer Widira menunjukkan bagaimana tone-on-tone bisa menjadi medium ekspresi elegan yang menyiratkan karakter individual mereka. Gaya layering Cardigan Waffle Rajut Kerah Bulat, Rompi Pendek Kasmir Kerah Bulat, dan Rok Model Celana Flare menghadirkan harmoni visual yang sophisticated tanpa terasa monoton. Sementara Sweater Kerah Tinggi Low Gauge yang dipadukan dengan Celana Flare memberi aura feminin yang tertuang dalam siluet flare yang anggun dan powerful. Meski memiliki preferensi berbeda, pilihan outfit yang dipilih The Widiras ini menunjukkan bahwa tampilan kembaran bisa tetap harmonis tanpa kehilangan sentuhan individualitas. Keduanya bisa tetap tampil dalam nuansa elegan yang timeless, mengekspresikan gaya pribadi, serta nyaman untuk menemani kegiatan sehari-hari.

Inka Angela menampilkan interpretasi gaya urban yang sleek dengan sentuhan edgy feminin. Ia memilih Kemeja Broadcloth Oversize Lengan Panjang yang dipadankan dengan Rompi Pendek Kasmir Kerah Bulat abu-abu, serta Celana Flare senada untuk menciptakan siluet modern yang tegas.

Look ini memadukan elemen klasik dengan nuansa kontemporer, menghasilkan tampilan yang chic sekaligus berani. Palet warna netral yang kontras dengan potongan clean membuat outfit ini versatile dan mudah diadaptasi untuk berbagai suasana. Inka memperlihatkan bagaimana layering sederhana bisa diolah menjadi gaya yang penuh karakter, sehingga menjadikan look ini sebagai pilihan sempurna bagi siapapun yang ingin tampil bold dan refined.

Sebagai penyuka fashion monochrome, Cissylia Van Leeuwen menampilkan gaya minimalist sleek dengan nuansa modern yang effortless. Ia memilih Kemeja Cocoon Katun Lengan Panjang yang dipadukan dengan Rompi Hoodie Waffle Rajut dan Celana Curve Katun Ankle, dalam dominasi warna biru yang memberi kesan polished dan juga elegan.

Gaya ini menekankan pada siluet sederhana yang timeless, sehingga memperlihatkan bahwa less is more.

Dengan pemilihan potongan yang presisi, Cissylia menunjukkan bahwa gaya minimalis bisa tetap tampil berkelas, chic, namun juga relevan untuk keseharian perempuan modern yang sangat mengutamakan kenyamanan.

Koleksi UNIQLO: C tak hanya memikat di Jakarta, tetapi juga mendapatkan sorotan global lewat acara peluncuran di Seoul. Kehadiran bintang Korea seperti Yuri SNSD, Hwang In Yeop, dan Jung Yong Hwa CNBLUE pada acara yang diselenggarakan di Seoul memperkuat karakter aspiratif koleksi ini, sekaligus menegaskan daya tariknya yang universal. Seperti Hwang In Yeop yang tampil maskulin dalam tampilan tailored dengan paduan BLOCKTECH Jaket Parka yang dipadukan dengan Kemeja Broadcloth Oversize biru berlapis Cardigan Ritsleting Kerah Bulat yang menghadirkan nuansa effortless modern dan sleek, atau Jung Yong Hwa yang memilih gaya urban elegan dengan Jaket Rajut yang dikenakan di atas Cardigan Ritsleting Kerah Bulat dan Kemeja Broadcloth Oversize. Yuri SNSD pun tampil memukau dengan Jaket Kemeja Katun Kerah Tegak yang memancarkan sisi membuktikan fleksibilitas koleksi UNIQLO : C untuk berbagai karakter dan kesempatan.

Koleksi lengkap UNIQLO : C Fall/Winter 2025 kini telah tersedia di toko UNIQLO Pondok Indah Mall 3 dan Senayan City, serta online di UNIQLO.com.

Beberapa item juga tersedia di seluruh toko UNIQLO. Informasi selengkapnya mengenai koleksi dapat diakses melalui tautan: https://www.uniqlo.com/id/id/women/special-collaboration/uniqlo-c

 

Air Mata di Ujung Sajadah 2, Janjikan Cerita Yang Lebih Emosional dan Sarat Makna.

0
Air Mata di Ujung Sajadah 2
Saat Konference Pers / Foto: Eny
Air Mata di Ujung Sajadah 2 (AMDUS 2) Film Drama Keluarga produksi Beehave Pictures yang kembali digarap oleh sutradara Key Mangunsong, dibintangi oleh Titi Kamal, Citra Kirana, Faqih Alaydrus, Daffa Wardhana, Jenny Rachman, dan Mbok Tun ini akan tayang di bioskop Indonesia mulai 23 Oktober 2025, menghadirkan cerita yang lebih emosional, penuh kejutan, sekaligus menegaskan satu hal yang abadi: cinta seorang ibu kepada anaknya.

Film Air Mata di Ujung Sajadah 2 baru saja resmi merilis official trailer dan poster dalam sebuah press conference yang digelar pada 12 September 2025. Melanjutkan kisah film pertama yang berhasil menyentuh hati lebih dari 3,1 juta penonton, Air Mata di Ujung Sajadah 2 menampilkan official trailer yang menegaskan pesan utama film ini: cinta seorang ibu untuk anaknya yang tak terbatas ruang dan waktu.

Trailer resmi yang ditayangkan memperlihatkan pedihnya drama keluarga yang menjadi inti dari Air Mata di Ujung Sajadah 2. Penonton diajak menyaksikan Aqilla (Titi Kamal) yang berusaha masuk kembali ke kehidupan putranya, Baskara (Faqih Alaydrus), yang telah lama diasuh oleh Yumna (Citra Kirana) setelah sebuah tragedi menyerang keluarga Yumna. Konflik semakin memuncak ketika Baskara tanpa sengaja mendengar kebenaran pahit, bahwa ia bukan anak kandung Yumna. Berbagai pertanyaan pun muncul, akankah cinta mampu menyatukan kembali hati yang sudah retak? Apakah Baskara dapat menerima kejutan pahit tersebut?

Air Mata di Ujung Sajadah 2
Produser dan Para Pengisi Soundtrack / Foto: Eny

Poster resmi Air Mata di Ujung Sajadah 2 yang turut diluncurkan menampilkan nuansa hangat namun sarat makna. Baskara tampak dirangkul oleh Yumna duduk di satu sisi dan Aqilla berada di sisi lainnya. Sementara karakter-karakter pendukung seperti Eyang Murni (Jenny Rachman), Fathan (Daffa Wardhana), dan Mbok Tun hadir di latar belakang, menandakan bahwa keluarga dan lingkungan sekitar akan ikut terlibat dalam perjalanan emosional kali ini.

“AMDUS 2 memperkuat pesan yang telah disampaikan dalam film pertama, yaitu tak terbatasnya cinta ibu bagi anak. Kami berharap film ini kembali menyentuh hati penonton Indonesia dengan cerita yang semakin dalam.”ujar Produser Ronny Irawan menyampaikan antusiasmenya atas perilisan ini saat press conference di XXI Plaza Senayan, Jumat (12/9/2025).

“Bisa kembali memerankan Aqilla membuat saya kembali merasakan perasaan seorang ibu yang penuh kerinduan. Ini film yang dekat dengan hati banyak orang.” kataTiti Kamal mengungkapkan betapa personal peran Aqilla baginya.

Air Mata di Ujung Sajadah 2
Saat press conference/ Foto: Eny

Sementara Citra Kirana menyebut pengalaman memerankan Yumna sebagai perjalanan emosional baginya. “Yumna adalah sosok ibu angkat yang tulus, dan saya yakin banyak penonton bisa melihat dirinya dalam sosok Yumna, cinta seorang ibu tidak pernah ada bedanya, kandung atau tidak.”

Air Mata di Ujung Sajadah 2 melanjutkan kisah Aqilla yang harus menerima kenyataan hidup tanpa anak kandungnya, Baskara. Setelah berbulan-bulan tidak mengetahui perkembangan sang anak karena media sosial Yumna mendadak tidak aktif, Aqilla terpaksa berangkat ke Solo untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.

Perjalanan itu membuka kembali luka lama dan memicu konflik mendalam antara Aqilla dan Yumna, memperlihatkan betapa sulitnya sebuah keluarga bertahan di tengah kehilangan dan pengorbanan.

Air Mata di Ujung Sajadah 2
Para Cast / Foto: Eny

Acara press conference juga diramaikan dengan perilisan resmi MV official soundtrack terbaru dari Air Mata di Ujung Sajadah 2 “Bukan Lagi Rumahmu” yang dibawakan oleh Andmesh. Musisi asal Nusa Tenggara Timur itu menyampaikan salam hangat dan rasa syukurnya kepada para penonton melalui video greetings yang ditampilkan pada acara press conference. “Terima kasih teman-teman yang sudah datang dan mengapresiasi karya ini. Semoga lagu ini bisa mewakilkan setiap scene dan perasaan teman-teman untuk bisa menyatu dengan film ini.”

Acara press conference film ini dihadiri oleh produser Ronny Irawan, sutradara Key Mangunsong, para pemeran utama seperti Titi Kamal, Citra Kirana, Faqih Alaydrus, Daffa Wardhana, Jenny Rachman, Leony V.H, dan Mamang Osa, serta jajaran pengisi soundtrack resmi.

Suasana semakin syahdu ketika para penyanyi OST membawakan penampilan spesial: Farel Prayoga menyentuh hati lewat “Cinta Untuk Mama”, Yogie Nandes dan Keke Adiba menyalurkan kehangatan lewat “Bintang-Bintang”, dan Fadhilah Intan menambahkan nuansa haru dengan “Pura-Pura Bahagia”.

Air Mata di Ujung Sajadah 2
Foto: Eny

Temukan arti keluarga dalam Air Mata di Ujung Sajadah 2 dan bersiaplah untuk hanyut dalam kisah penuh air mata, cinta, dan pengorbanan. Untuk informasi lebih lanjut, ikuti sosial media resmi @beehavepictures dan @airmatadiujungsajadahfilm.

Prancis Membara: “Block Everything” Guncang Negeri, Rakyat Menantang Pemerintah

0
Prancis
Indeks News – Asap gas air mata menggulung langit Kota Paris di Prancis. Ban terbakar menjadi pagar api di Nantes. Jeritan protes menggema dari stasiun ke jalan tol, menyulut gelombang kemarahan rakyat yang tampaknya telah mencapai titik didih. Di balik kekacauan ini, satu pesan bergema kuat: cukup sudah.

Pada Rabu, 10 September 2025, Prancis memasuki babak baru dari krisis politik dan sosial yang mengguncang pondasi pemerintahannya. Gerakan anti-pemerintah yang menamakan diri “Block Everything”—Blokir Semuanya—mewujudkan amarah publik dalam aksi serentak yang memacetkan negeri, membenturkan rakyat dengan aparat, dan mengguncang kepercayaan terhadap kekuasaan yang kini dianggap tuli terhadap penderitaan warganya.

Di Balik Ledakan Amarah: Politik yang Gagal Menenangkan

Semua bermula dari Senin malam yang penuh drama. François Bayrou, perdana menteri saat itu, mengambil langkah nekat: mengajukan mosi tidak percaya terhadap pemerintahannya sendiri demi memaksa lolosnya anggaran penghematan senilai €35 miliar. Namun pertaruhannya gagal. Ia kalah—dan jatuh.

Di tengah kekacauan itu, Presiden Emmanuel Macron bertindak cepat, menunjuk Menteri Pertahanan Sébastien Lecornu sebagai perdana menteri baru. Tapi langkah ini justru memperkeruh suasana. Lecornu mewarisi tugas berat: menjual kembali paket penghematan yang sebelumnya sudah ditolak rakyat. Potongan dua hari libur nasional, pembekuan dana pensiun, pengurangan pegawai negeri—semua adalah pukulan telak bagi kehidupan masyarakat bawah.

Api di Jalanan, Asap di Udara

Tak butuh waktu lama bagi rakyat untuk bereaksi. Di Paris, kerusuhan meledak di sekitar Gare du Nord—jantung transportasi Eurostar. Ratusan demonstran bentrok dengan aparat. Gas air mata mengepul. Lebih dari 100 orang ditangkap dalam hitungan jam.

Di kota Lyon, demonstran menyerbu stasiun kereta Perrache. Di Nantes, barikade ban terbakar melumpuhkan jalan raya. Jalan tol utama seperti A10 di Poitiers sempat diblokir total. Operator jalan raya melaporkan gangguan di seluruh negeri, termasuk di sekitar Marseille dan Montpellier.

Setidaknya 250 orang ditangkap dalam sehari, tetapi jumlah yang turun ke jalan terus membengkak. Mereka bukan sekadar massa liar—mereka adalah pekerja, mahasiswa, sopir, dan pensiunan. Mereka datang dengan satu semangat: menolak diperas lebih jauh oleh negara yang mereka nilai gagal mengelola keuangan tanpa mengorbankan rakyat.

Suara Rakyat: “Kami Sudah Muak”

Dari tengah kerumunan, suara seperti Nicolas, mahasiswa 19 tahun di Montpellier, menandai narasi yang kini mendominasi jalanan:

“Semua orang muak dengan Macron dan pemerintahannya. Perdana menteri baru? Sama saja. Tidak akan ada yang berubah.”

Namun, dari dalam istana kekuasaan, narasi yang muncul justru menuduh gerakan ini telah dibajak oleh kelompok ekstrem. Menteri Dalam Negeri Bruno Retailleau, yang segera akan lengser, menyebut gerakan ini “bukan gerakan warga negara”, melainkan aksi yang disusupi “ultra-kiri” dengan niat merusak.

Kenyataannya, pemerintah kini menghadapi sesuatu yang lebih besar dari sekadar protes: sebuah pemberontakan rakyat tanpa pemimpin.

Kembalinya Semangat ‘Rompi Kuning’?

Gerakan “Block Everything” mengingatkan banyak pihak pada gelombang demonstrasi Rompi Kuning yang sempat melumpuhkan Prancis beberapa tahun lalu. Sama seperti pendahulunya, gerakan ini tidak punya satu pemimpin, tidak ada hierarki—namun kuat karena lahir dari kekecewaan kolektif.

Lewat media sosial, mereka saling mengorganisasi. Serikat buruh besar seperti CGT dan Sud-Rail ikut mendukung. Aksi-aksi lanjutan pun sudah direncanakan—mulai dari pemblokiran depo bahan bakar hingga seruan mogok kerja massal. Bahkan, pesan-pesan radikal mulai bermunculan: “Ambil makanan dari supermarket, lalu pergi.”

Unggahan Sud-Rail di platform X menyuarakan semangat yang kian membara: “Jatuhnya pemerintah memang bagus, tetapi tidak cukup.”

Arah Krisis: Kian Gelap Sebelum Terang?

Pemerintah telah mengerahkan 80.000 polisi, namun kekuatan aparat bukan solusi jangka panjang. Pertanyaannya kini: apakah Lecornu mampu memadamkan bara sebelum menjadi kobaran yang tak terkendali?

Sejarah menunjukkan Macron pernah dipaksa mundur dari kebijakan saat menghadapi kekuatan rakyat. Kini, bayangan itu kembali mengintai Élysée. Jika pemerintah tetap bersikeras, Prancis bisa saja melangkah lebih dalam ke jurang kelumpuhan sosial dan politik.

Dalam riuhnya protes dan bau gas air mata yang memenuhi udara, satu hal menjadi jelas: rakyat tidak hanya menuntut pembatalan anggaran. Mereka menuntut didengarkan.

Penulis: Tim Redaksi

Synchronize Festival 2025: Saling Silang, Sepuluh Tahun Merayakan Musik Indonesia

0
Synchronize Festival
Foto: Ananda Putra
Synchronize Festival tumbuh bukan sekadar menjadi festival selama sepuluh tahun terakhir. Menjadi titik nol sekaligus titik ledak euforia semua yang percaya bahwa musik bukan perkara bunyi semata.

Panggung-panggung Synchronize Festival dibangun atas semangat memantik ekosistem musik untuk menembus batas-batas kreativitas dan lepas dari zona aman. Lebih dari 700.000 penonton hadir dan mengalami musik yang hidup dan bertumbuh, 30.000 lebih pekerja telah bahu-membahu mewujudkan sebuah festival yang sehat, berdaya, dan berpihak pada musik itu sendiri. 10.000 lebih publikasi media ikut mengarsipkan spirit ini, dan lebih dari 5.000 musisi telah beresonansi di sini.

Tak lupa juga dukungan ratusan sponsor. Semua terjadi dalam sebuah nama selama 10 tahun ini, Synchronize Festival. Sebuah pergerakan menuju keniscayaan: musik Indonesia jadi tuan rumah di negeri sendiri. Rasanya semua itu tidak akan terwujud tanpa semangat kebersamaan “saling-silang” dan dorongan untuk tumbuh bersama atas nama musik Indonesia.

Synchronize Festival
Foto: Ananda Putra

Pada edisi satu dekade Synchronize Festival yang digelar di Gambir Expo Kemayoran, 3, 4, 5 Oktober 2025, manifestasi semangat kolaborasi diangkat dalam tema besar “Saling Silang” yang lahir dari simbol sederhana angka romawi untuk sepuluh, “X”, dan kemudian dimaknai sebagai tanda pertemuan lintas zaman, lintas genre, lintas energi.

