Indeks News – Nama Nafa Urbach, aktris sekaligus anggota DPR RI, mendadak jadi sorotan publik. Pernyataannya yang membela kenaikan tunjangan anggota dewan, khususnya tunjangan perumahan Rp 50 juta per bulan, menuai pro dan kontra.
Nafa Urbach, yang kini duduk di Komisi IX DPR RI dari Fraksi NasDem, beralasan banyak anggota dewan yang harus menyewa rumah dekat Senayan karena tidak mendapat rumah dinas.
“Anggota dewan itu tidak banyak rumah jabatan. Banyak sekali anggota dewan yang ngontrak di dekat Senayan supaya memudahkan mereka ke kantor,” ucap Nafa pada Selasa, 19 Agustus 2025.
Ia menambahkan pengalamannya pribadi, meski tinggal di Bintaro yang relatif dekat Jakarta, perjalanan menuju Senayan tetap terkendala macet.
Pernyataan Nafa langsung memicu gelombang kritik. Media sosialnya ramai dibanjiri komentar warganet hingga akhirnya ia menutup kolom komentar.
Bukan hanya masyarakat umum, sutradara kondang Joko Anwar juga ikut menyindir. Melalui Instagram Story, ia menulis:
“Makanya voters, pilih wakil di DPR yang pinter, jangan sekadar artis.”
Kalimat singkat itu mempertegas keresahan publik: apakah wakil rakyat benar-benar memahami kesulitan rakyat atau hanya membela kepentingan sendiri?
Penjelasan DPR Soal Tunjangan
Di tengah polemik, Wakil Ketua DPR RI Adies Kadir memberi klarifikasi. Menurutnya, kenaikan tunjangan bukanlah hal baru melainkan bentuk kompensasi karena tidak semua anggota DPR mendapat rumah dinas.
“Saya kira make sense lah kalau Rp 50 juta per bulan. Itu untuk anggota, kalau pimpinan enggak dapat karena sudah ada rumah dinas,” ujarnya.
Selain tunjangan perumahan, ada kenaikan lain:
- Tunjangan beras naik dari Rp 10 juta menjadi Rp 12 juta
- Tunjangan bensin meningkat jadi Rp 7 juta per bulan
Meski demikian, Adies menegaskan gaji pokok anggota DPR tidak pernah naik selama 15 tahun terakhir. Berdasarkan PP Nomor 75 Tahun 2000, gaji pokok anggota DPR hanya Rp 4,2 juta. Namun, bila ditambah semua tunjangan, total penghasilan bisa mencapai lebih dari Rp 104 juta per bulan.
Profil Singkat Nafa Urbach
Nafa Urbach bukan nama baru di dunia hiburan. Perempuan kelahiran Magelang, 15 Juni 1980 ini memulai karier sebagai penyanyi sejak 1994. Lagu debutnya Bagai Lilin Kecil pada 1995 melambungkan namanya.
Selain bernyanyi, ia juga membintangi sinetron populer seperti Deru Debu (1994–1996), serta terjun ke dunia film, iklan, dan video klip.
Nafa merupakan putri pasangan Ronald Walter Urbach, pria Jerman yang meninggal pada 2006, dan Neneng Kusuma. Ia juga memiliki seorang adik laki-laki, Alam Urbach.
Dalam kehidupan pribadi, Nafa pernah menikah dengan aktor Zach Lee. Namun, rumah tangga mereka berakhir pada 23 Oktober 2017. Dari pernikahan itu, lahirlah seorang putri bernama Mikhaela Lee Jowono.
Perjalanan Nafa Urbach dari panggung hiburan ke kursi parlemen menunjukkan peralihan besar dalam hidupnya. Kini, ia tak hanya dikenal sebagai artis, tetapi juga sebagai pejabat publik yang ikut menentukan arah kebijakan negara, khususnya di bidang kesehatan, ketenagakerjaan, dan kependudukan.
Namun, pembelaannya soal tunjangan DPR menunjukkan tantangan lain: ujian empati dan keberpihakan pada rakyat. Kritik tajam Joko Anwar dan gelombang reaksi warganet menegaskan bahwa masyarakat kini semakin kritis menilai siapa yang pantas duduk di kursi parlemen.




