AGAM, Indeks News – Sejumlah permukiman warga di Nagari Salareh Aia Timur, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, masih terlihat porak-poranda usai dihantam banjir bandang pada(5/12/2025). Di Jorong Subarang Aia, banyak rumah hilang tersapu air bah dan tertimbun material lumpur.
Pantauan di lapangan menunjukkan rumah-rumah di sepanjang Jalan Padang Koto Gadang hancur berantakan. Air bah membawa serta kayu berukuran besar hingga kendaraan roda empat yang menghantam bangunan warga. Sebagian rumah yang masih berdiri dipenuhi lumpur setinggi hampir setengah meter, dengan tembok berlubang dan kaca pecah.
Batang-batang pohon dan ranting masih tersangkut di dinding rumah. Atap, kanopi, dan kusen bangunan roboh. Tidak ada tanda-tanda kehidupan di permukiman yang diterjang banjir bandang tersebut. Di depan rumah warga, tumpukan kayu berbagai ukuran teronggok, sementara lumpur tebal masih memenuhi jalan dan belum mengeras.
Sejumlah sepeda motor dan mobil juga ditemukan rusak parah. Ada yang ringsek, ada pula yang terhempas derasnya arus hingga menabrak bangunan. Kini, aliran sungai yang menjadi jalur banjir bandang tampak jelas setelah rumah-rumah di pinggirannya hilang tersapu air.
Wali Jorong Subarang Aia, Irlan (39), mengatakan sekitar 28 rumah warga di hulu dan hilir sungai tidak lagi dapat ditemukan materialnya. “Total rumah warga kami yang hilang sekitar 28 rumah,” ujarnya.
Menurut Irlan, wilayah itu sebelumnya merupakan area permukiman dan persawahan. Namun kini, lanskap kampung berganti menjadi hamparan batu dan kayu besar yang datang dari arah hulu. “Sebelum kejadian, tak ada batu di sini. Ini dulu sawah dan rumah-rumah warga,” tambahnya.
Irlan mengingat detik-detik saat banjir bandang menerjang. Rumahnya yang berjarak sekitar 150 meter dari tepi sungai tiba-tiba hanya berjarak 50 meter ketika air bah datang. “Awalnya tidak ada air. Yang datang duluan itu lumpur, kayu, dan batu. Ada tumpukan kayu berdiri tegak, sangat mengerikan. Belum pernah saya lihat banjir seperti itu. Kejadiannya sangat cepat,” ceritanya.
Kini, kampung tersebut berubah total. Sawah, rumah, dan kebun warga berganti menjadi ladang bebatuan besar yang terbentang luas.
Banjir bandang di Palembayan telah menyebabkan 110 orang meninggal dunia dan 58 orang masih hilang. Warga yang selamat kini mengungsi di sejumlah titik maupun tinggal sementara di rumah sanak keluarga.
Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian korban melalui jalur darat dan sungai. Mayoritas korban ditemukan tertimbun lumpur, sementara sebagian lainnya ditemukan di pinggir aliran sungai.




