Indeks News – Jumlah korban meninggal akibat banjir dan longsor yang melanda Aceh kembali bertambah. Berdasarkan data terbaru, total korban tewas telah mencapai 83 orang, sementara 65 orang lainnya masih dinyatakan hilang.
“Sampai saat ini korban meninggal 83 jiwa dan 65 jiwa masih hilang,” ujar Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, saat memberikan keterangan kepada wartawan, Minggu (30/11/2025).
Korban meninggal akibat banjir dan longsor tersebar di sejumlah wilayah, termasuk Aceh Utara, Aceh Tengah, Bener Meriah, serta beberapa daerah terdampak lainnya.
Hingga kini, jumlah pengungsi tercatat mencapai 174 ribu jiwa yang tersebar di 15 kabupaten/kota.
Menurut MTA, pemerintah mulai memusatkan upaya pendistribusian bantuan ke wilayah tengah Aceh melalui jalur udara.
Sementara itu, penyaluran bantuan lewat jalur darat masih terus dilakukan meski menghadapi berbagai hambatan.
“Melihat luasnya cakupan bencana banjir di Aceh saat ini, tentu berbagai kendala distribusi logistik kepada masyarakat pasti ada. Namun yakinlah, pemerintah di semua level sedang bekerja maksimal. Mari kita bersatu dalam penanganan ini,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa pembangunan jalan darurat menuju wilayah tengah dan tenggara Aceh terus dikebut oleh tim terpadu yang melibatkan TNI/Polri, dinas terkait, serta seluruh unsur kebencanaan.
Sementara itu, sejumlah wilayah di Aceh dilaporkan mulai mengalami penurunan debit air.
Namun beberapa daerah masih tergenang dan sulit diakses. Sejumlah titik seperti Bener Meriah dan Aceh Tengah hingga kini masih terisolir akibat akses yang terputus.
Pemerintah terus berupaya menembus wilayah-wilayah yang terisolasi sembari meningkatkan operasi pencarian korban yang masih hilang.




