Dari Masalah Diare hingga Limbah Ikan, Mahasiswa Unand Ajak Warga Bangun Lingkungan Sehat

Padang, 02 Agustus 2025 – Masalah klasik seperti diare dan DBD masih menjadi tantangan di lingkungan padat seperti Pasia Nan Tigo. Inisiatif datang dari mahasiswa Universitas Andalas (UNAND) yang tergabung dalam PPK Ormawa BEM KM UNAND 2025, yang menggelar kegiatan edukasi dan praktik lingkungan di Musala Ihdinas Sirotol Mustaqim.

Deriwati, A.Md. Keb., bidan penyelia dan penanggung jawab di bidang diare Puskesmas Lubuk Buaya, menjelaskan bahwa diare sering dipicu oleh lingkungan yang tidak bersih. “Banyak warga belum tahu pentingnya zinc untuk pemulihan diare, dan imunisasi rotavirus juga masih minim,” ujarnya.

Ira Maya Sofha, S.Tr.Kes., yang juga merupakan sanitarian ahli dan penanggung jawab bidang DBD, malaria, dan kesehatan lingkungan Puskesmas Lubuk Buaya, menekankan bahwa siklus DBD kerap luput dari perhatian karena gejalanya naik-turun. Edukasi tentang nyamuk dan cara pencegahannya lewat pengurasan dan daur ulang terus dikampanyekan.

BEM KM UNAND universitas andalas

Fokus utama kegiatan ini adalah sesi praktik lingkungan yang memperkenalkan inovasi pemanfaatan limbah ikan menjadi pupuk kompos organik. Reva dan Elena dari tim pelaksana dari BEM KM UNAND menjelaskan, kompos tersebut dibuat dari campuran limbah ikan, tanah, dan sekam yang difermentasi selama 30 hari dengan pengadukan rutin. Praktik ini diharapkan bisa menjadi solusi konkret untuk mengurangi limbah dapur sekaligus memberi manfaat ekonomi bagi warga.

Dengan pendekatan edukatif dan praktik langsung, kegiatan ini mendorong perubahan kecil namun berdampak dalam gaya hidup warga Pasia Nan Tigo; lebih sehat, lebih bersih, dan lebih peduli lingkungan.

BEM KM UNAND universitas andalas

GoogleNews

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses