JAKARTA – Wongalas merupakan band rock asal Jakarta yang beranggotakan para musisi senior, seperti Yudith (vokal), Opic/Opick (gitar), Ateng/Atenk (bass), dan Virdy/Firdhy (drum) yang terkenal pada era 1990-an.
Ini menjadi formasi keempat kalinya sejak debut pada 2018 silam. Formasi terbaik yang diharapkan para anggota dan penggemar Wongalas menjadi paten untuk jangka waktu yang lama.
“Dan Band Wongalas adalah formasi yang keempat. Dan yang udah patent dan insya Allah ngeganti-ganti lagi gitu”, jelas R. Heri Santoso.

Debut sejak 2018, Wongalas tercatat telah merilis sejumlah single, mulai dari Biarkan Orang Bicara (2022), Mentari di NKRI (2024), dan terakhir Uang di tahun 2025 lalu.
Kini setelah penantian selama kurang lebih 8 tahun, band yang mengusung genre musik rock, akhirnya merilis full album pertamanya. Album yang diberi tajuk Dari Rakjat Oleh Rakjat Oentoek Rakjat total berisikan 13 lagu, dengan 9 lagu baru dan 4 lagu yang telah diriis sebelumnya.
“Momentum sebelumnya di 2018 kita keluar single Pasal 33, terus tur Jawa-Bali. Terus momentumnya dunia lagi main-main dengan pandemi gitu. Akhirnya kita mundurin ke 2023. Ternyata, personil banyak yang out juga karena pandemi. 2023 ketemu sama Ateng dan Virdy, di 2024 kita rilis single Mentari di NKRI dan Uang. Dan momentum sekarang karena Allah dan ketemu bapak ini (R. Heri Santoso), terjadilah album ini”, ungkap Yudith, vokalis Band Wongalas.

Ketigabelas lagu memiliki tema yang beragam, mulai dari semangat anak muda, cinta tanah air, hingga kritik sosial yang dibalut dengan musik rock yang masif.
“Jadi, karya-karya Wongalas ini dibuat dari 5 unsur, yaitu dari youth movement (semangat anak muda), cinta tanah air, cinta, kritik sosial, dan alam. Di situ, pesannya, kita cuman pengen bikin sisi hati itu lebih mengerti dengan kondisi yang jangan slow moving, jangan terlalu mudah dengan itu. Jadi, lebih mencintai tanah air”, tambah Yudith.
Kental dengan genre rock klasik pada musik serta para member yang notabennya musisi lawas, Wongalas menggunakan metode yang sama seperti musisi di era dewasa ini dengan memanfaatkan berbagai platform teknologi.

Dibandingkan secara masif merilis bentuk fisik dari albumnya, Wongalas lebih dulu merilis semua lagu dalam album Dari Rakjat Oleh Rakjat Oentoek Rakjat ke berbagai platform digital untuk mendengarkan musik.
Album fisiknya sendiri tetap dihadirkan sebagai sebuah legacy yang ditinggalkan Wongalas untuk penggemar. Hadir dalam bentuk CD, Wongalas secara resmi merilisnya pada Kamis (30/7), yang bertepatan dengan momen pengumuman tentang album full pertama mereka melalui prosesi potong tumpeng.
“Secara platform digital itu udah duluan, sih. Karena kita sekarang cetak CD, ya, kita pastikan pada hari ini. Perilisannya untuk fisik, ya”, jelas Yudith.
Selain itu, pihak manajemen dari Band Wongalas tengah mempersiapkan beberapa proyek sebagai langkah memperkenalkan lebih luas musik dan album Dari Rakjat Oleh Rakjat Oentoek Rakjat dengan konser di berbagai Kota di Indonesia. Ini sekaligus menunjukkan semangat muda dari setiap anggota yang tidak muda lagi.
“Iya. Untuk rencana ke depan, kemungkinan kita akan melakukan tur seluruh Indonesia, secara nasional. Dan untuk masalah menggandeng dan berkolaborasi kita ada dengan budaya di beberapa daerah. Lebih lanjut nanti ada kejutan”, tambah R. Heri Santoso. (Sarah)





