Wajah Ganda Dede Maulana: Dari Penipu Cinta ke Pembunuh Berdarah Dingin

Indeks News Polisi mengungkap fakta mengejutkan di balik kasus perampokan disertai pembunuhan terhadap ibu rumah tangga (IRT) Nindya Novrin (38) di Jambi. Pelaku, Dede Maulana alias Diki (33), ternyata memiliki sisi gelap yang selama ini tersembunyi di balik pesonanya.

Dede Maulana dikenal kerap menipu para perempuan dengan modus asmara, sebelum akhirnya terungkap sebagai pelaku kejahatan keji yang merampas nyawa korban demi menguasai mobil Mitsubishi Pajero Sport milik Nindya.

Kapolsek Jambi Selatan, AKP Helrawati Siregar, menjelaskan bahwa Dede Maulana sengaja menargetkan mobil jenis Pajero karena ingin terlihat berkelas di depan para korban perempuan yang dikenalnya lewat dunia maya.

Katanya mobil curian itu mau dipakai sendiri. Saat kami tanya kenapa, dia bilang ‘Biar keren, Bu, biar cewek-cewek banyak suka, ungkap Helrawati, Rabu (7/10/2025).

Sebelum menghabisi Nindya, Dede Maulana sudah mendatangi dua pemilik Pajero lain di Jambi. Namun, mobil korban-lah yang paling menarik minatnya. Pada Rabu malam (1/10), pelaku datang ke rumah korban di Kelurahan Bakung Jaya, Kecamatan Jambi Selatan, dengan berpura-pura sebagai pembeli.

Korban sempat mempercayainya dan bahkan menyiapkan dokumen Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB). Namun keesokan paginya, Kamis (2/10) sekitar pukul 05.30 WIB, pelaku kembali ke rumah korban dengan berpura-pura ingin test drive.

Ketika korban menolak, Dede menyerang secara brutal. Ia memukul korban dengan kayu hingga terjatuh, lalu menusuk bagian leher menggunakan pisau dapur. Setelah memastikan korban tak bernyawa, pelaku menutup pintu kamar dengan gorden dan membawa kabur mobil beserta dua unit telepon genggam.

Dalam pelarian, pelaku membuang HP korban dan mengganti pelat nomor Pajero dengan yang sudah disiapkan. Ia juga merobek BPKB mobil dan membuang potongannya ke Sungai Musi di bawah Jembatan Ampera, Palembang.
“BPKB itu disobek-sobek kecil lalu dibuang ke sungai Ampera,” jelas Helrawati.

Setelah tiba di Palembang, pelaku menuju Lampung untuk menjemput kekasihnya yang dikenalnya lewat media sosial. Keduanya sempat menginap di sebuah indekos sebelum akhirnya pelaku disergap polisi.

Dari hasil penyelidikan, diketahui bahwa Dede adalah residivis kasus penipuan dan ahli mengedit foto untuk menciptakan citra palsu di media sosial. Ia membuat akun-akun palsu guna melakukan love scamming terhadap perempuan berduit dan kesepian.
“Dia pandai mengedit foto, tampil keren di media sosial, dan menipu banyak perempuan,” tambah Helrawati.

Polisi menegaskan bahwa pelaku sama sekali tidak berniat menjual mobil curian tersebut. Tindakan keji dilakukan murni karena obsesi pribadi dan keinginan tampil mewah.
“Ini pembunuhan yang dilakukan demi gengsi. Motifnya bukan ekonomi, tapi gaya hidup,” tutup Kapolsek.

GoogleNews

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses