Beranda HUKUM Alex Noerdin Keberatan Ditahan Kejaksaan Agung

Alex Noerdin Keberatan Ditahan Kejaksaan Agung

Alex Noerdin
Penahanan yang dilakukan terhadap Alex Noerdin oleh Kejaksaan Agung. Mantan Gubernur Sumatera Selatan ini menyampaikan keberatannya melalui pengacaranya, Soesilo Aribowo.

Pengacara Alex Noerdin, mempertimbangkan untuk mengajukan praperadilan atas status penahanan kliennya yang ditetapkan tersangka terkait dugaan korupsi pembelian, dan pengelolaan gas bumi Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi (PDPDE) Sumsel 2008-2018.

“Masih dipikirkan (untuk praperadilan),” kata Soesilo, Kamis (16/9).

Pengacara Alex Noerdin ini mengatakan tak ada alasan objektif dari kejaksaan, dalam melakukan penahanan terhadap politikus Golkar tersebut. Karena dikatakan Soesilo, status jabatan kliennya sebagai anggota lembaga legislatif.

Sebagai anggota DPR, kata Soesilo tak ada peluang bagi Alex, kabur, atau menghilangkan barang bukti atas kasus hukum yang menderanya. “Tentu kami keberatan dengan penahanan ini,” kata Soesilo.

Soesilo kemudian mempertanyakan status penetapan tersangka terhadap Alex Noerdin. Sebab kata Soesilo, membaca kronologis kasus, dan jalannya proses penyidikan, kliennya itu, baru diperiksa satu kali sebagai saksi.

“Ini tadi beliau diperiksa sebagai saksi, dan langsung ditetapkan tersangka, dan ditahan hanya beberapa jam setelah pemeriksaan. Saya tidak paham metode apa yang dipakai kejaksaan,” kata Soesilo.

Semestinya, kata Soesilo, Kejakgung memahami azaz hukum acara pidana dalam penetapan seorang menjadi tersangka, dan melakukan penahanan. “Ini menjadi warning (peringatan) untuk siapapun. Kalau seseorang diperiksa sebagai saksi di Kejakgung, bisa langsung tersangka, ditahan, dan nggak pulang,” kata Soesilo.

Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejakgung menetapkan Alex Noerdin sebagai tersangka. Ia ditetapkan tersangka bersama rekannya, Muddai Madang. Jampidsus menetapkan kedua sebagai tersangka terkait pembelian, dan pengelolaan gas bumi PDPDE Sumsel yang merugikan negara lebih dari Rp 427 miliar sepanjang 2008 sampai 2018.

BACA JUGA  Pencuri di Rejang Lebong Ditangkap saat Konsumsi Sabu

Pekan lalu, Kamis (2/9) Jampidsus juga menetapkan dua orang, sebagai tersangka awalan, yakni Caca Isa Saleh S (CISS), dan A Yaniarsyah (AY). Empat tersangka tersebut, sejak ditetapkan langsung mendekam di tahanan. Alex Noerdin, ditahan di Rutan Cipinang, cabang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sedangkan Muddai Madang, ditahan di Rutan Salemba, cabang Kejakgung.

Facebook Comments

Iklan
Artikulli paraprakBiadab! Gadis Usia 14 Tahun Diperkosa Bergiliran oleh Ayah dan Kakak Kandungnya Selama 3 Tahun
Artikulli tjetërGWM Umumkan Versi Canggih SUV Terlaris dari Haval H6