Jakarta – ROSÉ kembali mencuri perhatian lewat “New Trick”. Bukan sekadar lagu baru, single ini langsung memancing nostalgia pendengar terhadap era pop-rock, pop-punk, MTV, hingga Y2K.
Kolom komentar video musiknya dipenuhi pujian untuk vokal ROSÉ, konsep visual, penampilan, sampai energi rock yang dianggap sangat cocok dengan karakter suaranya.
Bahkan, sejumlah pendengar mengaku seperti dibawa kembali ke masa remaja ketika mendengarkan lagu ini. Salah satu komentar menyebut ROSÉ berhasil menghadirkan kembali “teenage nostalgia”, sementara komentar lainnya menangkap nuansa akhir 1990-an dan awal 2000-an dengan sentuhan yang mengingatkan pada era Avril Lavigne dan Gwen Stefani.

Tak heran jika kemudian muncul komentar, “ROSÉ IS BACK!”
ROSÉ BIKIN POP-ROCK TERASA HIDUP LAGI
Ada satu hal yang langsung terasa ketika “New Trick” dimainkan: ROSÉ terdengar jauh lebih lepas.
Karakter vokalnya yang khas bertemu dengan gitar dan produksi pop-rock yang energik. Kombinasi tersebut menjadi salah satu bagian yang paling banyak dipuji oleh pendengar.

“I love how well ROSÉ’s voice and the pop rock melody go together,” tulis salah satu netizen.
Komentar lain bahkan menyebut energi rock dalam lagu tersebut sangat cocok dengan suara ROSÉ dan membuat lagu ini terasa seperti sebuah anthem.
Bagi ROSÉ, pendekatan ini menarik karena ia tidak kehilangan identitas vokalnya ketika masuk ke wilayah pop-rock. Justru karakter suara ROSÉ menjadi pusat dari keseluruhan produksi.

“NEW TRICK” BIKIN NETIZEN KANGEN ROSÉ YANG SATU INI
Salah satu reaksi menarik datang dari pendengar yang mengaku sangat merindukan karakter suara ROSÉ seperti yang terdengar dalam “New Trick”.
Komentar tersebut berbunyi, “OMG I MISS THAT’S TYPE OF ROSIE VOICE SO MUCHHHH.” Respons semacam ini menunjukkan bahwa bagi sebagian pendengar, lagu tersebut terasa seperti mempertemukan kembali Idol K-Pop ini dengan karakter vokal yang sudah mereka kenal dan rindukan.
Komentar lain bahkan menyebut Idol K-Pop ini sebagai “golden voice” dan memberikan respons antusias terhadap kembalinya sang penyanyi.
ROSÉ DAN NOSTALGIA Y2K: SEPERTI BALIK KE ERA MTV
Jika musiknya membawa energi pop-rock, visual “New Trick” memperkuat nostalgia tersebut.
Beberapa penonton langsung mengaitkan video musik dan lagunya dengan era Y2K. Ada komentar yang menyebut “New Trick” memberikan vibes Y2K, sementara komentar lainnya menggambarkannya sebagai pop-punk akhir 1990-an hingga 2000-an.
Yang menarik, nostalgia dalam MV ROSÉ tidak terasa seperti sekadar meniru masa lalu.
Secara visual, “New Trick” lebih terasa seperti mengambil bahasa visual era tersebut energi yang playful, youthful dan sedikit raw—kemudian dikemas kembali dengan standar produksi video musik modern.
Hasilnya adalah estetika yang terasa nostalgik, tetapi tidak terlihat seperti sebuah video yang benar-benar dibuat pada era 2000-an.
PENAMPILAN ROSÉ JADI SALAH SATU DAYA TARIK UTAMA
Selain musik, penampilan ROSÉ juga menjadi bagian penting dalam membangun karakter “New Trick”.
Salah satu komentar penonton bahkan secara khusus menyoroti outfit ROSÉ berupa kombinasi garis hitam-putih dengan sweater plaid.
Styling seperti ini memperkuat nuansa pop-rock dan Y2K tanpa membuat ROSÉ kehilangan identitas fashion-nya.
ROSÉ terlihat lebih playful dan santai. Ia tidak harus tampil dengan atribut rock yang berlebihan untuk memberikan kesan rebellious.
Ekspresi, gestur, wardrobe dan cara kamera menangkap dirinya sudah cukup membangun karakter tersebut.
COLOR GRADING-NYA IKUT MEMBANGUN SUASANA
Salah satu aspek yang menarik untuk diperhatikan dari “New Trick” adalah bagaimana warna digunakan untuk mendukung atmosfer lagu.
Alih-alih membuat visual terlihat terlalu steril dan sempurna, pendekatan warna memberikan kesan yang lebih hangat dan nostalgik. Karakter gambar seperti ini membantu menghubungkan visual dengan nuansa Y2K yang banyak dirasakan oleh penonton.
Dalam konteks “New Trick”, color grading bukan hanya soal membuat gambar terlihat cantik. Warna ikut membantu membangun mood.
Ketika dipadukan dengan wardrobe, setting, ekspresi Idol K-Pop ini dan energi musik, keseluruhan video terasa seperti sebuah nostalgia yang sudah diperbarui untuk generasi sekarang.
ANGLE KAMERA MEMBUAT Idol K-Pop ini TERASA LEBIH DEKAT
Permainan kamera juga menjadi bagian penting dalam membentuk pengalaman menonton.
Close-up memberi ruang bagi ROSÉ untuk menunjukkan ekspresi dan karakter vokalnya. Sementara framing yang lebih luas memberikan kesempatan bagi penonton menikmati styling, gerakan dan lingkungan visual di sekitarnya.
Pendekatan ini membuat Idol K-Pop ini tidak terasa seperti sekadar objek yang dipotret untuk sebuah video musik.
Kamera seperti mengikuti energi Idol K-Pop ini.
Saat musik terasa lebih intim, perhatian diarahkan kepada dirinya. Ketika energi meningkat, ruang visual ikut terasa lebih bebas.
CHORUS-NYA YANG BIKIN SUSAH BERHENTI REPLAY
Ini mungkin salah satu alasan mengapa “New Trick” begitu mudah menempel.
Netizen berkali-kali menyebut lagu ini catchy, playful dan membuat mereka ingin memutarnya kembali. Bahkan ada komentar yang mengatakan semakin sering mendengarkan “New Trick”, semakin menyukainya.
Struktur lagunya juga mendapatkan perhatian.
Seorang pendengar memuji bagaimana chorus dibuat penuh energi, sementara verse dan bridge dibuat lebih tenang. Kontras ini membuat chorus terasa semakin menonjol ketika kembali muncul.
Dengan kata lain, ROSÉ tidak hanya mengandalkan vokal untuk membuat “New Trick” melekat.
Produksi, struktur lagu dan visualnya bekerja dalam arah yang sama.
NETIZEN: “ROSÉ MEMANG COCOK DENGAN ROCK!”
Respons paling menarik justru datang dari penonton yang mulai meminta ROSÉ mengeksplorasi sisi rock lebih jauh.
Ada yang menyebut pergeseran Idol K-Pop ini menuju pop-rock sebagai langkah berani yang berhasil, sementara komentar lain bahkan menyebut era ini sebagai “Rocksé era”.
Sementara itu, komentar lain menyoroti fleksibilitas ROSÉ dari musik yang lebih emosional hingga garage-punk rock.
Ini menunjukkan satu hal: bagi sebagian pendengar, “New Trick” bukan hanya perubahan sound.
Lagu ini terasa seperti membuka sisi lain dari Idol K-Pop ini.
TIDAK HANYA MENJUAL NOSTALGIA
Pada akhirnya, “New Trick” menarik bukan semata-mata karena mengingatkan pendengar pada masa lalu.
Kekuatan utamanya justru terletak pada cara Idol K-Pop ini menggabungkan beberapa elemen tersebut menjadi identitas baru.
Vokal Idol K-Pop ini memberikan karakter. Pop-rock memberikan energi. Nuansa Y2K memberikan nostalgia. Styling memberikan identitas visual. Color grading memperkuat mood.Angle kamera dan editing membuat semuanya terasa dinamis.
Dan ketika seluruh elemen tersebut bertemu, lahirlah sebuah video musik yang terasa seperti perjalanan singkat menuju era 2000-an tetapi dengan salah satu member Blackpink ini sebagai pusat ceritanya.
Tidak mengherankan jika komentar penonton dipenuhi kalimat seperti “The golden voice has returned”, “ROSÉ is back”, hingga pengakuan bahwa lagu ini terus diputar ulang.
Idol K-Pop ini mungkin sedang membawa kembali suara masa lalu, tetapi “New Trick” menunjukkan bahwa ia tidak sedang hidup di masa lalu. Ia sedang membuat nostalgia itu terdengar seperti miliknya sendiri.





