Indeks News – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menegaskan bahwa hingga kini tidak ada wacana penghentian MBG.
Pemerintah memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak akan dihentikan meski kasus keracunan penerima program ini semakin marak.
“Tidak ada rencana penyetopan. Saya belum mendengar,” kata Cak Imin di Gedung DPP PKB, Jakarta Pusat, Rabu (24/9/2025).
Cak Imin yang juga Ketua Umum PKB berharap maraknya kasus keracunan justru menjadi bahan evaluasi program MBG ke depan. Ia meminta Badan Gizi Nasional (BGN) selaku penanggung jawab agar menuntaskan persoalan secara serius.
“Tentu saya minta kepada BGN untuk benar-benar menuntaskan problem-problem yang nyata-nyata ada,” tegasnya.
Menjawab usulan agar program MBG dialihkan ke orang tua siswa, Cak Imin memilih diplomatis. Menurutnya, kewenangan penuh ada di BGN.
“Itu terserah BGN. Mereka lebih tahu,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) M Qodari mengakui adanya perbedaan jumlah kasus keracunan MBG yang dicatat oleh tiga instansi pemerintah.
Berdasarkan data per 10 September 2025, versi MBG mencatat 5.080 penerima keracunan dari 46 kasus, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat 5.207 penerima dari 60 kasus, sedangkan BPOM mencatat 55 kasus dengan 5.320 penderita.
Qodari menekankan masyarakat tidak perlu mempersoalkan perbedaan data tersebut. Menurutnya, ketiga instansi mencatat karena sama-sama menaruh perhatian besar pada peristiwa itu.
“Intinya pemerintah memberi perhatian penuh pada kasus ini,” kata Qodari di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (22/9/2025).




