Film Empat Musim Pertiwi besutan Forka Films resmi merilis official teaser trailer. Film terbaru garapan Kamila Andini ini menghadirkan misteri tentang kepulangan seorang perempuan bernama Pertiwi, yang diperankan Putri Marino, setelah 20 tahun meninggalkan kampung halamannya.
Kepulangan Pertiwi di teaser trailer Empat Musim Pertiwi ternyata tidak disambut hangat. Justru, keberadaannya memunculkan kecurigaan dari warga sekitar. Bahkan, kedua orangtuanya terlihat seperti tidak menginginkan dirinya kembali.
Dalam teaser trailer, Pertiwi tampak terus berada dalam pengawasan. Kepulangannya membawa kemarahan yang tertunda, kekecewaan, serta trauma masa lalu yang belum terselesaikan. Di tengah suasana kampung yang penuh teka-teki, muncul pertanyaan besar: mengapa Pertiwi kembali setelah 20 tahun dan apa yang sebenarnya terjadi di masa lalunya?

Visual Bromo yang menjadi latar utama film turut memperkuat atmosfer misterius Empat Musim Pertiwi. Lanskap alam yang megah justru menjadi ruang bagi perjalanan batin Pertiwi dalam menghadapi masa lalu dan kehidupannya yang selama ini terkubur.
“Di teaser trailer, kita bisa mengintip kehidupan Pertiwi. Perempuan yang tidak takut mati, seperti yang disampaikan dalam dialog. Pertiwi tidak takut apapun. Tapi kepulangannya juga membawa trauma yang besar, yang membuatnya menjadi tidak takut apapun. Dia hanya memiliki dirinya sendiri,” ujar Kamila Andini, penulis sekaligus sutradara Empat Musim Pertiwi.
Reuni Kamila Andini dan Putri Marino
Empat Musim Pertiwi menjadi proyek reuni Kamila Andini dan Putri Marino setelah keduanya terlibat dalam serial fenomenal Gadis Kretek. Tidak hanya Putri Marino, film ini juga mempertemukan kembali Arya Saloka dengan sejumlah kru yang sebelumnya bekerja di balik layar Gadis Kretek.
Jajaran kru tersebut di antaranya Batara Goempar sebagai sinematografer, Dita Gambiro sebagai desainer produksi, Hagai Pakan sebagai penata busana, Astrid Sambudiono sebagai penata rias, Sutrisno sebagai perekam suara, serta Ahmad Fesdi Anggoro sebagai editor.
Selain Putri Marino dan Arya Saloka, film ini turut dibintangi Christine Hakim dan Hana Malasan.
Berawal dari Ide yang Dikembangkan Sejak 2017
Menariknya, ide awal Empat Musim Pertiwi telah dikembangkan jauh sebelum Gadis Kretek hadir. Menurut produser Ifa Isfansyah, latar Bromo menjadi salah satu pemantik utama lahirnya film ini.
“Ide awal film ini terbentuk pada tahun 2017. Namun justru yang memantik adalah latarnya, yakni Bromo. Saat itu, ada yang ingin kami sampaikan ketika berinteraksi dengan ruang di Bromo. Ide ini bahkan jauh sebelum ada Gadis Kretek,” kata Ifa Isfansyah.
Forka Films sebelumnya juga telah memperkenalkan teaser poster Empat Musim Pertiwi yang menampilkan sosok Pertiwi secara dekat. Poster tersebut menjadi gambaran awal perjalanan emosional karakter utama dalam melewati berbagai fase kehidupan.
Tentang Empat Musim Pertiwi
Film ini mengikuti perjalanan Pertiwi yang kembali ke kampung halaman setelah dua dekade pergi. Ia sadar bahwa kepulangannya tidak diharapkan, bahkan oleh orang-orang terdekatnya.
Namun, Pertiwi memiliki alasan untuk kembali. Ia ingin menghadapi kembali empat musim dalam hidupnya—masa-masa yang pernah membuat kehidupannya berada dalam kegelapan hingga perlahan menemukan jalan untuk kembali menuju cahaya.
Diproduksi Forka Films, Empat Musim Pertiwi juga mendapat dukungan dan kolaborasi dari Miles Films, Jagartha, Trinity Optima, Imajinari, TeamUp, Julie Estelle, dan Navvaros.
Dengan kombinasi misteri, drama psikologis, atmosfer Bromo, serta reuni kreatif di balik Gadis Kretek, Empat Musim Pertiwi menjadi salah satu film yang menarik untuk dinantikan tahun ini.
Film Empat Musim Pertiwi akan tayang di bioskop Indonesia mulai 8 Oktober 2026.





