Jakarta, Indeks News – Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPR RI, Jazilul Fawaid, menyerukan agar pemerintahan Presiden Prabowo Subianto meneladani semangat perjuangan arek-arek Suroboyo dalam momentum Hari Pahlawan 10 November 2025.
Menurut Jazilul, peristiwa heroik di Surabaya tahun 1945 membuktikan bahwa persatuan seluruh elemen bangsa merupakan kunci kemenangan melawan penjajahan.
“Pada 10 November, semua golongan — mulai dari kiai, santri, priyayi, kaum abangan, hingga bromocorah — bahu-membahu melawan pasukan sekutu yang diboncengi Belanda. Tidak ada yang merasa lebih tinggi. Semua bergerak karena ingin mempertahankan kemerdekaan yang baru tiga bulan diproklamasikan,” ujar Jazilul di Jakarta, Senin (10/11/2025).
Ia menegaskan, semangat perlawanan rakyat Surabaya membuktikan bahwa kekuatan terbesar bangsa Indonesia adalah persatuan, bukan semata keunggulan senjata atau strategi militer.
“Tidak ada teori militer yang bisa membayangkan rakyat biasa mampu bertahan menghadapi pasukan kolonial dengan senjata modern. Tapi sejarah membuktikan, ketika kita bersatu, hal yang mustahil pun bisa dicapai,” tegasnya.
Jazilul menilai, nilai-nilai persatuan dan gotong royong itu harus menjadi pijakan dalam pembangunan nasional saat ini. Ia mengapresiasi arah pembangunan yang dijalankan pemerintahan Prabowo–Gibran yang fokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Program-program strategis seperti Makan Bergizi Gratis, Pemeriksaan Kesehatan Gratis, Koperasi Desa Merah Putih, pembangunan 3 juta rumah rakyat, hingga pemberdayaan berbasis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) disebut sebagai langkah nyata menuju Indonesia Emas 2045.
“Transformasi pembangunan ini adalah bagian dari upaya meningkatkan kualitas SDM dan kesejahteraan rakyat. Namun, ini hanya akan berhasil jika didukung semua pihak,” kata Jazilul.
Ia mengakui, dalam satu tahun berjalan, program-program unggulan tersebut masih menemui berbagai kendala. Meski demikian, hal itu dianggap wajar dalam proses transisi pemerintahan baru.
“Kontrol publik penting, tapi semangatnya harus sama: kita ingin membantu agar program berjalan lebih baik. Seperti para pahlawan yang bersatu mempertahankan kemerdekaan, kini kita harus bersatu untuk membangun kualitas bangsa,” pungkas Jazilul.




