Bukan Hantu yang Paling Menakutkan! ‘Cek Khodam’ Bongkar Teror Cicilan hingga Dompet Kosong, Jirayut Ngaku Sempat Takut Gagal

JAKARTA – Film Cek Khodam  berbeda dengan film horor Indonesia dengan cara yang tak biasa. Jika selama ini penonton dibuat takut oleh sosok pocong, kuntilanak, atau genderuwo, justru film ini menawarkan teror yang terasa jauh lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari: cicilan menumpuk, dompet kosong, hingga tekanan hidup yang bikin manusia lebih ketakutan daripada hantu.

Premis unik inilah yang membuat Cek Khodam langsung mencuri perhatian sejak gala premiere. Tak sedikit penonton yang mengaku dibuat tertawa sekaligus merasa “ditampar” karena konflik dalam film begitu dekat dengan realitas masyarakat saat ini.

Produser Film Cek Khodam Dheeraj Kalwani mengungkapkan bahwa konsep tersebut memang sengaja dipilih agar film horor komedi ini memiliki identitas yang berbeda dibandingkan film-film sejenis.

Cek Khodam
Foto: Eny

“Kami ingin membuat cerita yang benar-benar relate dengan masyarakat. Sebenarnya ini adalah naskah ketiga Cek Khodam. Setelah melalui banyak diskusi, kami merasa versi inilah yang paling kuat karena unik, berbeda, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari,” ungka Dheeraj Kalwan dalam konferensi pers di Epicentrum XXI Jakarta, Jumat (10/7/2026).

Dheeraj Kalwan, mengatakan film tersebut menawarkan sudut pandang berbeda terhadap horor. Menurutnya, di era sekarang, ketakutan terbesar masyarakat bukan lagi penampakan makhluk gaib, melainkan cicilan, dompet kosong, hingga datangnya tanggal tua.

“Melalui film ini kami ingin mengangkat sesuatu yang dekat dengan masyarakat. Cek Khodam mengangkat ketakutan manusia modern di era sekarang. Bukan lagi soal penampakan, tetapi soal cicilan, dompet kosong, hingga tanggal tua,” tambahnya.

Cek Khodam
Jirayut Sebagai Sakti / Foto: Eny

Jero Point: Sekarang Orang Malah Mengejar Hantu Demi Konten

Sutradara Jero Point mengatakan ide film ini muncul dari fenomena media sosial yang belakangan semakin ramai.

Menurutnya, jika dulu masyarakat memilih lari saat melihat penampakan, kini justru banyak orang berlomba-lomba mencari hantu demi mendapatkan konten viral.

“Dulu kalau ada setan kita takut dan menghindar. Sekarang malah langsung ambil kamera buat bikin konten. Dari situ saya merasa ini sangat relate untuk dijadikan cerita film,” kata Jero.

Cek Khodam
Foto: Eny

Ia mengaku proses syuting Cek Khodam menjadi salah satu pengalaman paling menyenangkan sepanjang kariernya karena seluruh pemain diberi ruang untuk berimprovisasi.

Jirayut Bongkar Rasa Takutnya Jadi Pemeran Utama

Yang paling mencuri perhatian dalam konferensi pers adalah pengakuan Jirayut.

Untuk pertama kalinya dipercaya menjadi pemeran utama layar lebar dengan porsi dialog yang sangat banyak, penyanyi asal Thailand itu mengaku sempat dihantui rasa takut gagal.

“Perasaan aku campur aduk. Aku takut nggak sesuai ekspektasi orang. Takut mengecewakan penonton. Tapi di sisi lain aku juga excited banget dan nggak sabar lihat hasilnya,” ujar Jirayut.

Meski begitu, ia merasa beruntung karena seluruh pemain dan kru terus memberikan dukungan selama proses syuting.

Adegan Kesurupan Jadi Momen Tersulit Saputra Kori

Tak hanya Jirayut, Saputra Kori juga membagikan pengalaman paling menantang selama syuting.

Aktor tersebut mengaku adegan kerasukan menjadi tantangan terbesar sepanjang kariernya.

“Yang paling susah adalah adegan kesurupan. Itu pertama kalinya saya melakukan adegan seperti itu,” katanya.

Ia juga membocorkan bahwa banyak adegan lucu yang akhirnya masuk ke film ternyata lahir dari improvisasi spontan para pemain di lokasi syuting.

Benedictus Siregar Langsung Terima Tawaran, Alasannya Tak Disangka

Sementara itu, komedian Benedictus Siregar mengaku langsung menerima tawaran bermain tanpa berpikir panjang.

Bukan karena honor, tetapi karena premis film ini dianggap sangat segar.

“Biasanya manusia yang butuh khodam. Nah di film ini justru khodam yang butuh manusia. Dari situ saja saya langsung tertarik,” ucap Beni sambil disambut gelak tawa.

Menurutnya, proses syuting berlangsung sangat santai sehingga banyak adegan komedi lahir secara spontan.

Horor yang Justru Menertawakan Ketakutan Manusia

Lewat Cek Khodam, Jero Point menghadirkan horor dengan pendekatan baru. Bukan hanya soal makhluk gaib, tetapi juga menyindir ketakutan manusia modern yang sering kali lebih mengerikan daripada hantu itu sendiri.

Mulai dari cicilan yang tak kunjung lunas, dompet kosong menjelang akhir bulan, hingga tekanan hidup yang setiap hari menghantui masyarakat, semuanya dikemas dalam balutan komedi segar yang tetap menyisakan nuansa horor.

Dengan konsep yang berbeda, jajaran pemain lintas generasi, serta premis yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari, Cek Khodam berpotensi menjadi salah satu film horor komedi Indonesia yang paling mencuri perhatian tahun ini. Film ini akan mulai tayang di semau bioskop Indonesia pada 16 Juli 2026 mendatang. (EH)

GoogleNews

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses