JAKARTA, Indeks News – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi cuaca ekstrem selama sepekan ke depan. Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani, menyebut sejumlah wilayah di Sumatera dan Jawa masih berpeluang mengalami hujan lebat.
“Saat hujan turun, hindari area berisiko seperti bawah pohon atau bangunan rapuh. Tetap waspada saat berkendaran,” ujar Andri dalam keterangannya, Jumat (5/12/2025).
Ia juga meminta masyarakat rutin mengecek saluran air di lingkungan sekitar agar tidak tersumbat dan memicu banjir.
“Pastikan aliran air di lingkungan tidak tersumbat. Sikap waspada tanpa panik sangat membantu,” tambahnya.
BMKG menekankan agar masyarakat tidak mudah mempercayai informasi cuaca yang berasal dari sumber tidak resmi.
Sementara itu, Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, mengatakan peningkatan intensitas hujan dipengaruhi dinamika atmosfer berskala global, regional, dan lokal. Aktivitas Gelombang Rossby Ekuator, Gelombang Kelvin, serta Madden–Julian Oscillation (MJO) memperkuat pembentukan awan hujan di sejumlah wilayah Indonesia.
“Fenomena atmosfer ini memicu pembentukan awan hujan di sebagian wilayah Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua,” jelas Guswanto.
Selain itu, keberadaan Bibit Siklon Tropis 93W di timur Filipina turut memberi dampak tidak langsung berupa peningkatan curah hujan di Sulawesi Utara dan Maluku Utara.
Wilayah Berpotensi Diguyur Hujan Lebat 5–7 Desember 2025
Sumatera: Aceh, Sumatera Utara, Riau, Jambi, Bengkulu, Lampung
Jawa: Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur
Kalimantan Barat
Maluku Utara & Maluku
Papua Pegunungan & Papua Selatan
Wilayah Berpotensi Hujan Lebat 8–11 Desember 2025
Sumatera Utara, Riau, Jambi
Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung
Jawa Barat, Jawa Timur
Nusa Tenggara Barat
Kalimantan Barat
Papua Pegunungan
Maluku Utara (potensi angin kencang)
Sulawesi Utara (potensi angin kencang)
BMKG mengingatkan masyarakat dan pemerintah daerah untuk mengantisipasi risiko banjir, longsor, pohon tumbang, serta menyiapkan jalur evakuasi jika kondisi cuaca memburuk.




