Indeks News – Hubungan cinta terlarang antara seorang polisi wanita (Polwan) Polres Blitar Kota berinisial Bripka NW dan seorang anggota DPRD Kota Blitar berinisial GP akhirnya terbongkar.
Hubungan cinta terlarang antara keduanya terbongkar setelah digerebek di salah satu kamar hotel di kawasan Ngaglik, Kota Batu, pada Sabtu (25/10/2025) dini hari.
Kepala Seksi Humas Polres Batu, Iptu M. Huda, menjelaskan bahwa penggerebekan cinta terlarang tersebut berawal dari laporan suami sah Bripka NW yang mencurigai istrinya menjalin hubungan terlarang dengan GP.
“Menindaklanjuti laporan cinta terlarang itu, petugas langsung bergerak menuju hotel yang dimaksud. Sekitar pukul 04.00 WIB, Bripka NW ditemukan di dalam kamar hotel tersebut,” ungkap Iptu Huda kepada wartawan, Sabtu (18/10/2025).
Saat ini, kasus dugaan perselingkuhan antara Bripka NW dan GP masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwenang.
Di lokasi, polisi menemukan sejumlah barang bukti yang menguatkan dugaan hubungan terlarang, di antaranya pakaian, pakaian dalam, ponsel, serta mobil Toyota Innova milik GP yang digunakan NW saat ke Kota Batu.
“Barang bukti sementara sudah diamankan. Saat ini masih dalam proses pengembangan oleh tim penyidik,” tambah Huda.
Identitas Pria Misterius Terungkap: Anggota DPRD Kota Blitar
Hasil penyelidikan lanjutan mengungkap bahwa pria berinisial GP merupakan anggota DPRD Kota Blitar dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Informasi ini dibenarkan oleh Polres Blitar Kota.
“Benar, informasi yang kami terima, pria berinisial GP adalah anggota dewan Kota Blitar. Namun saat penggerebekan, yang bersangkutan tidak berada di kamar,” kata Kasi Humas Polres Blitar Kota, Iptu Samsul Anwar, Selasa (21/10/2025).
Karena lokasi kejadian berada di wilayah hukum Polres Batu, penanganan kasus sepenuhnya dilakukan oleh Polres Batu.
Sementara itu, Polres Blitar Kota hanya akan memproses pelanggaran kode etik yang dilakukan Bripka NW.
“Kami hanya menangani aspek etiknya sesuai arahan Bapak Kapolres,” ujar Samsul.
Reaksi Partai: PPP Segera Nonaktifkan GP
Terungkapnya skandal ini langsung mendapat respons dari internal partai. Ketua DPC PPP Kota Blitar, Agus Zunaidi, membenarkan bahwa pihaknya telah mengirim surat kepada Ketua DPRD Kota Blitar untuk mengganti posisi GP sebagai Ketua Fraksi PPP.
“Yang bersangkutan saat ini menjabat sebagai ketua fraksi. Kami sudah bersurat agar dilakukan penggantian dan dinonaktifkan dari seluruh kegiatan DPRD, supaya bisa fokus menyelesaikan masalah pribadinya,” jelas Agus saat dikonfirmasi.
Polres Batu menyatakan masih melengkapi alat bukti dan menunggu hasil investigasi ilmiah (scientific crime investigation) guna memastikan keterlibatan kedua pihak.
“Penyelidikan masih berjalan. Kami akan melengkapi alat bukti dan melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap semua pihak terkait,” tegas Iptu Huda.




