Beranda HUKUM Baru Keluar Penjara Pria Ini Cabuli 3 Orang Anak Kandungnya Sendiri

Baru Keluar Penjara Pria Ini Cabuli 3 Orang Anak Kandungnya Sendiri

Cabuli
Seorang pria berinisial AK alias OP (60) cabuli tiga orang anak kandungnya sendiri di Banggai, Sulawesi Tengah (Sulteng).

Pelaku sendiri merupakan residivis kasus pencabulan, yang baru saja keluar dari penjara. Kini AK kembali ditangkap aparat kepolisian usai cabuli tiga orang anak kandungnya sendiri.

Kasat Reskrim Polres Banggai AKP Pino Ary mengatakan pelaku ditangkap di salah satu rumah warga yang diduga tempat persembunyiannya di Kelurahan Mendono, Kecamatan Kintom, Kabupaten Banggai.

Pelaku mengakui perbuatannya kepada polisi, bahkan ia mengaku telah mencabuli anak kandungnya sejak kecil.

“Pelaku berhasil kami tangkap pada beberapa hari yang lalu. Pelaku mengakui bahwa tiga orang korban yang ia cabuli adalah anak kandungnya. Dari catatan kepolisian, bahwa pelaku baru saja keluar dari penjara, terkait kasus pencabulan. Yang saat itu korban merupakan anak kandungnya dari istri yang kedua,” ujar Pino Ary pada Kamis (7/1/2020).

Dari hasil pemeriksaan, pelaku mencabuli anak kandungnya sejak putri-putrinya itu masih duduk di bangku SD. Kasus ini terungkap atas pengakuan korban, FR (23).

Ketika dilakukan penangkapan ditempat persembunyiannya, pelaku sempat melakukan perlawanan terhadap aparat kepolisian. Ia melawan dengan menggunakan badik.

“Badik itu diselipkan di pinggangnya. Ia melawan kepada petugas ketika akan diamankan,” ujar Pino.

Kini, tersangka telah mendekam di sel tahanan Polres Banggai dengan ancaman Pasal 81 ayat (1) subsider Pasal 82 ayat (1) UU 35/2014 tentang Perubahan Atas UU 23/2002 tentang Perlindungan Anak yang telah diubah dan ditambah dengan UU 17/2016 tentang Penetapan Perppu Nomor 1/2016 tentang Perubahan Kedua Atas UU Nomor 23/2002 tentang Perlindungan Anak menjadi UU.

Facebook Comments

Artikel sebelumyaSopir Chacha Sherly Jadi Tersangka Kecelakaan yang Menewaskan Mantan Personel Trio Macan
Artikel berikutnyaKetika Tunawisma Dicurigai Jadi Komoditas Politik