Indeks News – Keluarga sopir angkot bernama Obi yang tewas akibat penembakan brutal di Banyuasin, Sumatera Selatan, menuntut kepolisian segera menangkap dan menghukum pelaku seberat-beratnya.
Insiden berdarah itu terjadi di Desa Tanjung Agung, Kecamatan Banyuasin III, pada Selasa (21/10/2025) siang.
Obi, yang sehari-hari bekerja sebagai sopir angkutan desa, tewas di tempat setelah ditembak dua kali di bagian perut.
Kakak kandung korban, Sapta, mengungkapkan rasa duka dan kemarahan keluarga atas kematian tragis tersebut.
“Kami tidak tahu persis bagaimana awalnya, yang jelas adik saya meninggal dengan cara kejam. Kami hanya minta pelaku dihukum seberat-beratnya, kalau bisa nyawa dibalas dengan nyawa,” ujarnya dengan nada penuh emosi di RS Bhayangkara Palembang, Rabu (22/10/2025) dini hari.
Berdasarkan keterangan saksi di lapangan, peristiwa penembakan itu bermula dari cekcok antara korban dan pelaku di SPBU Limau Sembawa, Banyuasin.
Pertengkaran dipicu serobotan antrean bahan bakar minyak (BBM) yang berujung pada kejar-kejaran di Jalan Lintas Timur Palembang–Betung.
Ketegangan memuncak ketika kedua kendaraan berhenti di Desa Tanjung Agung. Beberapa warga sekitar mengaku mendengar tiga kali suara letusan senjata api.
Tak lama kemudian, korban Obi ditemukan bersimbah darah dengan dua luka tembak di perut, sementara rekannya, Duwi, mengalami luka tembak serius dan kini dirawat intensif di rumah sakit.
Warga yang panik langsung mengevakuasi kedua korban ke rumah sakit terdekat.
Jenazah Obi kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Polda Sumsel untuk dilakukan autopsi guna kepentingan penyelidikan.
Keluarga besar korban berharap Polri segera mengungkap identitas pelaku dan menegakkan keadilan tanpa pandang bulu.
“Kami hanya ingin keadilan untuk adik saya. Jangan sampai pelaku bebas begitu saja,” tegas Sapta.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku penembakan, serta mengumpulkan rekaman CCTV dan keterangan saksi di lokasi kejadian.




