Benarkah Bjorka Bobol Sistem Bank dan Mendapat 4,9 Juta Data Nasabah?

Indeks News – Polisi masih mendalami asal-usul 4,9 juta data nasabah yang didapat oleh WFT (22), sosok yang disebut-sebut sebagai “Bjorka”. Penangkapan WFT menjadi titik awal terungkapnya jejak digital terkait kasus kebocoran data tersebut.

Wakil Direktur Siber Polda Metro Jaya, AKBP Fian Yunus, menjelaskan bahwa hingga saat ini belum ada kepastian apakah data yang diperoleh WFT benar-benar hasil membobol sistem perbankan, atau hanya menadah data dari hacker lain untuk kepentingan pemerasan terhadap bank swasta.

“Ini masih dicek melalui bukti digital dan proses eksaminasi di Laboratorium Forensik Digital,” ujar Fian saat dihubungi, Sabtu (4/10/2025).

Fian menambahkan, jejak digital menjadi kunci penting dalam penyelidikan. Dari situ, polisi bisa mengetahui apakah data diunduh langsung oleh WFT dari sistem bank atau diperoleh dari pihak lain.

“Nanti kelihatan dari jejak digital apakah data di-download langsung dari sistem bank atau dikirim oleh orang lain,” jelasnya.

Sepak Terjang WFT

Terungkapnya kasus ini berawal pada Februari 2025, ketika akun X alias Twitter dengan nama @bjorkanesiaaa menghebohkan publik. Akun tersebut memamerkan tampilan salah satu akun nasabah bank dan mengirim pesan langsung ke akun resmi sebuah bank swasta. Pemilik akun tersebut mengklaim telah menguasai 4,9 juta data nasabah.

Aksi itu memicu laporan resmi ke pihak kepolisian. Tim Siber Polda Metro Jaya kemudian menelusuri asal-usul data tersebut, yang akhirnya mengarah ke WFT.

Disebut-sebut sebagai “Bjorka” WFT ditangkap di Desa Totolan, Kecamatan Kakas Barat, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara pada Selasa, 23 September 2025.

Polisi masih melanjutkan pemeriksaan untuk memastikan sejauh mana keterlibatan WFT dan kemungkinan adanya pihak lain dalam kasus kebocoran data ini.

GoogleNews

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses