KKB Papua Tembak Mati 7 Pendulang Emas Ilegal di Yahukimo

Indeks News – Lima jenazah korban penembakan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua akhirnya diserahkan kepada keluarga masing-masing untuk dimakamkan.

Identitas korban telah terkonfirmasi sebelumnya, dan kejadian ini merupakan bagian dari serangkaian penyerangan KKB di beberapa lokasi di wilayah Yahukimo.

Kapolres Yahukimo, AKBP Zeth Zalino, Jumat (3/10/2025), menyatakan bahwa kelima korban adalah pendulang emas ilegal yang menjadi sasaran penyerangan KKB pimpinan Kopitua Heluka.

“Kelima jenazah korban penembakan KKB yang berprofesi sebagai pendulang emas ilegal telah diserahkan ke keluarga untuk dimakamkan,” ujar Zeth.

Identitas kelima jenazah korban penembakan yang diserahkan adalah Roberto alias Obet, Unu, Marsel alias Unus, Andika, dan Fikram. Pemakaman dilakukan oleh pihak keluarga dengan pendampingan aparat Polres Yahukimo, memastikan proses berlangsung aman dan tertib.

Sebelumnya, dua jenazah korban penembakan KKB juga telah dievakuasi dan dimakamkan, sehingga total korban meninggal akibat aksi bersenjata tersebut mencapai tujuh orang.

Selain korban meninggal, lima pendulang emas berhasil selamat setelah bersembunyi di hutan sekitar lokasi kejadian. Lima pendulang yang selamat tersebut adalah Bakri Laode, Febri alias Basir, Tarik Baruba alias Taslim, Berti Oliver Dias, dan Yohanes Bouk alias Nando.

“Proses evakuasi korban kekerasan KKB dilakukan dengan melibatkan personel TNI-Polri untuk memastikan keamanan dan kelancaran evakuasi,” ungkap Zeth.

Sementara itu, Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol Faizal Ramadhani, menegaskan bahwa Polri tidak akan memberi ruang bagi aktivitas KKB di Papua.

“Kami akan mengejar dan menangkap para pelaku serta bertindak tegas secara profesional terhadap siapa pun yang terlibat dalam kejahatan bersenjata,” tegas Faizal.

Ia menambahkan, penegakan hukum akan dilakukan secara terukur dan sesuai prosedur hukum yang berlaku, dengan fokus utama menjaga stabilitas keamanan di Yahukimo. “Stabilitas keamanan di wilayah ini adalah prioritas utama kami,” kata Brigjen Faizal menegaskan.

Kejadian ini kembali menyoroti kondisi keamanan yang masih rawan di beberapa wilayah pedalaman Papua, terutama terkait aktivitas kelompok bersenjata yang menargetkan warga dan pekerja lokal.

Aparat keamanan terus meningkatkan patroli dan operasi untuk mencegah terjadinya insiden serupa di masa mendatang.

GoogleNews

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses