spot_img
spot_img

Viral! Bocah Perempuan 9 Tahun di Sumut Disiksa, Diikat dan Disundut Rokok

Indeks News – Media sosial dihebohkan dengan beredarnya foto seorang bocah perempuan berusia 9 tahun di Kabupaten Padang Lawas (Palas), Sumatera Utara, yang disiksa tiga orang dewasa. Korban disebut diikat, dipukul, hingga disundut rokok hanya karena dituduh mencuri.

Peristiwa penyiksaan terhadap bocah perempuan ini terjadi pada Kamis (23/6) dan telah dilaporkan ke Polres Padang Lawas Utara (Paluta) pada Jumat (27/6) dengan nomor laporan LP/B/193/V/2005/SPKT/Polres Padang Lawas/Polda Sumut.

Ps Kasubsi Penmas Polres Paluta, Bripka Ginda K Pohan, membenarkan laporan tersebut. “Laporan penganiayaan berat, iya (diikat, disundut rokok),” ujar Ginda, Senin (11/8).

Berdasarkan laporan polisi, ayah korban, Damhuri Hasibuan, mendapat kabar sekitar pukul 03.00 WIB bahwa anaknya kedapatan mengambil uang di toko milik terlapor LN. Damhuri langsung mendatangi lokasi dan menemukan anaknya sudah dalam kondisi terikat.

“Korban sudah terikat tangan dan kakinya dengan tali plastik warna hitam. Dia dijaga oleh M, D, dan A. Kemudian korban dianiaya D, A, dan L dengan cara menendang, memukul, dan membakar menggunakan api rokok,” jelas Ginda.

Akibat kekerasan tersebut, bocah perempuan itu mengalami luka di pipi dan tangan. Meski dituduh mencuri, Ginda menegaskan belum ada bukti yang menguatkan.

“Barang bukti mencuri itu tidak ada. Toko mengaku rugi Rp15 juta, tapi tuduhan itu tidak terbukti. Di tangan korban tidak ditemukan barang curian,” katanya.

Bocah perempuan itu sempat dilepaskan setelah dijamin orang tuanya.

Ginda menyebut, pihak kepolisian sudah menetapkan tersangka dalam kasus ini, namun belum merinci jumlah dan identitasnya.

“Tersangka sudah ada, nanti kita rilis,” ujarnya.

Kasus ini memicu kemarahan publik, terutama karena korban masih di bawah umur dan dugaan pencurian tidak terbukti.

GoogleNews

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses