Jakarta – Sintya Marisca sukses mencuri perhatian saat menghadiri Gala Premiere film #CLBK (Cinta Lama Babak Kedua) di Epicentrum XXI, Jakarta Selatan, Jumat (26/6/2026). Tak hanya membahas proses syuting, aktris yang memerankan Ambar itu juga melontarkan pengakuan yang langsung mengundang tawa para awak media.
Saat menceritakan proses membangun chemistry dengan lawan mainnya, Iskak Khivano, Sintya Marisca secara spontan mengaku menyukai sosok pria yang memiliki sifat kebapakan.
“Aku memang suka laki-laki yang punya sifat kebapakan. Kalau Kak Iskak sih istilahnya sudah benar-benar bapak-bapak,” kata Sintya Marisca sambil tertawa.

Pernyataan tersebut muncul ketika Sintya Marisca mengisahkan tantangan membangun chemistry dengan Iskak. Awalnya, ia mengira karakter yang akan dipasangkan dengannya diperankan aktor yang usianya lebih muda.
“Aku awalnya mengira pemeran yang akan jadi pasangan karakterku usianya lebih muda dari Kak Iskak. Jadi memang lumayan menantang.” ungkap Sintya Marisca.
Meski demikian, Sintya mengaku Iskak menjadi partner yang sangat membantu selama proses pendalaman karakter. Bahkan, Iskak disebut cukup aktif menghubunginya lewat pesan singkat.

Namun, pengakuan berikutnya justru lebih mengejutkan.
“Lucunya, aku hampir nggak pernah balas chat Kak Iskak karena waktu itu jadwalku lagi padat banget,” ungkapnya.
Beruntung, komunikasi keduanya tetap berjalan lancar. Setiap memiliki waktu luang, mereka memilih menghabiskan waktu bersama untuk berdiskusi mengenai karakter masing-masing.
“Setiap ada quality time, kami banyak ngobrol. Itu yang akhirnya jadi bensin buat aku selama syuting,” jelasnya.

Tak hanya berbagi cerita soal Iskak Khivano, Sintya juga mengenang momen pertamanya bertemu Slamet Rahardjo. Ia mengaku sama sekali tidak sadar bahwa sosok yang ditemuinya adalah salah satu aktor terbesar dalam sejarah perfilman Indonesia.
“Di pikiranku waktu itu cuma, ‘Oh, ini kakekku’,” ujar Sintya.
Karena belum mengetahui siapa sebenarnya Slamet Rahardjo, Sintya bahkan sempat bercanda dan menggoda sang aktor senior.

“Aku baru tahu beliau living legend setelah reading. Waktu itu langsung merasa bersalah karena sebelumnya sempat bercanda sama beliau.”
Tak disangka, sikap spontan itu justru membuat hubungan keduanya semakin dekat. Bahkan hingga sekarang, Slamet Rahardjo disebut masih memanggil Sintya dengan julukan “Warakas”, merujuk pada kampung halamannya di Tanjung Priok.
Salah satu kalimat Slamet Rahardjo yang paling membekas bagi Sintya adalah ketika sang aktor berkata, “Oh, ternyata ada juga mutiara dalam lumpur di Warakas.”
“Kalimat itu nggak pernah aku lupakan,” tuturnya.
Di sisi lain, jika bersama Widyawati, Sintya mengaku justru masih sering merasa gugup.
“Setiap ditatap beliau rasanya masih merinding. Menurutku beliau cantik sekali, cantik alami. Semoga nanti kalau seusia beliau aku masih bisa secantik itu,” katanya.
Bagi Sintya, CLBK menjadi salah satu pencapaian terbesar dalam perjalanan kariernya. Pasalnya, baru di film keduanya, ia sudah mendapat kesempatan beradu akting dengan Slamet Rahardjo dan Widyawati yang dikenal sebagai living legend perfilman Indonesia.
“Ini kesempatan yang luar biasa. Banyak aktor mungkin harus menunggu bertahun-tahun untuk bisa main bareng mereka. Aku bersyukur bisa mendapat kesempatan ini di film keduaku,” pungkasnya. (EH).




