Jakarta – Hitung mundur menuju Tiga Kembang Live in Concert resmi dimulai. Trio dangdut legendaris yang beranggotakan Kristina, Cici Paramida, dan Ike Nurjanah menjalani latihan perdana di Kristina Studio, Rabu (8/7/2026), sebagai langkah awal mempersiapkan konser spesial yang akan digelar pada 18 Juli 2026 di Balai Sarbini, Jakarta.
Latihan perdana Tiga Kembang tersebut menjadi momen penting untuk menyatukan kembali chemistry ketiga penyanyi yang telah lama dikenal sebagai ikon dangdut era 1990-an dan 2000-an. Tidak hanya mempersiapkan lagu-lagu hits masing-masing, Tiga Kembang juga tengah mematangkan harmonisasi vokal, pembagian suara, hingga aransemen baru yang akan memberikan pengalaman berbeda bagi para penonton.
Konser Tiga Kembang yang diprakarsai Kolam Ikan Creative Communication ini diproyeksikan bukan sekadar ajang nostalgia, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan dangdut original di tengah maraknya konser musik lintas genre di Indonesia.

Kristina mengungkapkan, meski waktu persiapan menuju konser terbilang singkat, semangat seluruh tim tetap tinggi untuk menghadirkan pertunjukan terbaik.
“Hari ini kami menjalani latihan pertama di Kristina Studio. Memang waktunya sangat mepet, tetapi alhamdulillah semuanya berjalan lancar,” ujar Kristina.
Menurutnya, proses latihan berjalan lebih ringan karena sebagian besar lagu yang akan dibawakan sudah sangat akrab dengan ketiga personel.

“Alhamdulillah, lagu-lagu yang akan kami bawakan sudah sangat kami kenal. Jadi kami tidak perlu bekerja terlalu keras untuk menghafalnya. Lagu-lagunya sudah sering kami nyanyikan, easy listening, dan semoga nanti penonton juga bisa ikut bernyanyi bersama.”
Selain membawakan lagu-lagu solo yang telah melekat dengan nama masing-masing, Tiga Kembang juga menyiapkan sejumlah penampilan spesial, termasuk lagu-lagu tribut yang dikemas dengan aransemen baru.
Kristina menjelaskan bahwa latihan pertama lebih difokuskan pada penyatuan karakter vokal agar penampilan mereka terdengar semakin solid.

“Fokus kami hari ini adalah menyamakan nada, membangun harmonisasi, membagi suara, dan memperkuat kekompakan. Itu yang paling penting supaya nanti di atas panggung semuanya terasa menyatu.”
Dalam proses kreatif tersebut, Tiga Kembang kembali didampingi musisi sekaligus penata musik Hendro Saky, sosok yang sudah lama menjadi bagian dari perjalanan musikal mereka.
“Mas Hendro Saky sudah sering bekerja sama dengan kami. Beliau pernah mengiringi kami, bahkan beberapa aransemen lagu juga dibuat oleh beliau. Jadi kami sangat bersyukur bisa kembali bekerja sama.”
Bagi Kristina, konser ini juga menjadi bentuk kontribusi untuk menghidupkan kembali panggung dangdut yang kini mulai kembali bergairah.
“Pokoknya Bismillah. Semoga dengan adanya Tiga Kembang Live in Concert nanti semuanya bisa terhibur. Semoga musik dangdut semakin ramai dan semakin dicintai masyarakat.”
Meski mengaku sedikit gugup karena waktu persiapan yang mepet, Kristina tetap optimistis konser akan berjalan sukses.
“Kami benar-benar sedang menghitung hari menuju konser. Memang ada rasa repot dan sedikit deg-degan, tetapi kami sangat excited. Mohon doa dari semuanya agar konser ini berjalan lancar dan sukses.”
Cici Paramida: Bangun Harmoni, Bukan Sekadar Bernyanyi Bersama
Semangat yang sama juga disampaikan Cici Paramida. Ia mengaku sangat menikmati latihan perdana yang sekaligus menjadi pertemuan pertama bersama tim musik yang akan mendukung konser.
“Hari ini senang sekali. Ini menjadi pertemuan pertama kami dengan arranger yang akan mengiringi konser nanti, yaitu Mas Irvan. Kami juga didampingi coach kami, Mas Hendro Saky, yang sudah sangat berpengalaman di dunia musik dangdut Indonesia.”
Menurut Cici, latihan perdana bukan hanya membahas materi lagu, tetapi juga membangun identitas musikal sebagai sebuah trio.
“Tadi kami sudah mengecek lagu-lagu yang akan dibawakan, terutama lagu-lagu yang dinyanyikan bertiga. Kami belajar membangun kekompakan, harmonisasi, dan semua hal yang diperlukan. Mudah-mudahan semuanya bisa terealisasi secara maksimal di atas panggung.”
Ia menilai konser ini memiliki makna lebih besar daripada sekadar reuni tiga penyanyi dangdut papan atas.
“Saya senang sekali bisa tampil bersama Ike Nurjanah dan Kristina. Mudah-mudahan konser ini bisa menjadi salah satu langkah untuk membangkitkan kembali musik dangdut yang sekarang memang semakin banyak digemari masyarakat, termasuk generasi muda.”
Cici melihat perkembangan positif terhadap penerimaan musik dangdut di kalangan anak muda.
“Sekarang banyak generasi muda mulai merasa bahwa dangdut adalah musik yang nyaman dinikmati dan memiliki kualitas yang sangat baik. Ini menjadi momentum yang bagus untuk menunjukkan bahwa dangdut bisa dinikmati semua kalangan.”
Selain lagu-lagu populer masing-masing, Cici memastikan Tiga Kembang juga akan membawakan single yang pernah mereka rilis bersama.
“Kami bertiga juga sudah memiliki single, dan tentu lagu itu akan kami bawakan dalam Tiga Kembang Live in Concert.”
Ia berharap konser tersebut menjadi awal dari semakin banyaknya pertunjukan dangdut berskala besar di Indonesia.
“Saya mengucapkan terima kasih atas apresiasi dan kepercayaan yang diberikan kepada kami. Mudah-mudahan konser ini bisa menjadi pembuka sehingga masyarakat yang rindu dengan musik dangdut kembali memiliki lebih banyak ruang untuk menikmati konser-konser berkualitas.”
Ike Nurjanah: Kami Datang untuk Meramaikan Dangdut Lagi
Sementara itu, Ike Nurjanah menegaskan bahwa kembalinya Tiga Kembang bukanlah sekadar reuni nostalgia.
“Kalau dibilang rebound, bukan. Justru kami ingin ‘ribut’, dalam arti meributkan atau meramaikan kembali industri musik dangdut. Kami ingin membuat dangdut semakin hidup dan mendapat perhatian lagi.”
Menurut Ike, konser di Balai Sarbini menjadi titik awal untuk mengaktifkan kembali semangat berkarya bersama.
“Untuk karya baru memang belum ada. Kami memulainya dari panggung dulu. Siapa tahu setelah konser ini kami semakin bersemangat membuat single baru dan menghadirkan sesuatu yang baru untuk penikmat musik dangdut.”
Ia mengakui sudah cukup lama dirinya, Kristina, dan Cici Paramida tidak tampil bersama sebagai Tiga Kembang.
“Sudah bertahun-tahun kami tidak bernyanyi bersama dalam satu panggung. Setelah beberapa tahun sempat tampil bertiga, akhirnya kegiatan masing-masing membuat kami jarang manggung bersama lagi.”
Ike berharap konser ini menjadi awal perjalanan baru bagi Tiga Kembang.
“Mudah-mudahan konser ini menjadi awal yang baik untuk perjalanan Tiga Kembang ke depan. Kami ingin kebersamaan ini tidak berhenti di satu konser saja.”
Lebih jauh, ia membuka peluang hadirnya karya-karya baru setelah konser berlangsung.
“Siapa tahu setelah ini kami benar-benar terdorong membuat single terbaru, berkarya lagi, dan mungkin bisa menginspirasi lahirnya ‘kembang-kembang’ berikutnya di industri musik dangdut.”
Ike juga memberikan apresiasi kepada Kolam Ikan Creative Communication yang dinilai memiliki visi mengangkat kembali dangdut original ke panggung konser.
“Kami sangat senang diberikan ruang, waktu, dan kepercayaan untuk menggelar konser ini. Saya melihat semangat dari Kolam Ikan adalah ingin mengangkat kembali dangdut klasik dan dangdut original yang memang layak mendapatkan apresiasi lebih besar.”
Menurutnya, di tengah menjamurnya konser lintas genre, dangdut original masih membutuhkan lebih banyak ruang untuk tampil.
“Dangdut original belum terlalu terlihat gaungnya. Padahal musik dangdut terus berkembang dengan berbagai sentuhan kekinian. Kehadiran konser ini menjadi bentuk perhatian terhadap akar musik dangdut itu sendiri.”
Meski mengaku sedikit gugup karena waktu persiapan yang singkat, Ike optimistis konser akan menjadi momen bersejarah.
“Jujur saya deg-degan karena persiapannya cukup mepet. Tetapi kami sangat bersyukur atas kepercayaan ini. Semoga semua persiapan berjalan lancar dan konser ini menjadi momen yang berkesan, bukan hanya bagi kami, tetapi juga bagi seluruh pecinta musik dangdut.”
Dengan chemistry yang kembali terbangun, dukungan tim musik berpengalaman, serta semangat menghadirkan kualitas pertunjukan terbaik, Tiga Kembang Live in Concert diharapkan menjadi salah satu konser dangdut paling berkesan tahun ini sekaligus menandai bangkitnya kembali panggung dangdut original di Indonesia.




