Beranda blog

Westlife Datang Lagi! GBK Bakal Jadi Lautan Cahaya Di Konser Akbar Anniversary 25 Tahun, Siap Nostalgia Bareng?

0
Westlife
Westlife Grup pop legendaris asal Irlandia resmi mengumumkan konser super besar yang bakal digelar Januari 2027 di Stadion Utama Gelora Bung Karno Siap-siap, generasi ’90s kids dan fans baru. Dan kabar baiknya: ini akan jadi stadium show terbesar mereka di Asia Tenggara!

Konser Perayaan 25 Tahun Westlife: Nostalgia + Produksi Super Mega

Konser bertajuk Westlife 25: The Anniversary World Tour ini bakal menjadi malam nostalgia penuh hits mulai dari “Flying Without Wings”, “My Love”, sampai lagu-lagu baru yang bikin merinding.

Westlife

Dipromotori oleh Folagopro dan Sound Rhythm, konser ini digadang-gadang bisa menampung lebih dari 50 ribu penonton! Kebayang kan vibes-nya? Satu stadion nyanyi bareng lagu-lagu yang menemani masa kecil sampai dewasa. Chills.

Sudah bukan rahasia lagi kalau Indonesia punya fanbase Westlife terbesar di dunia. Para member bahkan berkali-kali bilang kalau Indonesia itu “home away from home” buat mereka.

Pihak promotor cerita, sejak mereka manggung di Stadion Madya tahun 2023, Westlife sudah melirik GBK. Begitu lihat ukuran stadionnya, mereka langsung bilang: “We want to perform there.” Dan akhirnya… terwujud!

Westlife

Tiket Mulai Rp850 Ribu + Bonus Led Wristband

Yang bikin makin seru, semua kategori tiket bakal dapat LED Wristband, jadi penonton bakal membentuk visual cahaya raksasa yang dikontrol langsung mengikuti irama konser.
Yes, GBK bakal jadi lautan warna!

Harga tiket lengkap:

  • VIP: Rp2.750.000
  • CAT 1: Rp2.500.000
  • CAT 2: Rp2.250.000
  • CAT 3: Rp1.850.000
  • CAT 4: Rp1.450.000
  • CAT 5: Rp1.250.000
  • CAT 6: Rp850.000

Presale berlangsung 21–22 Mei 2026, penjualan umum dimulai 23 Mei 2026.

Westlife

Album Baru ‘25 – The Ultimate Collection Juga Rilis!

Bersamaan dengan tur ini, boys band ini merilis album spesial 25 tahun berisi lagu-lagu ikonik plus beberapa track baru. Cocok banget buat pemanasan sebelum konser—biar nanti bisa ikutan sing along tanpa ragu.

Siap-Siap, Januari 2027 Bakal JadiI Momen Bersejarah Buat Fans

Bayangin: ribuan suara, satu stadion penuh nostalgia, LED Wristband yang menyala berbarengan, dan Westlife membawakan lagu-lagu yang membentuk soundtrack hidup banyak orang.

Ini bukan sekadar konser. Ini reuni emosional antara Westlife dan para fans Indonesia. (EH)

 

 

Agnez Mo Muncul di Golden Gala 2026 di Los Angeles Begini Outfit-nya

0
Agnez Mo
Foto: Istimewa
Agnez Mo kembali hadir di acara Gold Gala 2026 sebuah perhelatan prestisius yang dikenal sebagai salah satu event budaya bergengsi komunitas Asia-Amerika dan Pasifik (organised oleh Gold House) di The Music Center, Los Angeles, Amerika Serikat.

Pada malam ini, Agnez Mo terlihat berjalan di karpet merah bersama puluhan tokoh penting dunia dari berbagai bidang termasuk selebritas global dan pemimpin komunitas Asia-Pasifik. Penampilannya mencuri perhatian publik dan media internasional, menunjukkan lagi jejaknya di panggung global hiburan.

Dari foto dan video yang dibagikan di platform media sosial, Agnez tampil memukau dan percaya diri saat menghadiri acara bergengsi ini, berbaur dengan nama-nama besar lainnya yang datang ke Gold Gala 2026.

Agnez Mo
Foto: EH

Pada ajang Gold House Gold Gala 2026, penyanyi internasional Agnez Mo kembali mencuri perhatian melalui penampilan fashion yang kuat, futuristis, dan sarat statement. Tampil di karpet emas acara tersebut, Agnez menunjukkan gaya yang memadukan high fashion, karakter bold, serta sentuhan eksperimental yang menjadi ciri khasnya.

Penampilan yang Dominan dan Dramatis

Agnez memilih siluet serba hitam yang menciptakan kesan powerful sekaligus elegan. Busana ini memadukan elemen street couture dan high–fashion drama, menghasilkan tampilan edgy yang tetap refined.

Begini Outfit Agnez Mo

  • Gaun Hitam Berbahan Mengilap
    Agnez mengenakan gaun panjang hitam dengan rok mengembang yang menjuntai ke lantai. Potongan besar dan struktur voluminous pada gaun tersebut memberikan kesan megah dan dramatis, cocok untuk momen red carpet kelas dunia.
  • Outer Kulit Oversized
    Di bagian atas, ia memadukan gaun tersebut dengan jaket kulit oversized berpotongan tegas. Siluet besar pada bahu dan lengan memberi nuansa kuat dan modern, kontras namun tetap harmonis dengan tekstur gaun di bawahnya.
Agnez Mo
Foto: Istimewa
  • Layer Transparan Futuristis
    Agnez menambahkan inner berbahan mesh transparan berleher tinggi. Detail ini memberi efek futuristis dan sensual tanpa berlebihan, menampilkan layering yang rapi dan artistik.
  • Aksesori yang Bold
    Ia melengkapi look-nya dengan kacamata hitam minimalis berukuran kecil, memberi kesan misterius dan high–fashion. Gelang-gelang tebal berwarna emas dan perak menghiasi kedua pergelangan tangannya, menjadi highlight yang menambah dimensi sekaligus memperkuat karakter outfit.
  • Tata Rambut dan Makeup
    Rambut Agnez ditata dalam gaya tight braids yang sleek dan modern, menyatukan keseluruhan look futuristisnya. Makeup bernuansa glam gelap memberikan definisi pada wajah, membuat penampilannya semakin tajam dan berani.
Agnez Mo
Foto: Istimewa

Penampilan Agnez Mo di Gold Gala 2026 menjadi salah satu look paling standout pada malam itu. Paduan gaun dramatis, jaket kulit oversized, hingga aksesori yang presisi menunjukkan kepekaan fashion tingkat tinggi sekaligus keberanian bereksperimen. Agnez sekali lagi membuktikan dirinya sebagai ikon gaya yang selalu menghadirkan kejutan dan standar baru dalam fashion red carpet. (EH).

Heri Batara 2026 Rilis Single Gahar “We Are Not Fall In”, Bukti Ia Belum K.O. dari Dunia Rock

0
Heri Batara
Heri Batara setelah lama “menghilang” dari hiruk-pikuk musik rock Tanah Air, mantan vokalis sekaligus frontman cadas Edane akhirnya turun gunung dan melepas single terbarunya yang bertitel “We Are Not Fall In”. Dengan sound keras yang tetap memekakkan telinga, lagu ini menjadi bukti bahwa Heri belum habis dan masih punya taji besar di skena musik keras Indonesia.

“Gue lama vakum dari proses kreatif, tapi banyak teman yang nyemangatin buat balik lagi. Dan gue ngerasa masih bisa,” ujar Heri Batara.

Makna Lagu: Sindiran Halus dan Ajakan Move On

Heri Batara

Melalui “We Are Not Fall In”, Heri ingin menyampaikan pesan bahwa kita harus berani move on dari pengalaman buruk dan janji-janji manis yang meragukan. Menurut Heri—yang akrab disapa Ucok—lagu ini menggambarkan kondisi banyak omongan yang bikin orang ragu dan waswas memilih jalan yang sama lagi.

Sound Masih Garang ala Era “Jabrik” & “Borneo”

Single ini bukan hanya comeback, tapi konfirmasi bahwa karakter vokal dan energi liar Heri masih sama seperti era kejayaannya bersama Edane. Ia tetap tampil garang, liar, dan maskulin, tanpa kehilangan ciri khas vokalnya yang penuh tenaga.

Heri Batara
Artwork We Are Not Fall In

Heri juga menegaskan dirinya tak mau terjebak label genre. “Gue nggak peduli soal nama genre. Bikin aja apa yang kita ngerti dan bisa. Yang penting jujur dengan kondisi musik sekarang,” tegasnya.

Kolaborasi Lintas Generasi: Gen X × Gen Z

Di balik single ini, Heri digawangi tim muda dan kreatif. Aransemen musik dipercayakan kepada Mev, yang kemudian dikombinasikan dengan ide-ide William (gitar) dan Kemal (drums). Prosesnya memakan waktu karena harus menyatukan visi lintas generasi Gen X dan Gen Z agar tetap solid dan relevan.

Heri Batara

“Pada akhirnya ini kerja tim. Dari rekaman, desain artwork, sampai kebutuhan manggung ke depan, semua kita bangun bareng,” jelas Heri.

Janji Banyak Rilisan Baru Sepanjang Tahun

Menurut Fransiscus Eko dari label partner Cadaazz Pustaka Musik, para fans rock-metal Indonesia sudah menantikan kembalinya Heri Batara.

“Fans Edane dan fans musik rock pasti kangen sosok Heri. Tahun ini bakal banyak rilisan baru dari Heri Batara dan tim,” ungkap Eko.

Beberapa materi telah siap, dan lebih banyak lagi sedang proses rekaman.

Bukan Sekadar Nostalgia, Ini Babak Baru Heri Batara

Sebagai eks vokalis dan eks manajer Edane, Heri mengaku tak terbebani masa lalu. Justru pengalaman itu jadi motivasi untuk membuat karya yang lebih bagus dari sebelumnya.

“Dulu pernah terlibat di band bagus. Sekarang bikin sendiri harus bagus juga kalau bisa lebih bagus,” tegasnya.

Sudah Tersedia di Semua Digital Platform

Single “We Are Not Fall In – Heri Batara” produksi Rock On Music dan Cadaazz Pustaka Musik kini sudah tersedia di seluruh digital platform. Sambil menunggu produksi video musik resminya, para penikmat rock bisa menikmati video lirik di YouTube Official Cadaazz Pustaka Musik. (EH).

“Curhat Haru! Lulu Tobing Ungkap Cara Total Dalami Peran Yuke, Bikin Penonton Meleleh!”

0
Lulu Tobing
Lulu Tobing artis peran mendadak menghangatkan sekaligus emosional saat membeberkan proses mendalami karakter Yuke, sosok ibu yang digambarkan penuh cinta dan perjuangan.

Lulu Tobing tampak beberapa kali menahan emosi saat menceritakan betapa berat namun berharganya kesempatan memainkan karakter tersebut.

Lulu Tobing: “Saya Kerahkan Seluruh Rasa dan Tenaga”

Lulu Tobing

Dengan nada rendah penuh ketulusan, Lulu Tobing mengaku bahwa peran ini bukan pekerjaan mudah. Ia bahkan menyebut dirinya harus mengambil inspirasi dari pengalaman sehari-hari:

“Kita kan suka lupa naruh barang… dari situ dulu. Tapi kemudian saya tambahkan dengan kesedihan Yuke yang saya baca di skrip,” ungkapnya.

Lulu Tobing juga menegaskan bahwa proses kreatifnya tidak sendirian. Ia banyak berdiskusi dengan sutradara Mas Kuntz dan akting konsultan Cikut, ditambah dukungan hangat para pemain lain.

Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan

“Kayaknya banyak banget adonan yang dicemplungin… semua bantuannya luar biasa,” katanya sambil tersenyum.

Makna “Keluarga Pepaya” untuk Lulu?

Saat moderator bertanya soal apa arti Keluarga Pepaya baginya, Lulu menjawab singkat namun penuh makna:

“Kehangatan… harta yang membuat saya kuat menghadapi hal paling buruk sekalipun.”

Jawaban itu sontak membuat suasana ruangan makin syahdu.

Lulu Tobing

Belajar dari Yuke: “Naluri Ibu Itu Luar Biasa”

Lulu juga mengaku bahwa karakter Yuke memberinya perspektif baru tentang seorang ibu.

“Di saat memori akan pudar, Yuke justru memastikan keluarganya baik-baik saja… Naluri ibu itu luar biasa,”
ujarnya sambil mengajak hadirin memberi tepuk tangan untuk para ibu.

Penonton Siap Dibuat Baper!

Dengan dedikasi sebesar ini, tak heran banyak yang memprediksi peran Lulu sebagai Yuke akan menjadi salah satu penampilan paling emosional dalam kariernya.

Filmnya belum tayang saja, aura harunya sudah terasa siap bikin penonton mewek di bioskop!

 

Google Student Ambassador 2026 Hadir Lebih Besar dan Inklusif, Berdayakan 2.000 Mahasisw

0
Google Student Ambassador
Program Google Student Ambassador (GSA) setelah sukses memberdayakan 800 mahasiswa pada 2025kembali hadir di tahun 2026 dengan skala yang jauh lebih besar. Sebanyak 2.000 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia resmi terpilih untuk mengikuti program ini, menjadikannya salah satu inisiatif pengembangan talenta digital terbesar bagi mahasiswa di Tanah Air.

Program Google Student Ambassador dirancang untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan teknologi, khususnya di bidang kecerdasan buatan (AI), sekaligus mendorong mereka menciptakan solusi nyata bagi masyarakat. Melalui pelatihan intensif, mentorship, serta akses ke teknologi Google seperti Gemini, para peserta diajak untuk mengeksplorasi ide, membangun proyek, dan memperluas dampak inovasi mereka.

Keberhasilan Google Student Ambassador 2025 menjadi fondasi kuat bagi perluasan program tahun ini. Salah satu kisah inspiratif datang dari Syahdika Kurnia Azhari, atau Dika, mahasiswa Teknik Elektro Politeknik Negeri Medan. Sebagai GSA Graduate 2025, Dika memanfaatkan teknologi AI untuk mengembangkan cara belajar yang lebih efektif, sekaligus menciptakan solusi berbasis komunitas.

Google Student Ambassador

Berawal dari pengalamannya melihat sang ibu menjalankan usaha kecil, Dika bersama timnya mengembangkan aplikasi She Success di wilayah Sei Rotan. Aplikasi tersebut dirancang untuk membantu perempuan pelaku usaha mikro dalam mengelola dan mengembangkan bisnis mereka. Dengan dukungan teknologi seperti Gemini, Dika mampu mempercepat proses riset, simulasi, hingga pengembangan ide.

“Gemini membantu saya memahami konsep secara lebih menyeluruh dan mempercepat eksplorasi ide. Tapi yang terpenting, program Google Student Ambassador memberi ruang untuk benar-benar mewujudkan ide tersebut menjadi solusi nyata,” ungkap Dika.

Cerita seperti Dika menjadi gambaran nyata bagaimana program GSA mampu menjembatani dunia akademik dengan kebutuhan masyarakat. Teknologi tidak lagi sekadar alat belajar, tetapi menjadi sarana untuk menciptakan dampak sosial yang relevan.

Google Student Ambassador

Di tahun 2026, Google memperluas jangkauan program dengan fokus pada inklusivitas dan pemerataan akses. Peserta tidak hanya berasal dari kota-kota besar, tetapi juga dari daerah yang sebelumnya memiliki akses terbatas terhadap ekosistem teknologi. Hal ini sejalan dengan misi Google untuk membuka peluang yang lebih luas bagi generasi muda Indonesia dalam menghadapi era digital.

Selain pelatihan teknis, peserta GSA 2026 juga akan dibekali kemampuan kepemimpinan, kolaborasi, dan problem solving. Mereka diharapkan dapat menjadi agen perubahan di kampus maupun komunitas masing-masing, sekaligus memperkuat ekosistem inovasi berbasis teknologi di Indonesia.

Google Student Ambassador

Dengan jumlah peserta yang meningkat lebih dari dua kali lipat, GSA 2026 menandai langkah besar dalam upaya membangun talenta digital masa depan. Program ini tidak hanya mencetak individu yang melek teknologi, tetapi juga mendorong lahirnya solusi-solusi inovatif yang berdampak langsung bagi masyarakat luas.

 

“Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan” Tayang 13 Mei, Film yang Bikin Penonton Terharu dan Baper

0
Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan
Foto: Dok.indoseru
Malam gala premiere Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan benar-benar menjadi peristiwa emosional yang membuat banyak hadirin terdiam, terharu… bahkan tak kuasa menahan air mata. Tidak sekadar film biasa, karya terbaru Rapi Films ini langsung memukul tepat ke hati mengingatkan kita bahwa momen terindah bersama orang tersayang bisa sirna lebih cepat dari yang dibayangkan.

Film Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan Ini Bukan Sekadar Kisah, Tapi Alarm untuk Semua Keluarga

Berbeda dengan drama keluarga lain, Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan mengambil tema yang jarang diangkat: ketika ingatan yang paling berharga mulai memudar. Disutradarai oleh Kuntz Agus dan ditulis oleh Alim Sudio, film ini mengikuti kisah Yuke Yolanda (Lulu Tobing), seorang ibu dari tiga anak yang perlahan menghadapi realita pahit Alzheimer.

Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan
Foto: Dok. indoseru

“Film ini seperti cermin: ketika kita mencintai, kita tidak pernah tahu kapan waktu bersama akan berubah menjadi kenangan… kenangan yang hilang.” Kata Kuntz Agus, Sutradara di jump apers dan pers screening film Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan di Epicentrum XXI Jakarat, Jumat (8/5/2026).

Lulu Tobing: Peran Paling Berat & Paling Menyentuh

Bintang utama Lulu Tobing mengaku perannya sebagai Yuke adalah tantangan emosional terbesar yang pernah ia jalani.

Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan
Foto: Dok.indoseru

Yang paling menyakitkan bukan sekadar lupa nama atau rumah tapi lupa orang yang paling mencintai kita… itu benar-benar membuatku terpukul saat mempelajari karakter ini.” ujar Lulu Tobing

Pendalaman karakter di film Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan yang luar biasa ini yang membuat antisipasi penonton semakin tinggi menjelang penayangan umum.

Chemistry Keluarga di Luar Dugaan: “Kami Seakan Betulan Satu Keluarga!”

Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan
Foto: Dok. indoseru

Pemeran sang anak sulung, Yasmin Napper, mengatakan bahwa proses syuting membangun hubungan yang sangat autentik di antara para pemain.

“Kami bukan hanya berakting jadi keluarga kami menjalani momen itu. Itu yang membuat cerita ini terasa hidup.” ucap Yasmin Napper

Red Carpet Penuh Gaya & Energi Positif

Gala premiere berlangsung megah di Epicentrum XXI, Jakarta, diawali screening media, konferensi pers, hingga sesi red carpet berkelas. Para pemain tampil memukau dengan dresscode Blue & Pink, yang menjadi pembicaraan tamu undangan dan netizen sepanjang malam.

Siap Menyentuh Hati Keluarga Indonesia di Bioskop Mulai 13 Mei!

Film Lain Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan akan mulai tayang di seluruh bioskop Indonesia pada 13 Mei 2026. Kritik awal dari gala premiere sudah memprediksi: film ini bukan hanya layak ditonton tapi wajib ditonton bersama keluarga.

Apakah kamu siap menghadapi kisah yang akan membuatmu lebih menghargai setiap detik bersama orang tercinta?

 

Kabar Duka: James Freddy Sundah Meninggal Dunia di Usia 70 Tahun, Keluarga Siapkan Prosesi Penghormatan di New York

0
James Freddy Sundah
Kabar duka datang dari keluarga besar James Freddy Sundah. Sosok yang dikenal sebagai suami, ayah, dan sahabat ini telah berpulang dengan tenang pada Kamis, 7 Mei 2026 pukul 11.28 waktu New York (EST) di usia 70 tahun.

Kepergian James Freddy Sundah meninggalkan luka mendalam bagi keluarga dan orang-orang terdekat yang mengenalnya sebagai pribadi penuh kasih dan hangat.

Rangkaian penghormatan terakhir untuk James Freddy Sundah akan dilaksanakan di New York. Acara viewing dan ibadah dijadwalkan pada Minggu, 10 Mei 2026 pukul 15.00 hingga 20.00 EST di Schwartz Brothers Memorial Chapel, Forest Hills.

 James Freddy Sundah

Selanjutnya, ibadah pelepasan bagi James Freddy Sundah akan berlangsung pada Senin, 11 Mei 2026 pukul 09.00 EST dari funeral home, sebelum dimakamkan di St. John Cemetery, Middle Village.

Keluarga besar menyampaikan doa agar James Freddy Sundah mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan, serta memohon kekuatan dan penghiburan bagi mereka yang ditinggalkan.

Ucapan duka cita disampaikan oleh Priscillia Sundah Suntoso (Lia), Erickjuno Jacob, dan keluarga besar.

Sebagai bentuk penghormatan terakhir untuk James F. Sundah, keluarga menetapkan dress code dengan nuansa warna merah, ungu, biru, atau oranye, serta mengimbau untuk tidak mengenakan warna hitam maupun putih.

Penerimaan bunga duka cita dibuka hingga Minggu, 10 Mei 2026 pukul 15.00 EST di lokasi funeral home.

Kepergian James F. Sundah menjadi kehilangan besar, namun kenangan dan kasih yang ditinggalkannya akan terus hidup di hati keluarga dan sahabat.

 

Aftermovie DWP 2025 Rilis! Jakarta Siap “Diguncang” Lagi, Tanggal DWP 2026 Resmi Diumumkan!

0
DWP
DWP atau Djakarta Warehouse Project akhirnya merilis aftermovie yang digelar Ismaya Live yang Euforianya belum usai dan langsung bikin merinding. Bukan sekadar video recap, aftermovie ini jadi perjalanan penuh energi yang menangkap momen paling “liar” dan spektakuler dari festival EDM terbesar di Indonesia itu.

Visual megah, crowd yang menggila, hingga produksi kelas dunia ditampilkan tanpa ampun mengingatkan kenapa DWP selalu jadi magnet penikmat musik elektronik dari seluruh dunia. Dan yang bikin heboh, rilisan ini sekaligus jadi “kode keras” untuk babak selanjutnya!

DWP

Yup, bersamaan dengan aftermovie tersebut, DWP resmi mengumumkan tanggal gelaran 2026. Catat baik-baik: 2, 3, dan 4 Oktober 2026! Tahun ini, Jakarta kembali jadi pusat ledakan energi Djakarta Warehouse Project membawa vibe urban yang intens dan tak tergantikan.

Menurut Brand Manager Ismaya Live, Argi Wibawa, sinergi antara Jakarta dan Djakarta Warehouse Project jadi kunci utama kenapa festival ini terus naik level setiap tahun. Bukan cuma soal musik, tapi pengalaman total yang nggak bisa ditandingi.

DWP

Dari panggung ikonik seperti Garuda Land, hingga deretan DJ kelas dunia yang selalu bikin lineup DWP ditunggu-tunggu semuanya siap kembali dengan standar yang lebih gila di Djakarta Warehouse Project 2026.

Buat kamu yang nggak mau ketinggalan, aftermovie Djakarta Warehouse Project 2025 sudah bisa ditonton di kanal resmi mereka. Dan kalau mau jadi yang pertama dapat info penting (dan kemungkinan war tiket!), pre-registrasi sudah dibuka di situs resmi DWP.

DWP

Satu hal yang pasti: Jakarta bakal panas lagi Oktober nanti dan Djakarta Warehouse Projectsiap bikin sejarah baru!

 

Misteri “Tumbal Proyek” 13 Mei Terbongkar! Kisah Orang Hilang, Teror Nyata di Lokasi Syuting Bikin Cast Ikut Ketakutan

0
Tumbal Proyek
Foto: Eny
“Tumbal Proyek” film horor terbaru besutan Dee Company siap menghantui bioskop Indonesia mulai 13 Mei 2026 dan bukan cuma ceritanya yang bikin merinding, tapi juga pengalaman para pemainnya di balik layar!

Diangkat dari cerita yang sering beredar di masyarakat, film Tumbal Proyek ini mengulik sisi gelap proyek pembangunan: tentang orang-orang yang hilang tanpa jejak… dan tak pernah kembali. Produser Dheeraj Kalwani mengungkap, ide ini muncul dari kisah yang kerap jadi bisik-bisik menyeramkan.

“Cerita tentang tumbal proyek itu sering kita dengar. Dari situ kita kembangkan, bukan cuma soal teror, tapi juga luka keluarga yang ditinggalkan,” ujar Dheeraj saat gala premiere di Epicentrum XXI. Kamis (7/5/2026).

Tumbal Proyek
Foto: Eny

Disutradarai Jero Point, Tumbal Proyek tak hanya mengandalkan jumpscare, tapi juga emosi mendalam tentang kehilangan dan harapan yang tak kunjung terjawab.

Cerita berpusat pada Yuda (Kiesha Alvaro), yang hidup dalam bayang-bayang kehilangan sang ayah, Bayu (Rendy Khrisna), yang misterius menghilang saat bekerja di proyek. Perjalanan Yuda pun berubah jadi pencarian penuh teror dan rahasia kelam.

Kiesha Alvaro mengungkap bahwa perannya sebagai Yuda bukan sekadar karakter biasa, tapi penuh tekanan emosional. Ia bahkan harus menggali perasaan kehilangan yang dalam untuk bisa menghidupkan sosok Yuda.

Tumbal Proyek
Foto: Eny

“Karakter Yuda itu berat, karena dia ada di posisi kehilangan sosok ayah tanpa kejelasan. Jadi emosinya harus benar-benar dapet antara harapan dan putus asa,” kata Kiesha.

Ia juga menambahkan bahwa proses pendalaman karakter dilakukan sejak awal lewat diskusi intens dengan sutradara.

“Sebelum pegang naskah, aku sudah ngobrol panjang sama Pak Jero soal tujuan karakter ini dan pesan yang mau disampaikan. Itu sangat membantu aku membangun emosi Yuda,” lanjutnya.

Tumbal Proyek
Foto: Eny

Namun, yang bikin heboh juga datang dari pengalaman Callista Arum di lokasi syuting. Pemeran Laras ini mengaku benar-benar ketakutan—bukan akting!

“Ada beberapa scene yang itu bukan acting, tapi beneran takut,” ungkap Callista. Ia bahkan beberapa kali refleks berteriak karena kaget melihat figuran yang dirias jadi hantu.

Tak hanya itu, Callista juga menghadapi tantangan ekstrem. Demi mendalami karakter religius, ia harus menghafal doa-doa Katolik seperti Salam Maria dan Bapa Kami dan melafalkannya sambil menangis dan ketakutan di tengah adegan intens.

Tumbal Proyek
Foto: Eny

“Aku harus nunjukin takut, sedih, sekaligus memohon. Tekanannya kerasa banget,” katanya.

Adegan fisik pun tak kalah berat. Dari dibanting hingga adegan sling, semuanya dijalani sendiri tanpa stunt double, hingga tubuhnya dipenuhi memar setelah syuting.

“Selesai syuting badan aku biru-biru semua,” ujarnya.

Meski begitu, rasa lelah justru jadi “penyelamat”. “Karena capek banget, jadi ya dijalanin aja,” tambahnya sambil tertawa.

Selain Kiesha dan Callista, film ini juga dibintangi Karina Suwandi dan Fuad Idris yang memperkuat nuansa mistis sekaligus drama keluarga yang menyayat hati.

Siap-siap, Tumbal Proyek bukan sekadar film horor biasa ini adalah teror yang terasa nyata, bahkan sampai ke para pemainnya! (EH).

 

 

“Badut Gendong” Rilis Trailer: Teror Paling Sadis di Semesta Qodrat Akhirnya Muncul, Bikin Merinding Sejak Detik Pertama

0
Badut Gendong
Badut Gendong langsung jadi perbincangan panas setelah MAGMA Entertainment merilis official trailer dan poster film horor-aksi terbarunya. Bukan cuma menyeramkan, Badut Gendong disebut-sebut sebagai teror paling brutal dan emosional yang pernah muncul di semesta Qodrat.

Sejak detik pertama, trailer Badut Gendong sudah menebar rasa tidak nyaman. Dibuka dengan kehidupan sederhana Darso (Marthino Lio) sebagai pengamen badut, suasana cepat berubah menjadi kelam ketika tragedi besar merenggut segalanya istri dan calon anaknya. Dari sinilah mimpi buruk dimulai.

Badut Gendong : Sosok yang Bikin Takut Sekaligus Kasihan

Badut Gendong”

Yang bikin film berbeda, terornya bukan sekadar hantu biasa. Dalam trailer, sosok Badut Gendong tampil dengan gerakan ganjil, tatapan kosong, dan aura penuh dendam. Namun di balik itu, tersimpan luka mendalam yang justru bikin penonton dilema: takut, tapi juga iba.

Beberapa potongan adegan memperlihatkan teror yang terasa “personal”—bukan acak, tapi seperti punya target. Ini yang membuat Badut Gendong terasa lebih mengancam dan intens.

Film Jadi Villain Paling Kuat Lawan Ustaz Qodrat?

Badut Gendong

Trailer juga menguatkan satu hal: film ini bukan sekadar spin-off, tapi bagian penting dari semesta Qodrat. Bahkan, banyak yang mulai berspekulasi kalau sosok ini akan jadi lawan paling tangguh bagi Ustaz Qodrat.

Alih-alih pahlawan, film ini fokus pada sisi gelap—origin story seorang “calon musuh” yang dibentuk oleh kehilangan dan dendam.

Visual Gelap, Atmosfer Mencekam

Badut Gendong

Secara visual, film ini tampil lebih suram dan berat. Tone gelap mendominasi, dengan suasana desa yang terasa mencekam. Ditambah sound design yang bikin tegang tanpa banyak jumpscare murahan, trailer ini sukses membangun rasa takut yang pelan tapi menghantui.

Film Siap Teror Bioskop Mei 2026

Dengan kombinasi cerita emosional, horor psikologis, dan koneksi ke semesta besar, film ini berpotensi jadi salah satu film horor paling viral tahun ini.

Film ini dijadwalkan tayang mulai 27 Mei 2026 di seluruh bioskop Indonesia.

Satu hal yang jelas: setelah trailer ini rilis, kata “Badut Gendong” bukan lagi sekadar hiburan jalanan tapi simbol teror baru yang siap menghantui layar lebar.