Jakarta – Totalitas Assila Corina dalam memerankan sosok hantu Sumarni di film Sajen Satu Suro patut diacungi jempol. Aktris muda tersebut tak hanya harus menjalani proses makeup karakter hingga tiga jam, tetapi juga tetap mengikuti kuliah online di sela-sela jadwal syuting yang padat.
Assila Corina mengungkap bahwa transformasi menjadi Sumarni membutuhkan waktu yang cukup panjang setiap harinya. Tim makeup efek khusus harus memasang detail prostetik agar karakter hantu yang diperankannya terlihat nyata dan menyeramkan di layar.
“Proses makeup untuk menjadi Sumarni sekitar tiga jam. Jadi aku harus datang lebih pagi sebelum syuting dimulai,” ujar Assila Corina saat konferensi pers film Sajen Satu Suro di Epicentrum XXI Jakarta, Selasa (14/7/2026).

Tak berhenti sampai di situ, tantangan lain datang karena saat proses produksi berlangsung, ia masih berstatus sebagai mahasiswa. Assila mengaku harus pintar membagi waktu agar kuliahnya tetap berjalan tanpa mengganggu pekerjaannya sebagai pemain film.
“Aku juga waktu itu masih kuliah, jadi sering ikut kuliah online di lokasi syuting. Setelah selesai kelas, langsung lanjut syuting lagi,” ungkapnya.
Kesibukan menjalani dua peran sekaligus sebagai mahasiswa dan aktris membuat hari-harinya dipenuhi jadwal yang padat. Meski demikian, Assila bersyukur seluruh tim produksi memberikan dukungan sehingga ia tetap bisa menyelesaikan kewajiban akademiknya.

Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi salah satu tantangan terbesar selama membintangi Sajen Satu Suro. Selain harus duduk berjam-jam untuk proses makeup, ia juga dituntut tetap fokus mengikuti perkuliahan sebelum kembali mendalami karakter Marni di depan kamera.
“Capek pasti ada, tapi aku bersyukur semuanya bisa dijalani. Setelah kuliah selesai, langsung masuk ke set dan menjalani syuting. Untungnya semua tim sangat mendukung,” katanya.
Karakter Marni sendiri menjadi salah satu sosok paling menyeramkan dalam Sajen Satu Suro. Dengan dukungan makeup efek khusus yang memakan waktu hingga tiga jam, penampilan Assila Corina berubah drastis hingga nyaris tak dikenali.

Totalitas Assila dalam membagi waktu antara pendidikan dan dunia akting sekaligus menjalani transformasi ekstrem menjadi hantu Sumarni menjadi bukti dedikasinya sebagai aktris muda. Tak heran jika penampilannya di Sajen Satu Suro menjadi salah satu yang paling dinantikan oleh para pencinta film horor Indonesia. (EH).





