spot_img
spot_img

Prabowo Subianto Catat Rekor Kunjungan Diplomatik Terbanyak dalam Satu Tahun Kepemimpinan

Indeks News – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto tercatat sebagai salah satu kepala negara paling aktif di dunia dalam menjalankan diplomasi luar negeri pada tahun pertamanya memimpin Indonesia.

Berdasarkan data yang dihimpun IndeksNews dari berbagai sumber resmi, periode 20 Oktober 2024 hingga 20 Oktober 2025 mencatat 79 kunjungan kerja di dalam negeri dan 33 kunjungan luar negeri yang mencakup empat benua.

Dalam satu tahun, Presiden Prabowo Subianto telah mengunjungi 25 negara melalui 35 kali perjalanan diplomatik, menjadikannya presiden Indonesia paling aktif dalam diplomasi internasional di era pasca-reformasi.

Langkah maraton diplomasi ini menegaskan arah baru politik luar negeri Indonesia yang berorientasi pada penguatan ekonomi, pertahanan, dan kemitraan strategis global.

China Jadi Poros Awal Diplomasi Presiden Prabowo Subianto

China menjadi negara pertama yang dikunjungi Prabowo setelah resmi dilantik pada 20 Oktober 2024.

Hanya 20 hari setelah pelantikan, ia bertolak ke Beijing pada 9 November 2024, menandai arah baru kebijakan luar negeri Indonesia.

Kunjungan perdana tersebut bukan sekadar simbol, melainkan sinyal geopolitik kuat bahwa Jakarta-Beijing akan menjadi poros utama kemitraan strategis Indonesia ke depan.

Langkah ini juga melanjutkan tradisi diplomasi Presiden Joko Widodo, yang menempatkan China sebagai mitra prioritas pada periode keduanya.

Berbeda dengan presiden-presiden sebelumnya yang lebih dulu mengunjungi negara ASEAN seperti Abdurrahman Wahid (Singapura), Megawati Soekarnoputri (Malaysia), dan Susilo Bambang Yudhoyono (Brunei Darussalam) Prabowo memilih untuk langsung menjalin hubungan dengan salah satu kekuatan ekonomi terbesar dunia.

Diplomasi Ekonomi Triliunan Rupiah

Kunjungan ke China menghasilkan investasi senilai US$10,07 miliar atau sekitar Rp157,6 triliun, yang difokuskan pada sektor ketahanan pangan, energi, hilirisasi komoditas tambang, serta teknologi canggih.

Selain itu, terdapat tujuh nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani, meliputi:

Protokol fitosanitari ekspor kelapa segar Indonesia ke China.

Pedoman kerja teknis perikanan tangkap berkelanjutan.

Kerja sama di bidang penelitian, transportasi, dan industri pertahanan.

Langkah tersebut mempertegas pendekatan diplomasi ekonomi dan investasi aktif yang menjadi ciri utama kebijakan luar negeri Prabowo di tahun pertamanya.

Lebih Aktif dari Presiden Sebelumnya

Dibanding pendahulunya, Prabowo mencatat rekor tertinggi dalam hal frekuensi kunjungan luar negeri pada tahun pertama masa jabatan.

Dalam satu tahun, ia telah mengunjungi 22–25 negara, setara dengan jumlah kunjungan Abdurrahman Wahid, namun jauh melampaui Susilo Bambang Yudhoyono (10 negara) dan Joko Widodo (7 negara) pada tahun pertama mereka.

Frekuensi tinggi ini disebut sebagai bagian dari strategi memperluas jejaring global, meningkatkan investasi asing langsung (FDI), serta membangun citra Indonesia sebagai kekuatan regional yang berpengaruh di Indo-Pasifik.

Hasil Konkret: Investasi dan Penguatan Posisi Global

Beberapa hasil yang dicapai dari rangkaian diplomasi tersebut antara lain:

Komitmen investasi senilai US$18,5 miliar dari berbagai negara pada periode November 2024–September 2025.

Peningkatan posisi strategis Indonesia dalam percaturan global melalui partisipasi aktif di forum internasional.

Penegasan kemitraan jangka panjang di sektor pertahanan, ekonomi, energi, dan pendidikan.

Agenda Internasional dan Diplomasi Perdamaian

Selain memperkuat kerja sama ekonomi, Prabowo juga aktif menghadiri berbagai forum global bergengsi, di antaranya:

Sidang Majelis Umum PBB ke-80 di New York, AS, tempat ia menyampaikan pidato perdana di forum dunia.

Konferensi Perdamaian Gaza di Kairo, Mesir, sebagai wujud komitmen Indonesia terhadap isu kemanusiaan.

KTT BRICS dan ASEAN Summit, yang membahas arah ekonomi global dan keseimbangan geopolitik baru.

Pendekatan diplomasi “aktif dan pragmatis” ini menjadi ciri khas gaya kepemimpinan Prabowo di panggung dunia menggabungkan kepentingan ekonomi, geopolitik, dan pertahanan nasional dalam satu paket strategis.

Turun Langsung di Dalam Negeri

Selain diplomasi internasional, Presiden Prabowo Subianto juga intens turun ke lapangan di berbagai daerah.

Selama satu tahun, ia tercatat melakukan 79 kunjungan kerja di 38 provinsi, meninjau langsung pelaksanaan program prioritas nasional seperti:

Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

Revitalisasi industri pupuk nasional

Pengembangan hilirisasi mineral dan energi

Beberapa kunjungan besar di antaranya panen raya nasional di Majalengka (April 2025), peresmian 17 stadion di Jawa Timur, serta pembentukan 80.081 koperasi desa di Klaten (Juli 2025).

Dengan 33 kunjungan luar negeri ke 25 negara dan 79 kunjungan kerja domestik, Presiden Prabowo Subianto menegaskan visi “diplomasi aktif, ekonomi produktif, dan pemerintahan lapangan” sebagai fondasi utama kebijakan luar negeri dan dalam negeri Indonesia di tahun pertamanya.

Kinerja ini menjadikan tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sebagai salah satu periode terpaling aktif dan strategis dalam sejarah diplomasi Indonesia pasca-reformasi.

Berikut daftar kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto (20 Okt 2024 – 20 Okt 2025) selama tahun pertamanya menjadi presiden:

3 23

33 3

GoogleNews

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses