Joko Anwar 2026 Angkat Trauma Kolektif Bangsa lewat Film Ghost in the Cell

Sutradara Joko Anwar kembali mengangkat isu sosial dalam film terbarunya berjudul Ghost in the Cell. Kali ini, ia menyoroti trauma kolektif bangsa yang selama ini jarang dibicarakan secara terbuka.

Joko Anwar mengatakan, masyarakat Indonesia cenderung menyimpan trauma di bawah sadar tanpa pernah mengolahnya. Padahal, menurutnya, membicarakan trauma kolektif penting agar kesalahan yang sama tidak terus terulang di masa depan.

“Sebagai bangsa kita cenderung tidak membicarakan trauma dan menyimpannya di bawah karpet, di bawah sadar,” kata Joko Anwar saat ditemui setelah peluncuran trailer Film Ghost in the Cell di Epicentrum XXI Jakarta, Senin (23/2/2026).

Joko Anwar
Foto: Eny

“Padahal itu salah satu cara supaya kita tidak mengulangi kembali kesalahan yang sama,” ujarnya.

Soal sosok hantu dalam film, Joko menyebut tidak ingin menampilkan horor secara gamblang. “Hantunya ada. Ada kakinya, ada kepalanya, ada kukunya yang bengkok. Tapi bentuknya mirip seperti karakter di film. Itu semua berbicara soal trauma kolektif,” jelasnya.

Film ini dikembangkan sejak 2018 oleh rumah produksi Come and See Pictures dan baru menjalani proses syuting pada 2023. Seluruh set penjara dibangun secara khusus di Bandung.

Joko Anwar
Foto: Eny

Aktor Lukman Sardi menyebut Ghost in the Cell sebagai film Joko Anwar yang paling ringan namun tetap bermakna. “Filmnya paling entertaining, tapi tetap berisi,” kata Lukman.

Joko pun menegaskan film ini tetap ditujukan sebagai tontonan yang menghibur. “Ke depannya ini film yang entertaining, tapi di belakangnya ada sesuatu yang ingin kami sampaikan sebagai pembuat film,” tuturnya.

Aktor Abimana Aryasatya menyebut ada sejumlah adegan yang akan meninggalkan kesan kuat bagi penonton. “Ada beberapa scene yang menurut saya bakal berkesan banget. Salah satunya justru yang sederhana, tapi intens,” ujar Abimana sambil menolak membocorkan detail adegan.

Joko Anwar
Foto: Eny

Sementara itu, aktor Endy Arfian menyoroti respons penonton internasional saat pemutaran di Berlin. “Reaksinya gila-gila banget. Banyak yang ketawa di bagian komedi yang menurut kita biasa saja, tapi ternyata kena ke mereka,” kata Endy.

Endy menambahkan, detail kecil dalam film juga banyak dibahas oleh penonton. “Mereka sampai memperhatikan detail-detail kecil, termasuk simbol dan kode yang ada di film,” ujarnya.

Joko Anwar
Foto: Eny

Ghost in the Cell mendapat sambutan positif dalam pemutaran internasional di Berlin dan telah diakuisisi untuk distribusi global. Film Joko Anwar ini dijadwalkan tayang di berbagai negara, termasuk Amerika Serikat, dibintangi oleh Abimana Aryasatya, Bront Palarae, Danang Suryonegoro, Endy Arfian, Lukman Sardi, Mike Lucock, Yoga Pratama, Morgan Oey, Aming, Kiki Narendra, Rio Dewanto, Tora Sudiro, Almanzo Konoralma, Haydar Salishz, Arswendy Bening Swara, Dewa Dayana, Faiz Vishal, Jaisal Tanjung, dan HoYuhang serta memperkenalkan Magistus Miftah. (EH)

GoogleNews

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses