Indeks News – Presiden Prabowo Subianto membantah isu reshuffle Kabinet Merah Putih yang kini berkembang di publik. Bantahan ini disampaikan langsung Prabowo di hadapan para menteri dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Rabu (6/8/2025).
Menurut salah satu menteri yang hadir, Prabowo menilai isu reshuffle diembuskan oleh pihak-pihak yang menginginkan kursi menteri tanpa berkontribusi pada pemerintahan.
“Itu banyak pengamat yang bilang ada reshuffle. Yang ngomong begitu dan nyebarin pasti yang pengen masuk. Enak aja nggak berkeringat pengen masuk,” ujar Prabowo seperti ditirukan menteri tersebut.
Ucapan itu memicu tawa para peserta sidang kabinet. Presiden juga menyinggung ada pihak yang terlalu berambisi memperebutkan kursi menteri sehingga memunculkan spekulasi politik.
Pengamat Politik: Prabowo Bertujuan Menenangkan Menteri dan Jaga Kekompakan
Dosen komunikasi politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio (Hensa), menilai pernyataan Prabowo bertujuan menenangkan para menteri agar tetap fokus bekerja.
Menurut Hensa, narasi “tak berkeringat” adalah cara Prabowo meredam keresahan menteri di tengah isu pergantian kabinet, sekaligus menjaga kekompakan elite politik demi kelancaran program pemerintahan.
“Prabowo sering menyebut dua hal penting, yaitu merangkul semua pihak dan menjaga kerukunan elite politik. Pernyataan ini sejalan dengan hal tersebut,” kata Hensa, Sabtu (9/8/2025).
Meski Prabowo membantah akan reshuffle, Hensa menilai perbaikan kinerja kabinet tetap diperlukan. Ia mengingatkan bahwa pada April 2025, Prabowo memberi skor kinerja pemerintahan hanya 6 dari 10.
Isu Reshuffle Muncul Setelah Amnesti Hasto
Rumor reshuffle semakin kuat setelah Prabowo memberikan amnesti kepada Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto pada 31 Juli 2025. Spekulasi PDIP akan bergabung ke pemerintahan mencuat usai amnesti tersebut.
Pertemuan Ketua Harian DPP Gerindra Sufmi Dasco Ahmad dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri di Bali pada akhir Juli menambah panas isu ini. Dasco menjelaskan pertemuan itu hanya untuk menyampaikan ucapan selamat atas kongres PDIP.
Beberapa menteri Kabinet Merah Putih membantah rencana reshuffle.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana: Menegaskan Presiden senang dengan kinerja menteri dan tidak berencana melakukan reshuffle.
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya: Menyatakan tidak ada reshuffle, tetapi mempersilakan media mengonfirmasi ke Mensesneg.
Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY): Mengingatkan reshuffle adalah hak prerogatif presiden. Ia juga mengungkapkan Prabowo memuji kerja tim menteri yang dinilai berada di jalur yang benar selama 10 bulan terakhir.
Pernyataan tegas Presiden, dukungan para menteri, dan analisis pengamat menunjukkan reshuffle kabinet belum masuk agenda resmi pemerintah. Meski demikian, evaluasi kinerja tetap berjalan, dan keputusan akhir tetap berada di tangan Presiden.




