Indeks News – Sebanyak 11 warga di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, dilaporkan meninggal dunia akibat bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah tersebut. Selain itu, 13 orang lainnya masih dalam pencarian oleh tim SAR gabungan.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Bener Meriah, Ilham Abdi, menyampaikan bahwa data sementara terkait banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah tersebut masih terus diperbarui hingga Jumat (28/11/2025) pagi.
“Data sementara, 11 orang meninggal dunia dan 13 orang masih dinyatakan hilang akibat banjir bandang dan tanah longsor,” ujar Ilham saat dikonfirmasi awak media.
Ilham menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena proses pencarian dan pendataan korban di lapangan masih berlangsung.
Korban tersebar di enam kecamatan, sementara empat kecamatan lainnya Syiah Utama, Mesidah, Pintu Rime Gayo, dan Gajah Putih hingga kini masih terisolasi akibat akses jalan yang terputus total.
Gangguan komunikasi juga terjadi, sehingga petugas belum dapat menjangkau informasi terbaru dari wilayah tersebut.
“Empat kecamatan itu belum bisa kita hubungi. Akses jalan dan komunikasi benar-benar putus,” tambah Ilham.
Meski hujan di wilayah tersebut telah reda, kondisi masih sulit karena listrik padam dan jaringan internet terputus, menghambat upaya evakuasi dan distribusi bantuan.
Bupati Bener Meriah, Tagore Abubakar, menyampaikan bahwa warga di sejumlah kecamatan telah mengungsi ke titik-titik aman.
Pemerintah daerah juga telah menyalurkan bantuan ke lokasi pengungsian yang dapat diakses.
“Saat ini Bener Meriah sangat kekurangan logistik. Daerah ini terisolasi total. Akses menuju Kabupaten Bireuen terputus, begitu pula akses ke Aceh Utara melalui KKA,” kata Tagore.
Upaya pencarian korban hilang dan pembukaan akses jalan masih terus dilakukan. Pemerintah daerah mengimbau masyarakat tetap waspada mengingat kondisi tanah yang labil pascabencana.




