JAKARTA – Malam Pesona Kawanua 2026 kembali menjadi sorotan pecinta seni dan budaya. Mengusung semangat melestarikan budaya Minahasa, Malam Pesona Kawanua akan digelar pada 2 Agustus 2026 di deCONCERT ROOM, DEHENG HOUSE, Jakarta, dengan menghadirkan kolaborasi musik, kolintang, tari tradisional, hingga tradisi Makaaruyen dalam satu pertunjukan yang spektakuler.
Setelah sukses pada penyelenggaraan perdananya, Malam Pesona Kawanua hadir dengan konsep yang lebih matang dan membawa misi besar memperkenalkan kekayaan budaya Sulawesi Utara kepada masyarakat Indonesia hingga dunia internasional. Bukan sekadar konser, Malam Pesona Kawanua menjadi gerakan budaya yang menyatukan generasi muda dan masyarakat Kawanua dalam semangat menjaga warisan leluhur.
Penggagas Malam Pesona Kawanua, Ermy Kullit bersama Lexi M. Budiman, serta promotor Amaliah Ananda Abadi, Direktur Utama DEHENG HOUSE, berharap acara ini mampu menjadi panggung budaya Minahasa yang berkelanjutan. Melalui Malam Pesona Kawanua, masyarakat akan diajak menikmati perpaduan musik modern dengan kekayaan tradisi yang dikemas secara elegan dan relevan dengan perkembangan zaman.

Bagi Ermy Kullit, Malam Pesona Kawanua bukan hanya menjadi pertunjukan seni, tetapi juga langkah nyata untuk mengangkat lagu-lagu daerah Minahasa agar semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional. Bahkan, ia membawa misi besar yang disebutnya sebagai “Menadokan Indonesia”, yaitu memperkenalkan identitas budaya Minahasa melalui musik kepada masyarakat yang lebih luas.
“Saya sudah bertahun-tahun bernyanyi dengan berbagai genre. Sekarang saya punya keinginan sederhana, yaitu menadokan Indonesia. Kita ingin memperkenalkan bahwa lagu-lagu Minahasa itu sangat banyak dan indah, bukan hanya lagu yang selama ini dikenal masyarakat,” ujar Ermy Kullit.
Menurut penyanyi jazz senior tersebut, masih banyak lagu daerah Minahasa yang memiliki kualitas musikal tinggi namun belum mendapatkan ruang yang cukup di panggung nasional. Karena itu, ia berharap Malam Pesona Kawanua dapat berkembang menjadi pertunjukan budaya yang rutin digelar dan mampu menjangkau berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara.

“Mudah-mudahan setelah konser ini kami bisa membawa misi budaya Kawanua ke Indonesia Timur, Pulau Jawa, bahkan suatu saat ke luar negeri. Selama masih diberi kesehatan, saya ingin terus membawa nama Kawanua ke mana pun,” katanya.
Hadir dengan Konsep Lebih Intim
Berbeda dari tahun sebelumnya yang melibatkan hampir seratus seniman dalam format big band, tahun ini pertunjukan dikemas lebih intim agar lebih fleksibel untuk dibawa ke berbagai daerah.
Aransemen musik dipercayakan kepada Nyong Anggoman bersama Kolintang Pinotoan Bersaudara, yang menghadirkan perpaduan harmonis antara musik modern dengan instrumen kolintang khas Minahasa.

“Tahun ini memang kami buat lebih minimalis, tetapi justru lebih fleksibel untuk dibawa tur ke berbagai daerah. Walaupun lebih kecil, kualitas pertunjukannya tetap kami jaga. Istilahnya minimalis, tapi manis,” ujar Nyong Anggoman.
24 Penyanyi Tampilkan Maengket Matuari
Salah satu penampilan paling dinantikan adalah Maengket Matuari yang dibawakan oleh 24 penyanyi. Mereka tidak hanya menari, tetapi juga menyanyikan lagu-lagu daerah Minahasa sambil membangun ekspresi sesuai makna setiap lirik.
Koordinator Maengket, Elke Ngantung, mengatakan seluruh peserta menjalani latihan intensif selama hampir tiga bulan.
“Tantangannya bukan hanya menari, tetapi juga memahami arti setiap lirik dalam bahasa Minahasa agar ekspresi yang kami tampilkan benar-benar menyampaikan cerita,” jelasnya.
DEHENG HOUSE Perkuat Komitmen Melestarikan Budaya
Sebagai promotor, Amaliah Ananda Abadi, Direktur Utama DEHENG HOUSE, menegaskan dukungan terhadap Malam Pesona Kawanua merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam melestarikan seni dan budaya Nusantara.
“DEHENG HOUSE merasa sangat terhormat kembali dipercaya mendukung Malam Pesona Kawanua. Kami percaya sebuah ruang pertunjukan bukan hanya tempat menghadirkan hiburan, tetapi juga rumah bagi seni, budaya, kreativitas, dan kebersamaan,” ujarnya.
Menurut Amaliah, DEHENG HOUSE ingin menjadi ruang kolaborasi bagi komunitas budaya dari berbagai daerah sehingga budaya Nusantara dapat terus berkembang dan semakin dikenal masyarakat luas.
Siap Tur ke Indonesia Timur Hingga Mancanegara
Tak berhenti di Jakarta, penyelenggara telah menyiapkan Tour Indonesia Timur sebagai langkah awal memperluas jangkauan pertunjukan. Selanjutnya, Malam Pesona Kawanua ditargetkan hadir di berbagai kota di Sulawesi, Maluku, Pulau Jawa, hingga komunitas diaspora Kawanua di luar negeri.
Dimeriahkan Musisi dan Tokoh Kawanua
Malam Pesona Kawanua 2026 akan menghadirkan penampilan Tielman Sisters, Eka Deli, Dirly, pertunjukan Makaaruyen oleh Donny Sumayouw dan Jane Maringka, serta dipandu langsung oleh Ermy Kullit sebagai host.
Dengan perpaduan musik modern, kolintang, Tari Maengket, tradisi Makaaruyen, dan semangat persaudaraan masyarakat Kawanua, Malam Pesona Kawanua 2026 diharapkan menjadi salah satu agenda budaya paling bergengsi tahun ini sekaligus menjadi jembatan memperkenalkan kekayaan seni dan tradisi Minahasa kepada masyarakat Indonesia hingga panggung dunia. (EH)





