Indeks News – Nama Mees Hilgers hilang dari daftar pemain FC Twente yang berlaga di Stadion De Grolsch Veste pada Minggu (17/8/2025). FC Twente menjamu PSV Eindhoven di pekan kedua Liga Belanda 2025–2026.
Bek timnas Indonesia itu tak lagi masuk skuad pilihan pelatih Joseph Oosting. Bukan karena cedera, bukan pula karena masalah teknis. Hilgers dicoret karena alasan yang jauh lebih besar: keinginannya untuk meninggalkan Twente setelah 14 tahun penuh pengabdian.
Oosting menegaskan bahwa absennya Mees Hilgers adalah bagian dari keputusan tim. “Kalian semua bekerja sama untuk musim baru, dan kalian ingin melakukannya dengan pemain yang kalian yakini bisa kalian gunakan musim ini juga,” ujarnya kepada Twenteinsite.
Pernyataan itu menjadi sinyal kuat. Sang pelatih bahkan menambahkan, “Saya berasumsi Mees Hilgers akan pergi.”
Faktanya, Mees Hilgers memang telah menunjukkan niat meninggalkan Enschede sejak jendela transfer musim panas 2025 dibuka. Ia juga tak masuk daftar skuad Twente saat menghadapi PEC Zwolle di pekan perdana.
Meski kontraknya masih tersisa satu tahun, Hilgers memilih mencari tantangan baru di luar Belanda. Menurut laporan WFCGroningen, ia sudah mencapai kesepakatan pribadi dengan Crystal Palace, juara Piala FA 2024–2025.
Negosiasi antara Palace dan Twente kini memasuki tahap akhir. Meski ada minat dari klub Spanyol dan Italia, Hilgers condong ke Inggris. Ia ingin merasakan kerasnya Premier League, sebuah impian yang diyakini akan memperkaya pengalamannya.
Mees Hilgers 14 Tahun Bersama Twente
Perjalanan Mees Hilgers bersama Twente bukanlah kisah singkat. Ia datang ke akademi klub pada 2011, saat masih berusia 10 tahun.
Sembilan tahun ia habiskan di tim junior sebelum akhirnya debut di tim utama pada 5 Desember 2020, melawan Ajax di ajang Eredivisie. Dari sana, ia tumbuh menjadi pilar lini belakang The Tukkers.
Total 131 pertandingan telah ia mainkan. Tinggi 185 sentimeter membuatnya tangguh di duel udara, sementara mentalitasnya menjadikannya salah satu bek paling konsisten yang dimiliki Twente.
Namun ada satu hal yang belum pernah ia rasakan: mengangkat trofi bersama klub yang sudah ia bela sejak kecil.
Perpisahan yang Penuh Emosi
Hilgers kini berada di persimpangan jalan. Bagi Twente, kepergiannya adalah kehilangan besar. Bagi Hilgers sendiri, ini adalah langkah berani untuk menatap masa depan.
Publik Enschede akan selalu mengenangnya sebagai anak akademi yang tumbuh besar bersama klub. Dari bocah 10 tahun hingga menjadi pemain internasional Indonesia, Hilgers meninggalkan jejak sejarah yang tak akan mudah dilupakan.
Jika transfer ke Crystal Palace benar-benar terwujud, perjalanan baru akan dimulai. Namun bagi para suporter Twente, Minggu malam di De Grolsch Veste akan tetap terasa sepi tanpa sosok yang sudah menjadi bagian dari keluarga mereka selama 14 tahun terakhir.





God job mees ,Indonesia bangga memilikimu