Indeks News – Khan Younis, Gaza Selatan – Suasana kamp militer Israel di Khan Younis mendadak berubah mencekam pada Rabu (20/8) pagi. Dalam hitungan menit, pasukan Hamas berhasil menyusup lewat terowongan bawah tanah dan mengubah markas pasukan Israel menjadi medan baku tembak.
Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengakui serangan ini sebagai sebuah “kegagalan antisipasi”. Padahal, terowongan yang digunakan Hamas sudah pernah dideteksi sebelumnya. Namun, para pejuang Hamas berhasil menggali jalur baru yang membawa mereka langsung ke jantung kamp.
Menurut hasil investigasi awal, Pasukan Hamas membagi pasukannya menjadi tiga tim. Satu tim menekan dengan tembakan dari gundukan tanah, tim kedua menyusup ke gedung kosong di dalam kamp, sementara tim ketiga langsung menyerang bangunan yang dihuni satu peleton tentara Israel.
Di dalam barak, suasana sempat kacau. Komandan peleton yang keluar untuk memeriksa suara mencurigakan langsung ditembaki. Ia kembali masuk, membangunkan prajurit yang masih tertidur, dan menyiapkan barisan bertahan.
Tak lama, dua pejuang Hamas berhasil menembus gedung. Granat dilemparkan, peluru berdesing, dan bentrokan jarak dekat tak terhindarkan. Pertempuran berlangsung sekitar lima menit penuh ketegangan. Satu anggota Hamas tewas di tempat, sementara rekannya sempat melarikan diri namun akhirnya dilumpuhkan.
Di luar gedung, suasana tak kalah sengit. Tank Batalion 74 menembaki gedung kosong setelah terdeteksi tembakan RPG. Dua pejuang Hamas gugur, sementara satu lainnya tewas setelah dilindas tank saat bersiap menembakkan roket.
Drone dan helikopter tempur Israel ikut menyerang ketika para militan berusaha kabur kembali ke terowongan. Total, menurut laporan Times of Israel, delapan anggota Hamas tewas di dalam dan sekitar kamp, sementara tujuh lainnya syahid di pinggiran area akibat serangan udara. Sekitar delapan orang dilaporkan berhasil melarikan diri ke jalur bawah tanah.
Insiden itu meninggalkan luka mendalam. Tiga tentara Israel menjadi korban — satu mengalami luka serius, dua lainnya luka ringan. Meski kondisinya kini membaik, kejadian ini memperlihatkan rapuhnya pertahanan yang selama ini dianggap kokoh.
Tentara Israel juga menemukan jejak yang membuat merinding: senapan serbu, RPG, granat, hingga tandu yang ditinggalkan di sebuah gedung kosong. Tandu itu diduga disiapkan untuk menculik prajurit Israel yang terluka.
Meski akhirnya berhasil memukul mundur Hamas, IDF tak menutupi fakta pahit bahwa serangan itu adalah sebuah kegagalan. Sistem penyergapan yang sebelumnya disiapkan ternyata tidak efektif menghentikan infiltrasi.
Sayap militer Hamas, Brigade Al-Qassam, dengan cepat mengklaim bertanggung jawab. Mereka menyebut berhasil menyerang tank dengan bahan peledak, menembaki barak, hingga melakukan penyerangan jarak dekat.
Bagi pengamat militer, kejadian ini termasuk salah satu serangan langka. Pasukan Hamas jarang sekali berani menyerang pos tentara Israel secara langsung dengan jumlah besar. Bulan lalu, 12 pejuang Hamas juga sempat mencoba menyerang jalur logistik IDF di Khan Younis.
Namun, serangan terbaru ini berbeda. Ia terjadi saat Israel tengah bersiap melancarkan ofensif besar-besaran di Kota Gaza. Serangan berani itu seakan menjadi pesan bahwa bahkan di jantung pertahanan Israel, Hamas masih bisa menembus dan menebar teror.