Semangat kolaborasi itu diwujudkan dengan menggandeng kolektif seni kontemporer ruangrupa. demajors yang menjadi ibu kandung Synchronize Festival dan ruangrupa sama-sama menapaki usia 25 tahun pada 2025. Kolaborasi dua entitas yang berangkat dari semangat inklusivitas seni ini dapat dilihat di Hall D2 JIEXPO. Di area itu ruangrupa dan demajors tidak sekadar memajang karya, melainkan membuka portal di mana musik dan seni rupa bertabrakan jadi kosmos baru.

Perupa yang terlibat dalam pameran ini antara lain ruangrupa (Jakarta), Serrum (Jakarta), Grafis Huru Hara (Jakarta), Forum Sudut Pandang (Palu), Gelanggang Olah Rasa (Bandung), Hysteria (Semarang), Komunitas Gubuak Kopi (Solok), Komunitas KAHE (Maumere), Rumah Budaya Sikukeluang (Pekanbaru), Serbuk Kayu (Surabaya), SIKU Ruang Terpadu (Makassar), Sinau Art (Cirebon), TrotoArt (Jakarta), Susur Galur (Pontianak), Tepian Kolektif (Berau), Taring Padi (Yogyakarta), Jatiwangi Art Factory (Majalengka), Tudgam (Kuningan), Girls Pay The Bills (Jakarta), Katakerja (Makassar), Prewangan (Tuban), Kanotbu (Banda Aceh), Cut and Rescue (Jakarta), STUFFO & GudRnD (Jakarta), Riwanua (Makassar), Simpasio (Larantuka), Pasirputih (Lombok), Indonesia Art Movement (Jayapura), Makmur Djaja (Jakarta), dan masih banyak lagi.

Synchronize Festival
Foto: Ananda Putra

“Dalam tubuh Synchronize Festival, ‘Saling-Silang” bukan jargon, melainkan praktik yang hidup,” ujar David Karto, Director of Festival Synchronize Fest saat jumpa pers media di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (10/9/2025).

“demajors dan ruangrupa tumbuh bersama selama 25 tahun. Bidangnya berbeda, tapi orang orangnya tidak jauh beda. Di dalam pergerakannya, ruangrupa banyak berkolaborasi dengan Synchronize membawa semangat kebersamaan. Dan rasanya pada usia 10 tahun Synchronize, 25 tahun demajors dan ruangrupa, sepertinya tepat jika kami merayakan bersama,” ujar Ade Darmawan, inisiator ruangrupa.

Musik Indonesia Dulu, Kini, dan Nanti Menyusun daftar penampil menjadi tantangan tersendiri setiap tahunnya. Berpegang pada prinsip menjadi rumah bagi seluruh entitas musik Indonesia, dan mengesampingkan radar algoritma sebagai acuan utama. Hasilnya, tahun ini Synchronize Festival diisi ratusan penampil yang menjadi representasi wajah musik Indonesia dan selingkar yang berada di sekitarnya. Di samping penampilan A4A Clan: WIB (Waktunya Indonesia Berubah).

Synchronize Festival
Foto: Ananda Putra

Salah. Maksud Kami. Waktunya Indonesia Breakbeat; Anisa Bahar X Juwita Bahar; Avhath & Kuntari; Gledeg; Hindia; Idgitaf Ngamen Sore-Sore; JKT48; Orkes Shaggydog; Padi Reborn; Polka Wars feat. Alahad; Silampukau; The Paps; White Chorus; Jamrud; Whisnu Santika X Dipha Barus, dan banyak lainnya.

Synchronize Fest kembali menghadirkan panggung signature mereka, yaitu Panggung OLENG UPUK, PANGGUNG GETARRR, dan GIGS STAGE. Panggung OLENG UPUK dikurasi oleh LaMunai Records, sebuah label rekaman yang fokus pada preservasi karya musik eksperimental dari musisi-musisi ikonik dan legendaris Indonesia.

Panggung yang identik dengan bentuk kaleng krupuk ini akan menampilkan antara lain Cul De Sac Collective, Dubyouth, Huru Hara by Preachja, Kasimyn, Maft Sai (Thailand), Prontaxan, Toxicdev!, Yella Sky Sound, dan lain-lain. PANGGUNG GETARRR dikurasi oleh Kobra Musik, kolektif asal Pamulang yang dikenal dekat dengan musik akar rumput dan selalu memberi ruang pada grup musik eklektik sekaligus eksentrik, seperti musik “orkes” atau dangdut alternatif. Panggung ini menampilkan antara lain Asep Balon, Orkes Pensil Alis, Syarikat Idola Remaja, Bujang Orgen Lampung, dan Orkes Nunung Cs, Symphoni Polyphonic Geng X White Chorus.

Sedangkan GIGS STAGE dikurasi oleh Extreme Moshpit, salah satu media yang paling konsisten menyuarakan musik bawah tanah dan terus bergerilya menjadi counter-culture hegemoni yang seringkali bias dalam melihat komunitas musik cadas. Extreme Moshpit akan memboyong Final Attack, Iron Voltage, MTAD, Negatifa, Peach, dan Rounder. Penampilan di panggung ini akan disiarkan langsung melalui kanal YouTube Extreme Moshpit.

Tradisi dan komitmen Synchronize menghadirkan panggung spesial terjaga dengan baik tahun ini. Sebuah suguhan eksklusif yang sulit terulang dua kali, semakin memberikan pengalaman maksimal dan tak tergantikan dalam merayakan musik Indonesia. Penampilan spesial tahun ini datang dari Centil Era: Astrid, Aura Kasih, Citra Scholastika, Shanty, She, Sinta dan Jojo, T2, Duo Maia, Naykilla (Music by Oomleo Berkaraoke); Jatiwangi Art Factory; Haddad Alwi & Opick; Jakarta Movin & RAPOT Present Putar Kembali Ost. Film Indonesia; Nasida Ria & Mother Bank; Riffmeister: The Legacy of Ricky Siahaan (Amerta, Burgerkill, Komunal, Stepforward, Host: Arian13, Sammy Bramantyo, Edy Khemod, Soleh Solihun, Jill Van Diest, Fadli Aat), dan banyak lagi.

“Para musisi menyadari pentingnya menghadirkan konsep spesial di sebuah festival. Banyak banget spesial program justru berangkat dari inisiasi musisinya, seperti Tribute To Gusti Irwan Wibowo datang dari Morad dan Pamungkas, The Adams yang tampil dengan Hornstar Big Band, kemudian konsep Ambon Jazz Rock gagasan Barry Likumahuwa, dan masih banyak lagi lainnya” ungkap Aldila Karina, Director of Communication Synchronize Festival.

Konsep penampilan spesial juga menjadi momentum untuk menyalakan mesin waktu dan menghidupi kembali sejarah yang punya jejak tebal dalam sirkuit musik nasional sampai hari ini. Penampilan Stadium All-Star (Bobby Suryadi, Jacky, Zaldy Garcia) contohnya yang menjadi retrospektif kultur klab malam. Menghadirkan pengalaman nyata musik yang identik dengan istilah pesta ugal-ugalan “masuk (kelab) Jumat, pulang Senin” yang populer di kalangan anak muda ibu kota era 90-an akhir hingga 2000-an awal.

Stadium All-Star sekaligus menjadi set terpanjang di Synchronize Fest tahun ini dengan total durasi 150 menit. Fragmen lain yang patut diantisipasi adalah hadirnya Guruh Gipsy (Guruh Sukarno Putra, Keenan Nasution, Abadi Soesman, Bubi Sutomo, Yoes JF, Raidy Noor, Warman Nasution, Andy /Rif, Irang Arkad, Karisk, Daryl Nasution, Biko Nasution, Peter NL, Kompiang Raka, Gamelan Saraswati, Harry Murti). Sebagaimana kita ketahui bersama, Guruh Gipsy melalui album mereka yang dirilis pada 1977 menjadi salah satu prasasti penting dalam perjalanan musik Indonesia modern.

“Guruh Gipsy itu adalah album tonggak musik populer Indonesia. Penting sekali buat perkembangan musik rock Indonesia karena dia berusaha membuat musik relevan saat itu, progressive rock yang bisa digandrungi anak muda, tapi tetap memiliki narasi ke-Indonesia-an,” ungkap David Tarigan, Artist & Repertoire Synchronize Festival.

Synchronize Festival terus menjaga semangat energi berkelanjutan dengan menerapkan pengelolaan sampah terpadu, dan mendukung perilaku peduli lingkungan dengan menyediakan titik pengisian air minum untuk mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai. Pada tahun ini Synchronize Festival bekerja sama dengan Kredivo untuk memberikan kemudahan para Warga-Wargi dalam mendapatkan tiket melalui program cicilan dan paylater.

Pembeli tiket Synchronize Festival mendapat diskon senilai Rp.150.000 untuk setiap transaksi tiket menggunakan metode pembayaran Kredivo (transaksi pertama/pengguna baru). Penjualan tiket hanya melalui situs www.synchronizefestival.com.

Mahfud MD Ungkap Sosok Nadiem: Bersih tapi Tersandung Birokrasi

0
Mahfud MD
Indeks News – Mahfud MD kembali menyita perhatian publik lewat pandangannya yang blak-blakan. Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan itu menilai Nadiem Makarim, eks Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi, adalah sosok yang bersih.

Namun, menurut Mahfud MD, Nadiem gagal memahami seluk-beluk birokrasi pemerintahan yang sarat aturan dan prosedur.

Dalam tayangan di kanal YouTube Mahfud MD Official pada Kamis (11/9/2025), Mahfud mengungkap fakta mengejutkan. Ia mencontohkan bagaimana pejabat tinggi pemerintahan kesulitan bertemu Nadiem. Alih-alih ditemui di kantor kementerian, pertemuan justru dilakukan di hotel.

“Karena konon ia tak ngantor di kantornya, ditemuinnya di hotel. Berkali-kali di hotel bukan di kantor,” ujar Mahfud.

Kebiasaan itu, menurut Mahfud MD, mencerminkan pola kerja ala bisnis yang dulu dijalankan Nadiem saat memimpin Gojek. Sayangnya, cara tersebut dinilai tidak cocok diterapkan di ranah birokrasi negara.

“Padahal birokrasi kan tidak begitu,” tegas Mahfud.

Tak berhenti di situ, Mahfud mengisahkan bagaimana Nadiem menuai kritik keras dari forum rektor se-Indonesia. Saat pandemi COVID-19, Mahfud menginisiasi pertemuan daring untuk membahas kebijakan pendidikan tinggi. Namun, yang muncul justru keluhan.

“‘Selama ini kami enggak pernah mendapat arahan,’” kata Mahfud menirukan pernyataan Rektor Universitas Diponegoro.

Kritik itu membuat Mahfud MD turun tangan. Ia langsung menegur Nadiem, mengingatkan bahwa urusan perguruan tinggi adalah tanggung jawab Mendikbud, bukan Menko Polhukam.

Polemik Chromebook

Nama Nadiem juga terseret dalam kasus yang kini menjadi sorotan besar: pengadaan laptop Chromebook. Mahfud mengingatkan, program itu sebenarnya sempat ditolak oleh menteri sebelumnya, Muhadjir Effendy. Malaysia pernah mencoba Chromebook, tetapi akhirnya menghentikan karena dinilai tidak efektif.

“Mungkin Kejagung melihat mens rea (niat jahat) di situ,” ucap Mahfud.

Mahfud MD menilai, kebijakan Chromebook tidak sesuai dengan kondisi pendidikan di banyak daerah. Ia menggambarkan betapa timpangnya realitas di lapangan.

“Di beberapa tempat, anak-anak masih harus menyeberang dengan tali ke sekolah, risikonya nyawa. Masa lalu justru ada kebijakan Chromebook,” ungkapnya dengan nada prihatin.

Bagi Mahfud, Nadiem tetaplah figur yang bersih. Namun, ketidakpahaman terhadap tata kelola pemerintahan membuat langkah-langkahnya kerap menuai masalah. Pandangan ini menimbulkan keharuan sekaligus keprihatinan: betapa idealisme tidak cukup tanpa pemahaman birokrasi yang kokoh.

Relawan Jokowi Meradang Usai Budi Arie Ditendang: Ingatkan Prabowo Soal Jasa Pilpres 2024

0
Relawan Jokowi

Indeks News – Relawan Jokowi meradang setelah Budi Arie Setiadi dicopot dari kursi Menteri Koperasi (Menkop), kabar ini mengguncang suasana politik nasional. Bagi banyak orang, pergantian pejabat adalah hal biasa. Namun bagi para relawan Jokowi, khususnya organisasi We Love Jokowi, keputusan Presiden Prabowo Subianto pada Senin (8/9/2025) ini menyisakan luka dan rasa kecewa mendalam.

Relawan Jokowi yang berada di bawah komando Yanes Yosua Frans, Ketua Umum We Love Jokowi, suara kemarahan itu pecah. Ia menilai pencopotan Budi Arie bukan sekadar reshuffle, melainkan isyarat tersingkirnya orang-orang kepercayaan Jokowi dari lingkaran kekuasaan.

Relawan Jokowi Gusar

Dalam pernyataannya, Yanes menyebut Prabowo bersikap arogan. Baginya, hak prerogatif presiden memang mutlak, tetapi tak seharusnya digunakan sesuka hati.

“Pak Prabowo, anda jangan terlalu arogan. Terlepas anda memiliki hak prerogatif, tapi jangan digunakan semaunya,” ujar Yanes dengan nada gusar, dikutip dari WartaKotaLive.com pada Rabu (10/9/2025).

Ia mempertanyakan alasan di balik pencopotan mendadak Budi Arie. Pasalnya, sang menteri justru sedang giat membangun 80 ribu koperasi di seluruh Indonesia. “Dia salah apa? Apakah korupsi? Atau ada pelanggaran lain?” tanya Yanes.

Lebih jauh, Yanes mengingatkan jasa Jokowi dan relawan yang pernah menopang langkah Prabowo hingga meraih kemenangan di Pilpres 2024. Baginya, mencopot orang dekat Jokowi sama saja dengan mengkhianati perjuangan bersama.

Ingatkan Perjuangan Pilpres 2024

Nada suara Yanes kian meninggi ketika menyinggung masa lalu. Ia mengingatkan bagaimana Jokowi dan relawan ikut membantu Prabowo yang sebelumnya selalu kalah dalam empat kali kontestasi politik.

“Terakhir anda minta tolong Jokowi, diangkat jadi Menhan, bahkan diberikan gelar jenderal kehormatan. Masih kurang apa?” tegas Yanes.

Tak berhenti di situ, ia juga menyebutkan bagaimana Gibran Rakabuming Raka, putra Jokowi, bisa mendampingi Prabowo sebagai wakil presiden berkat campur tangan sang ayah. “Anda mengemis agar Gibran ikut jadi wapres, dan Jokowi memerintahkan kami, para relawan, untuk mendukung penuh. Sekarang kenapa seolah Jokowi dipinggirkan?” katanya.

Bagi Yanes, sikap Prabowo kali ini terasa menyakitkan. “Membenci Jokowi sama saja dengan membenci relawan Jokowi,” ujarnya lantang.

Budi Arie Tak Menyangka

Sementara itu, di sisi lain, Budi Arie Setiadi disebut terkejut mendengar dirinya digeser dari kabinet. Seorang sumber dekatnya menuturkan, Senin siang Budi Arie masih aktif mengikuti rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI di Senayan.

Dalam rapat selama tiga setengah jam itu, ia bahkan mengajukan tambahan anggaran Rp7,85 triliun untuk mendukung program prioritas Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih, inisiatif yang sejalan dengan visi Presiden Prabowo.

Namun, selepas rapat, isu reshuffle mencuat. Ditanya wartawan, Budi Arie hanya menjawab singkat: “Itu hak prerogatif presiden. Kita kerja saja, fokus ngurus rakyat.”

Tak ada tanda-tanda ia dipanggil ke Istana. Bahkan ia sempat menepis kabar bahwa dirinya sudah menerima pemberitahuan resmi.

Meski kursi menteri kini diisi Ferry Juliantono—mantan Wakil Menteri Koperasi—Budi Arie menegaskan pengabdiannya tidak berhenti.

“Pokoknya kita setia di garis rakyat. Dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat. Dari rakyat, kembali ke rakyat,” ucapnya usai serah terima jabatan di Kemenkop, Jakarta, Selasa (9/9/2025).

Ketika ditanya apakah dirinya mendapat posisi baru, Budi Arie memilih bungkam. Ia hanya menegaskan tetap mendukung pemerintahan Prabowo, sembari menunggu keputusan lebih lanjut. “Tunggu saja, itu hak prerogatif presiden,” katanya.

Pencopotan Budi Arie memperlihatkan dua wajah: kekecewaan mendalam relawan Jokowi yang merasa dikhianati, dan kesetiaan Budi Arie sendiri yang memilih tetap mengabdi.

Kemarahan relawan yang meledak jelas menjadi catatan penting bagi Prabowo. Apalagi mereka bukan sekadar kelompok pendukung, melainkan pernah menjadi mesin pemenangan yang membawanya ke kursi presiden.

Kini, publik menanti bagaimana langkah Prabowo merespons gejolak ini. Apakah ia akan merangkul kembali relawan Jokowi, atau justru membiarkan jarak itu semakin melebar?