Beranda POLITIK Amien Rais: Pemerintah Telah Habisi Demokrasi dengan Membubarkan FPI

Amien Rais: Pemerintah Telah Habisi Demokrasi dengan Membubarkan FPI

Amien Rais
Politisi senior, Amien Rais menyebut, pemerintah telah menghabisi demokrasi Indonesia dengan cara membubarkan Front Pembela Islam (FPI).

“Nah 30 Desember kemarin ada peristiwa yang lebih dahsyat lagi yaitu FPI dibubarkan dengan SKB 3 menteri dan badan-badan tinggi lainnya,” ujar Amien Rais pada akun YouTubenya, Kamis (31/12/2020).

SKB 3 Menteri yang dimaksud Amien Rais adalah Menteri Dalam Negeri, Menteri Komunikasi dan Informatika, Menteri Hukum dan HAM.

Sedangkan Bandan Tinggi Negara yang dimaksud adalah Kapolri, Jaksa Agung dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme.

“Jadi saudaraku-saudaraku saya melihat ini sebuah langkah politik yang memang menurut saya itu menghabisi demokrasi kita,” kata Amien Rais dalam akun YouTube Amien Rais Official.

Amien Rais juga berbicara mengenai pembubaran HTI pada 2017. Dia menyinggung soal tidak ada upaya pengadilan terkait pembubaran tersebut.

“Jadi tahun 2017 HTI dibubarkan caranya sederhana sekali, jadi direktorat jenderal administrasi hukum umum Kementerian hukum dan HAM mencabut status badan hukum ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Dengan demikian HTI resmi dibubarkan pemerintah kemudian pak Wiranto menerangkan mengapa nggak usah ada pengadilan, karena alasan dikemukakan,” kata Amien.

Kembali ke soal pelarangan FPI. Amien Rais membacakan ulang pertimbangan pemerintah dalam surat keputusan bersama. Amien Rais mengatakan pemerintah langsung menyimpulkan FPI teroris.

“Jadi saudara-saudara, mereka dengan menimbang ini mereka langsung menyimpulkan tanpa babibu jangan dibantah ya, kita nggak boleh bantah bahwa 6 laskar FPI, yang menurut kita para syuhada itu oleh mereka itu juga termasuk geng teroris, saya kira sederhana sekali sehingga jangan pernah diharapkan bahwa pemerintahan Jokowi ini akan mengadakan pengadilan, tidak perlu jadi tidak perlu ada pengadilan karena mereka sudah kesimpulannya FPI teroris, sudah selesai,” ujar Amien.

BACA JUGA  UU Pemilu Digugat Komisioner KPU ke MK

Bahkan, Amien Rais juga menyinggung soal Firaun dengan membacakan salah satu ayat Alquran. “Nah dalam hal ini saudara-saudara, ini wanti-wanti saya pada Pak Jokowi bahwa ketika Firaun mengganas di Mesir, biadab sekali ada seorang iman yang mengingatkan, Hei firaun dan konco-konconya kamu jangan biadab jangan membunuh orang semau-maumu, nah dia dikejar-kejar,” tutur dia.

Amien juga mengingatkan Menko Polhukam Mahfud Md. Dia meminta Jokowi dan Mahfud untuk melihat kembali perbuatan yang telah dilakukannya.

“Saya hanya mengingatkan yang kaya begini ini, kalau mau diteruskan monggo, silakan gaspol silakan terus tapi urusan anda Pak Jokowi dan teman-teman, juga Mahfud yang kemarin mengumumkan itu. Hati-hati ya Mahfud, urusannya langsung kepada Allah, tolong 3 tahun setelah ini kalau anda masih berkuasa sampai 2024, nanti anda menoleh ke belakang. Kok saya dulu bisa begitu ya tapi sudah terlambat. Ini wanti-wanti ikhlas saya, mau diterima monggo mau dibuang diremehkan saya juga tidak ada masalah,” ujar Amien Rais.

Facebook Comments

Artikel sebelumyaNikita Mirzani: Nakal Boleh Tapi Jangan Sampai Bikin Video Mesum
Artikel berikutnyaD’Andra Simmons Dirawat di Rumah Sakit Karena COVID-19