Indeks News – Sebuah insiden pungutan liar (pungli) di kawasan wisata Air Terjun Dua Warna, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, menggugah perhatian publik. Video seorang pria bernama Surya Ginting yang meminta uang kepada wisatawan viral di media sosial, hingga akhirnya ia harus berurusan dengan pihak kepolisian.
Peristiwa ini bukan sekadar kasus pungli biasa. Di baliknya, tersimpan kisah keharuan tentang kelalaian, penyesalan, dan peringatan bagi semua pihak agar menjaga keindahan alam dengan aturan yang berlaku.
Aksi Pungli Terekam dan Viral di Media Sosial
Pada Minggu (10 Agustus), sekelompok wisatawan yang hendak menuju Air Terjun Dua Warna merekam tindakan Surya. Dalam video itu, Surya meminta uang kepada pengunjung yang tidak melewati jalur resmi. Rekaman tersebut cepat menyebar dan menimbulkan kecaman di dunia maya.
Menyusul viralnya video, Surya langsung diamankan oleh Polsek Pancur Batu. Kanit Reskrim, Iptu Elia Karo-karo, membenarkan bahwa Surya telah melakukan pungli dan menerima sekitar Rp 200 ribu dari wisatawan.
“Iya, dia dibawa ke Polsek untuk dimintai keterangan, juga oleh Dinas Kehutanan dan pihak pengelola lokasi pariwisata,” jelas Elia, Senin (18 Agustus).
Jalur Resmi Diabaikan Wisatawan
Fakta lain terungkap. Ternyata wisatawan yang dipungli tidak melewati jalur resmi yang disediakan pengelola. Padahal, jalur tersebut sudah dilengkapi pos pemeriksaan untuk mencatat jumlah pengunjung serta menjaga keamanan.
Perjalanan menuju Air Terjun Dua Warna memakan waktu sekitar dua jam dan biasanya membutuhkan pemandu wisata. Dengan tidak melalui jalur resmi, risiko keselamatan semakin besar.
Kejadian ini juga membuka fakta bahwa Surya bukan pegawai tetap. Ia hanyalah pekerja lepas di koperasi yang berada di bawah naungan Dinas Kehutanan.
Dalam tekanan situasi, Surya justru mengambil keputusan keliru. Alih-alih mengarahkan wisatawan kembali ke pos resmi, ia memilih memungut uang secara pribadi. “Kesalahan dia, ya itu tadi, mengambil kebijakan sendiri,” ungkap Elia.
Tidak Dipidana, Hanya Dibina
Meski perbuatannya jelas salah, Surya tidak diproses hukum lebih lanjut. Penyebabnya, korban pungli tidak membuat laporan resmi ke kepolisian. Sebagai gantinya, Surya mendapat pembinaan dan membuat video permohonan maaf serta surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya.
“Memang pungli, dia mengakuinya, dan sudah buat video permohonan maaf,” tegas Elia.
Kasus ini meninggalkan pelajaran berharga. Di satu sisi, wisatawan diingatkan untuk selalu mematuhi aturan jalur resmi demi keselamatan dan keteraturan. Di sisi lain, peristiwa ini menunjukkan bagaimana tekanan ekonomi bisa menjerumuskan seseorang pada tindakan yang salah.
Surya, seorang pekerja lepas, akhirnya harus menanggung malu di hadapan publik. Namun, kesempatan kedua yang diberikan melalui pembinaan bisa menjadi titik balik baginya.
Kejadian ini juga menjadi peringatan keras bagi pengelola wisata agar memperketat pengawasan di lapangan, sehingga insiden serupa tidak kembali terulang.




