spot_img
spot_img

Sinyal Keras! Prabowo Siapkan Jonan Atasi Skandal Utang Kereta Cepat

Jakarta, Indseks News – Presiden Prabowo Subianto dikabarkan tengah mempertimbangkan perubahan posisi strategis di Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia). Mantan Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan, disebut-sebut menjadi kandidat kuat untuk menggantikan Pandu Sjahrir sebagai Chief Investment Officer Danantara.

Indikasi ini disampaikan oleh Sekretaris Pendiri Indonesian Audit Watch (IAW), Iskandar Sitorus, merujuk pada pemanggilan Jonan ke Istana Negara, Senin, 3 Oktober 2025.

“Sangat mungkin Jonan diproyeksi menggantikan Pandu Sjahrir. Tugas utamanya menyelesaikan utang Whoosh tanpa memakai APBN, tapi melalui skema business-to-business (B2B), seperti disampaikan Menkeu,” ungkap Iskandar, Selasa 4 November 2025.

Iskandar mengaitkan pemanggilan ini dengan dinamika politik yang melibatkan Luhut Binsar Panjaitan (LBP) dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Purbaya menolak penggunaan APBN untuk membayar utang proyek kereta cepat Whoosh, yang kini menumpuk hingga Rp116-119 triliun.

“Setiap langkah Purbaya mencerminkan sikap Presiden. Luhut tampak berkepentingan setelah masalah Whoosh dibuka ke publik. Untuk menetralkan, perlu mengganti Pandu,” tambah Iskandar.

Jonan dinilai tepat memimpin Danantara karena memahami seluk-beluk proyek Whoosh sejak perencanaan, bahkan pernah menolak pengerjaan proyek tersebut saat menjabat Menteri Perhubungan di era Jokowi—sebelum akhirnya dicopot.

“Selain pengalaman besar dalam perkeretaapian, Jonan tahu betul persoalan Whoosh. KAI yang kini di bawah Danantara juga menjadi faktor penguat,” jelas Iskandar.

Pemanggilan Jonan ke istana juga bersamaan dengan kehadiran Menko IPK Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin. Mereka diminta Prabowo menjelaskan perkembangan dan opsi penyelesaian utang Whoosh yang kini menjadi beban keuangan negara.

“Kita diminta menjelaskan berbagai isu, termasuk KCJB Whoosh, dan mencari solusi terbaik,” kata AHY usai pertemuan yang berlangsung sekitar dua jam.

Sementara itu, Bobby menegaskan bahwa KAI telah berkoordinasi dengan Danantara terkait skema penyelesaian utang.

“Kami sudah bicara dengan Danantara sebagai holding KAI, dan tengah dibahas dengan pemerintah,” jelasnya.

Isyarat pergantian pejabat Danantara ini semakin menguat, seiring sorotan publik terhadap penggunaan dana investasi negara dan pengelolaan utang proyek kereta cepat.

GoogleNews

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses