Jakarta, Indeks News – Himpunan Masyarakat Nusantara (Hasrat) menilai ada lima menteri Kabinet Merah Putih yang paling bertanggung jawab atas bencana banjir dan longsor besar yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Ketua Hasrat, Sugiyanto, menegaskan bahwa bencana ini bukan semata-mata musibah alam, melainkan bentuk kegagalan sistemik dalam pengelolaan lingkungan dan penataan ruang nasional.
Sugiyanto menyebut lima menteri tersebut, yakni Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Fasil Nurofia, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, dan Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo.
“Musibah ini tidak bisa dianggap hanya bencana alam. Ini kegagalan besar dalam manajemen lingkungan dan tata ruang,” ujar Sugiyanto dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (6/12/2025).
Menurutnya, skala bencana kali ini sangat masif. Ratusan korban meninggal, ribuan rumah hancur, puluhan ribu warga mengungsi, serta kerugian materiil yang diperkirakan mencapai triliunan rupiah. Dampaknya bahkan dirasakan langsung oleh jutaan masyarakat di wilayah terdampak.
Ia menilai wajar apabila publik menuntut pertanggungjawaban para menteri yang memegang mandat menjaga lingkungan hidup, pengawasan perizinan, serta kebijakan pembangunan berkelanjutan.
Sugiyanto menegaskan bahwa Presiden Prabowo memiliki kewajiban mengevaluasi kinerja kelima menteri tersebut. Jika terbukti terjadi kelemahan dalam perizinan, lemahnya pengawasan lingkungan, lambatnya normalisasi sungai, atau kebijakan tata ruang yang diabaikan, maka tindakan tegas harus segera diambil.
“Termasuk pencopotan jabatan. Itu bukan hanya wajar, tetapi diperlukan sebagai bentuk akuntabilitas publik,” tegas Sugiyanto.




