Indeks News – Pusat Kajian Ekonomi dan Hukum, Center of Economic and Law Studies (CELIOS), merilis hasil survei nasional terkait evaluasi kinerja satu tahun pemerintahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka.
Laporan ini menyoroti tingkat kepuasan publik dan penilaian para ahli terhadap kinerja kabinet “Merah Putih” yang telah bekerja selama setahun terakhir.
Dalam hasil survei tersebut, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menempati posisi teratas dengan skor 50 berdasarkan penilaian pakar.
Di posisi kedua disusul Menteri Agama, Nasaruddin Umar dengan skor 48, dan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, di posisi ketiga dengan skor 44.
Sementara berdasarkan penilaian masyarakat umum, AHY kembali menempati peringkat pertama dengan skor 1.042, diikuti oleh Nasaruddin Umar (470) dan Abdul Mu’ti (287).
Konsistensi posisi AHY di dua kategori penilaian ini menunjukkan tingginya tingkat kepercayaan publik dan apresiasi terhadap kinerjanya di bidang pembangunan dan infrastruktur.
Direktur CELIOS menjelaskan bahwa penilaian dilakukan dengan sejumlah indikator utama, meliputi:
– Pemenuhan janji politik
– Capaian program kerja dan kebijakan prioritas
– Kesesuaian kebijakan dengan kebutuhan public
– Kualitas kepemimpinan dan komunikasi public
– Tata kelola anggaran dan transparansi kebijakan
Selain itu, CELIOS juga menilai aspek lain seperti penegakan hukum, koordinasi antar lembaga, pemberantasan korupsi, pengelolaan pajak dan pungutan, hingga bantuan ekonomi harian bagi masyarakat.
Seluruh indikator tersebut menjadi tolak ukur efektivitas pemerintahan serta persepsi publik terhadap capaian kabinet Prabowo–Gibran selama setahun terakhir.
Survei ini diharapkan dapat menjadi refleksi bagi pemerintah untuk memperkuat koordinasi, mempercepat realisasi program prioritas nasional, dan memastikan kebijakan yang diambil tetap berpihak pada kesejahteraan masyarakat luas.




